Sejauh ini, pemerintah tengah mendorong pengembangan bioprospeksi sektoral melalui berbagai inisiatif seperti Peta Jalan Blue Economy Indonesia 2025–2045, Peta Jalan Hilirisasi Rempah 2025–2045, hingga penguatan industri bioteknologi berbasis sumber daya hayati.
Rektor Universitas Pakuan, Didik Notosudjono menyatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan bioekonomi melalui riset biodiversitas lokal yang menghasilkan inovasi aplikatif bagi masyarakat dan industri.
Baca juga: Belajar dari Rwanda, Konservasi Gorila Kini Jadi Sumber Devisa
Menurut dia, kampus perlu bertransformasi menjadi perguruan tinggi berdampak yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan melalui penguatan riset dan kolaborasi multipihak.
Kegiatan BLS Eps.15 digelar dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026 yang mengusung tema Acting Locally for Global Impact. Acara ini juga didukung sejumlah mitra dan tujuh perguruan tinggi lain yang menggelar kegiatan “Nonton dan Belajar Bareng” bagi mahasiswa dan dosen di masing-masing kampus.
Melalui forum ini, Universitas Pakuan dan Belantara Foundation berharap penguatan kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat pemanfaatan biodiversitas Indonesia secara lestari, adil, dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan ekonomi hijau nasional.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya