CEO IBM, Arvind Krishna menjelaskan, perusahaannya kini mengganti ratusan pekerja HR dengan AI. IBM bakal memangkas ribuan pekerja pada kuartal IV 2026.
Jumlah pekerja Klarna berkurang setengah dalam empat tahun terakhir, dan tren tersebut diperkirakan akan terus berlanjut. Perusahaan layanan pembayaran asal Swedia itu kini memiliki sekitar 3.000 pekerja, turun drastis dari sekitar 7.000 orang pada 2022.
Kondisi serupa terjadi di Salesforce. Perusahaan perangkat lunak berbasis cloud ini memangkas kurang dari 1.000 pekerja pada Februari 2026 dari divisi pemasaran, manajemen produk, analitik data, hingga produk AI Agentforce.
CEO Salesforce, Marc Benioff sebelumnya menyebut penggunaan AI agent di layanan pelanggan telah membantu mengurangi kebutuhan tenaga kerja dari sekitar 9.000 orang menjadi hanya sekitar 5.000 orang.
Snap Inc mengambil keputusan yang sama dengan memecat 1.000 pekerja. Selain PHK, Snap menutup lebih dari 300 lowongan kerja dan memperkirakan penghematan biaya tahunan mencapai 500 juta dollar AS.
Perusahaan software logistik, WiseTech Global, melakukan PHK 2.000 pekerjaan atau 30 persen dari total tenaga kerjanya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya