Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meriahkan Waisak 2026, DKI Jakarta Wujudkan Kota Inklusif lewat "Illumination of Jakarta, Glow of Peace"

Kompas.com, 30 Mei 2026, 18:54 WIB
Add on Google
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

 

KOMPAS.com - Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) Tahun 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan "Illumination of Jakarta, Glow of Peace" di Bundaran HI pada 28 Mei hingga 1 Juni 2026.

Rangkaian acara ini yang digelar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta ini menjadi langkah nyata Jakarta mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dalam menciptakan kota inklusif, aman, dan damai bagi semua lapisan masyarakat.

Kolaborasi yang dijalin bersama Permabudi (Persatuan Umat Buddha Indonesia) dan Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) ini menghadirkan prosesi doa bersama, pertunjukan seni, dekorasi beautifikasi kota bertema Waisak, hingga instalasi cahaya.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai kegiatan spiritual, budaya, dan sosial yang melibatkan umat Buddha, komunitas lintas agama, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat umum.

Sinergi ini tidak hanya mempererat kohesi sosial, tetapi juga diharapkan menggerakkan roda ekonomi lokal melalui atraksi budaya yang menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Memperingati Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) Tahun 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan Illumination of Jakarta, Glow of Peace di Bundaran HI pada 28 Mei hingga 1 Juni 2026.DOK. Disparekraf Jakarta Memperingati Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) Tahun 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan Illumination of Jakarta, Glow of Peace di Bundaran HI pada 28 Mei hingga 1 Juni 2026.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata, menyampaikan bahwa momentum Waisak tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk mempererat toleransi dan memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang menghargai keberagaman.

“Perayaan Waisak 2026 menjadi bagian penting dalam memperlihatkan wajah Jakarta sebagai kota yang terbuka, damai, dan penuh semangat kebersamaan," tegas Andhika Permata.

"Melalui kolaborasi lintas sektor, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman budaya dan spiritual yang berkesan bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta,” ujarnya.

Mendukung pilar lingkungan dan sosial perkotaan, Lucky Wulandari selaku Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi menambahkan, sebagai bagian dari rangkaian perayaan, Dinas Parekraf Provinsi DKI Jakarta turut mendukung pengembangan elemen visual dan atraksi kreatif pada area publik guna menghadirkan suasana perayaan lebih atraktif dan humanis.

Memperingati Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) Tahun 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan Illumination of Jakarta, Glow of Peace di Bundaran HI pada 28 Mei hingga 1 Juni 2026.DOK. Disparekraf Jakarta Memperingati Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) Tahun 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan Illumination of Jakarta, Glow of Peace di Bundaran HI pada 28 Mei hingga 1 Juni 2026.

"Kehadiran instalasi seni dan pencahayaan tematik di Bundaran HI, Jakarta diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata kota sekaligus memperkuat pesan perdamaian dan cinta kasih yang menjadi nilai utama Hari Raya Waisak," ujarnya.

Baca juga: Sukses Tekan Pengangguran, 3 Kota di Sulawesi Raih Penghargaan Pemda Berprestasi 2026

Melalui penyelenggaraan ini, Pemprov DKI membuktikan bahwa pembangunan kota global tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, melainkan juga pada pembangunan manusia yang toleran.

Diharapkan masyarakat dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan keharmonisan, sekaligus menjadikan Jakarta sebagai ruang bersama yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Boros Energi, Ahli Desak Konsumen Gunakan Pendingin Alternatif
Boros Energi, Ahli Desak Konsumen Gunakan Pendingin Alternatif
Pemerintah
Meriahkan Waisak 2026, DKI Jakarta Wujudkan Kota Inklusif lewat 'Illumination of Jakarta, Glow of Peace'
Meriahkan Waisak 2026, DKI Jakarta Wujudkan Kota Inklusif lewat "Illumination of Jakarta, Glow of Peace"
Pemerintah
Amazon, Google, Meta, dan Microsoft Kompak Investasi Teknologi Ramah Lingkungan
Amazon, Google, Meta, dan Microsoft Kompak Investasi Teknologi Ramah Lingkungan
Pemerintah
Batasi Medsos Dinilai Tak Efektif, PBB Desak Platform Lebih Aman untuk Anak
Batasi Medsos Dinilai Tak Efektif, PBB Desak Platform Lebih Aman untuk Anak
Pemerintah
Pagi Ini, Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berpolusi di Dunia
Pagi Ini, Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berpolusi di Dunia
Swasta
Perkuat Biodiversitas, Nuanu Creative City Tanam 1.000 Pohon Lokal
Perkuat Biodiversitas, Nuanu Creative City Tanam 1.000 Pohon Lokal
LSM/Figur
Bukit Asam Catat Lonjakan Emisi Operasional Batu Bara dalam 5 Tahun Terakhir
Bukit Asam Catat Lonjakan Emisi Operasional Batu Bara dalam 5 Tahun Terakhir
BUMN
Perempuan Lebih Rentan di Lingkungan Kerja 'Toxic'
Perempuan Lebih Rentan di Lingkungan Kerja "Toxic"
Swasta
Studi Sebut Swasembada Saja Tak Cukup Cegah Krisis Pangan Global
Studi Sebut Swasembada Saja Tak Cukup Cegah Krisis Pangan Global
Pemerintah
Suhu Bumi Diprediksi Naik 1,9 Derajat C pada Tahun 2030
Suhu Bumi Diprediksi Naik 1,9 Derajat C pada Tahun 2030
Pemerintah
Emiten Energi Fosil Raup Keuntungan Fantastis, Saatnya 'Windfall Tax' Diterapkan
Emiten Energi Fosil Raup Keuntungan Fantastis, Saatnya "Windfall Tax" Diterapkan
LSM/Figur
Pengamat: Lingkungan Kerja 'Toxic' karena Supervisor jadi 'Raja Kecil'
Pengamat: Lingkungan Kerja "Toxic" karena Supervisor jadi "Raja Kecil"
Swasta
Dana Iklim Negara Maju Melampaui Target, Capai Lebih Rp1.787 Triliun
Dana Iklim Negara Maju Melampaui Target, Capai Lebih Rp1.787 Triliun
Pemerintah
Industri Mulai Lirik ke PLTS Demi Jaga Bisnis Tetap Jalan
Industri Mulai Lirik ke PLTS Demi Jaga Bisnis Tetap Jalan
Swasta
Laporan BNEF: Perdagangan Energi Bersih Global Tembus Rp 8.564 Triliun
Laporan BNEF: Perdagangan Energi Bersih Global Tembus Rp 8.564 Triliun
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau