Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
Namun, investasi dan teknologi tidak akan mencapai hasil maksimal tanpa adanya tata kelola yang baik.
Kepastian dalam regulasi, koordinasi antar lembaga, serta dukungan dari pemerintah daerah juga merupakan faktor yang sama pentingnya dengan aspek keuangan.
Salah satu rintangan utama dalam ekonomi sirkular sebenarnya bukan terletak pada aspek teknis, melainkan pada transformasi cara berpikir.
Selama bertahun-tahun, sampah hanya dilihat sebagai masalah kebersihan. Akibatnya, kebijakan lebih banyak terfokus pada pengangkutan dan pembuangan.
Namun, dari sudut pandang ekonomi sirkular, sampah diakui sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.
Baca juga: Fenomena Frugal Living dan Kelas Menengah Tertekan
Plastik bisa didaur ulang menjadi bahan baku untuk industri, limbah organik dapat diubah menjadi kompos atau energi, sementara berbagai jenis material lainnya bisa kembali dimanfaatkan dalam proses produksi.
Perubahan cara pandang ini memerlukan partisipasi dari semua pihak, mulai dari pemerintah, pelaku bisnis, hingga masyarakat.
Tanpa adanya perubahan dalam perilaku dan pola konsumsi, pengembangan ekonomi sirkular akan menghadapi kesulitan untuk mencapai potensi maksimalnya.
Kerja sama Indonesia dan Singapura di bidang ekonomi sirkular menunjukkan bahwa isu keberlanjutan semakin menjadi bagian penting dari agenda pembangunan masa depan.
Namun keberhasilan ekonomi sirkular tidak ditentukan oleh banyaknya kesepakatan kerja sama yang ditandatangani ataupun jumlah regulasi yang diterbitkan.
Keberhasilan sesungguhnya terletak pada kemampuan mengubah sampah menjadi sumber daya yang bernilai melalui tata kelola yang efektif, dukungan pembiayaan yang memadai, serta partisipasi aktif masyarakat.
Ketika limbah tidak lagi dipandang sebagai akhir dari sebuah proses ekonomi, melainkan sebagai awal dari siklus ekonomi baru, saat itulah ekonomi sirkular benar-benar dapat menjadi fondasi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya