Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Belantara Foundation Dorong Bioprospeksi Jadi Motor Bioekonomi Berkelanjutan

Kompas.com, 21 Mei 2026, 20:30 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Keanekaragaman hayati Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi fondasi pembangunan bioekonomi berkelanjutan. Namun, eksplorasi sumber daya hayati atau bioprospeksi harus dilakukan secara bijak agar menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna menjelaskan bioprospeksi bukan sekadar eksplorasi potensi ekonomi dari sumber daya hayati Indonesia saja.

Hal itu disampaikannya dalam Belantara Learning Series Episode 15 (BLS Eps15) bertajuk Bioprospeksi untuk Bioekonomi Berkelanjutan di Indonesia: Menjembatani Konservasi, Inovasi dan Keadilan Manfaat yang digelar Belantara Foundation dan Universitas Pakuan.

Baca juga: Krisis Iklim Picu Perombakan Habitat Tanaman pada 2100, Keanekaragaman Hayati di Asia Tenggara

“Bioprospeksi juga tentang bagaimana memastikan masyarakat lokal sebagai penjaga utama hutan dan ekosistem memperoleh manfaat yang adil dan berkelanjutan,” kata Dolly, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, bioprospeksi berkelanjutan bisa menjadi instrumen strategis untuk menjembatani konservasi lingkungan, inovasi teknologi, dan pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dolly berpandangan bahwa transformasi menuju bioekonomi berkelanjutan membutuhkan dukungan regulasi yang kuat, tata kelola, serta riset berbasis ilmu pengetahuan.

Perpaduan antara riset, inovasi, dan kearifan lokal dapat melahirkan solusi bernilai ekonomi tinggi tanpa mengorbankan kelestarian alam.

“Transformasi menuju bioekonomi berkelanjutan membutuhkan dukungan regulasi yang kuat, tata kelola yang baik, serta riset berbasis ilmu pengetahuan yang komprehensif. Belantara Foundation meyakini bahwa perpaduan antara riset, inovasi, dan kearifan lokal dapat melahirkan solusi bernilai ekonomi tinggi tanpa mengorbankan kelestarian alam," beber dia.

Baca juga: Begini Nasib Hewan dan Tumbuhan Pasca Ledakan Nuklir Chernobyl

Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Hadi Sukadi Alikodra menjelaskan bahwa bioprospeksi merupakan penelusuran dan investigasi sistematis terhadap senyawa kimia baru, bahan aktif, gen, protein, maupun informasi genetik lain yang memiliki nilai ekonomi.

Ia menyampaikan, komersialisasi bioprospeksi dapat memperkuat ekonomi nasional secara berkelanjutan karena dilakukan dengan prinsip kehati-hatian serta tetap menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.

“Dari sistem royalti yang dihasilkannya, bioprospeksi dapat menjadi dukungan finansial bagi perlindungan hutan dan masyarakat hukum adat, sekaligus menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekonomi masyarakat, dan menambah devisa negara,” tutur Hadi.

Sementara itu, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A A Teguh Sambodo, menegaskan pengembangan bioekonomi bukan hanya transformasi ekonomi, melainkan juga transformasi sosial yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat.

Transformasi dari sumber daya hayati menuju bioeconomy ekonomi berbasis hayati memerlukan kerja sama lintas sektor antara pemerintah dengan akademisi, dunia usaha, masyarakat lokal dan adat, serta media.

“Pengembangan bioprospeksi harus dilakukan secara terintegrasi mulai dari penguatan eksplorasi dan basis data biodiversitas, riset dan validasi senyawa bioaktif, konservasi berbasis daya dukung lingkungan, penerapan mekanisme akses dan pembagian manfaat yang adil, hingga penguatan tata kelola dan pembiayaan inovatif,” ungkap Teguh.

Dia menambahkan, arah kebijakan tersebut telah diatur dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, RPJMN 2025–2029, dan Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045 sebagai bagian dari agenda pembangunan hijau dan penguatan bioekonomi nasional.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau