TANGERANG, KOMPAS.com - PT Semen Indonesia Group (SIG) mengolah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan oleh ratusan perusahaan, menjadi alternatif bahan bakar maupun alternatif bahan baku untuk produksi semen.
Proses tersebut dikerjakan oleh Nathabumi, Divisi Alternative Fuel and Raw Material dari PT Solusi Bangun Indonesia Tbk selaku anak usaha perseroan.
Nathabumi mengolah limbah B3 dari industri petrokimia, otomotif, farmasi, food and beverage (F&B), sampai Fast-Moving Consumer Goods (FMCG).
"Kami sudah bekerja sama dengan lebih dari 50 perusahaan, baik upstream (hulu) maupun downstream (hilir), termasuk juga dari perusahaan renewable energy, seperti panas bumi," ujar Koordinator West Sales Superintedent, Nathabhumi, Maulana Yusuf di booth-nya dalam 50th IPA Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Bisa Dipakai Tapi Dibuang: Masalah Besar Limbah Fast Fashion
Nathabumi mengolah berbagai jenis limbah B3 dari beragam industri. Limbah dari aktivitas industri yang diserahkan ke Nathabumi biasanya yang sudah tidak dapat dikelola sendiri oleh perusahaan terkait.
Limbah dimaksud di antaranya endapan lumpur yang tercampur minyak, air, serta sedimen dari proses industri atau perkapalan, hingga potongan kain perca bekas pakai yang terkontaminasi bahan kimia, seperti pelumas, oli, atau cat.
Nathabumi juga mengolah batuan formasi yang terangkat ke permukaan bumi akibat aktivitas pengeboran atau limbah drilling cutting dari industri migas.
Limbah drilling cutting masih mengandung mineral yang dapat menjadi alternatif bahan baku untuk produksi semen.
"Termasuk (mengolah limbah) dari limbah waste water treatment sludge (WWTP sludge / produk samping berupa endapan padat atau semi-padat yang dihasilkan selama proses pemurnian air limbah di IPAL)," tutur Maulana.
Menurut dia, Nathabumi juga mengelola limbah padat sisa pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), fly ash dan bottom ash (FABA) untuk dijadikan bahan baku alternatif dalam produksi semen.
Alternatif bahan baku lain dari limbah industri yang biasanya digunakan untuk mengurangi klinker dalam produksi semen adalah kapur, pasir silika, pasir besi, sampai tanah liat (clay).
"Nah, itu kami membantu dalam hal sustainability ketersediaan bahan baku dengan menggantikannya dari limbah B3 atau non-B3 tadi yang mempunyai nilai mineral content," ucapnya.
Selain itu, Nathabumi juga mengolah sampah dari 21 provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia untuk dijadikan refuse-derived fuel (RDF) sebagai alternatif bahan bakar.
Baca juga: Memanfaatkan Limbah Kulit Kayu Eucalyptus untuk Filter Penangkap CO2
Dengan memanfaatkan mengelola limbah B3 dan sampah melalui metode co-processing, Nathabumi saat ini sudah mensubstitusi penggunaan batu bara dan pengurangan kandungan klinker sebesar 10-15 persen dalam proses pembakaran atau co-firing di pabrik semen.
"Untuk penggunaan limbah sebagai substitusi alternatif bahan baku atau alternatif bahan bakar di perizinan kami itu diperbolehkan hingga 20 persen ya. Yang telah kami lakukan saat ini kurang lebih sudah mencapai 10-15 persen," ujar Maulana.
Contoh limbah drilling cutting yang dipamerkan di booth Nathabumi dalam acara 50th IPA Convention and Exhibition 2026 di Tangerang, Rabu (20/5/2026). Limbah drilling cutting masih mengandung mineral yang dapat menjadi alternatif bahan baku untuk produksi semen. Limbah drilling cutting juga masih mengandung minyak yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif bahan baku untuk menggantikan baru bara. Drilling cutting merupakan limbah dari aktivitas pengeboran dalam industri migas.Ke depannya, Maulana berharap, persentase limbah dari industri dan rumah tangga yang dapat terkelola Nathabumi menjadi substitusi alternatif bahan baku maupun alternatif bahan bakar semakin besar. Ia memperkirakan, saat ini kapasitas pengolahan limbah di Nathabumi sudah mampu mensubtitusi alternatif bahan baku dan alternatif bahan bakar sekitar 20 persen dalam produksi semen.
"Ya, kami tentunya perlu tahapan mengarah ke yang lebih baik atau ke
yang lebih banyak. Kembali lagi ke masalah kesadaran penghasil limbah atau penghasil sampah juga untuk bisa men-support atau menyadari terkait aturan maupun regulasi terhadap pengelolaan limbah dan sampah ini ke depannya," ucapnya.
Pemanfaatan alternatif bahan bakar dan alternatif bahan baku melalui pengelolaan limbah tersebut menjadi bagian dari dekarboniasi dalam produksi semen.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya