Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Akses terhadap pendidikan keuangan yang inklusif dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kemandirian generasi muda penyandang disabilitas, terutama di tengah tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi kelompok tersebut.
Kepala Subkelompok Pengembangan Peserta Didik dan Karakter (PDPK) Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Fitrianti, mengatakan literasi keuangan merupakan keterampilan dasar yang perlu dimiliki generasi muda untuk mempersiapkan masa depan dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Menurut dia, akses yang setara terhadap pendidikan, termasuk pendidikan finansial, perlu diperluas agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Baca juga: Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta dari Selada Hidroponik
“Literasi keuangan merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi muda untuk mendukung kemandirian mereka di masa depan,” ujar Fitrianti dalam kegiatan edukasi finansial bagi pelajar penyandang disabilitas di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti siswa tingkat SMP dan SMA dari sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di DKI Jakarta, termasuk Yayasan Kursi Roda dan Pusat Persahabatan Asia Indonesia (WAFCAI), SLBN 8 Jakarta Utara, dan SLBN 9 Jakarta.
Program edukasi keuangan dirancang dengan pendekatan yang lebih interaktif melalui studi kasus dan diskusi kelompok. Para peserta diajak mempelajari cara mengelola keuangan, menyusun prioritas pengeluaran, hingga memahami dasar-dasar pengambilan keputusan finansial.
Selain sesi pembelajaran, peserta juga mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang dirancang agar dapat diakses oleh penyandang disabilitas dengan beragam kebutuhan.
Upaya peningkatan literasi keuangan dinilai semakin relevan di tengah tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi generasi muda. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,26 juta orang pada Februari 2025. Sementara itu, data International Labour Organization (ILO) mencatat masih terdapat sekitar 65 juta anak muda di dunia yang belum bekerja.
Country Head of Public Affairs Citi Indonesia Hario Widyananto mengatakan peningkatan kemampuan mengelola keuangan dapat membantu generasi muda mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.
Baca juga: Citi Foundation Gandeng YCAB Kolaborasi Perkuat Akses Kerja bagi Anak Muda dan Disabilitas
“Literasi keuangan dapat membantu generasi muda, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan untuk berpartisipasi lebih luas dalam kehidupan ekonomi,” kata Hario.
Senada, Chief Operating Officer YCAB Foundation Linda Sukandar menilai pendidikan keuangan yang inklusif dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kepercayaan diri dan kemandirian penyandang disabilitas.
“Melalui lokakarya ini, kami berharap remaja penyandang disabilitas dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan finansial yang dapat mendukung kemandirian mereka, sekaligus membangun kepercayaan diri untuk berkembang dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan ekonomi,” ujar Linda.
Penguatan literasi keuangan bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif serta memperluas peluang partisipasi masyarakat dalam aktivitas sosial dan ekonomi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya