“BNI terus berkomitmen hadir dan berkontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia," kata Okki dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (8/5/2026).
Universitas Komputer Indonesia (Unikom) menjadi salah satu universitas yang menerima bantuan beasiswa dari BNI.
BNI menyalurkan beasiswa senilai total Rp 327 juta untuk 109 mahasiswa berprestasi Unikom pada semester genap Tahun Akademik 2025/2026.
Rektor Unikom Prof (HC) Dr Ir H Eddy Soeryanto Soegoto, MT, mengapresiasi BNI atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa Unikom.
Ia menilai, program beasiswa tersebut merupakan bukti nyata kolaborasi dunia pendidikan dan industri dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di kancah global.
“Program ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat luar biasa dari BNI dalam mendukung keberlangsungan studi mahasiswa. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BNI beserta seluruh jajaran yang telah berkenan memberikan beasiswa kepada mahasiswa Unikom,” ujar Prof Eddy dalam seremoni penyerahan beasiswa di Smart Building Unikom, Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/6/2026).
Selain melalui penyaluran beasiswa, BNI juga berpartisipasi dalam program Sekolah Rakyat, salah satu program prioritas pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Seperti diketahui, Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis berkonsep sekolah berasrama yang digagas Presiden Prabowo untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026), Presiden Prabowo menyebut Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya negara memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya kelompok rentan.
Presiden Prabowo Subianto memeluk salah seorang siswa SRMP 17 Tabanan, Bali, Gede Bagus Abimanyu saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu (7/6/2026)Dalam program tersebut, BNI mendukung penguatan ekosistem layanan keuangan inklusif dan tata kelola administrasi sekolah berbasis digital.
Dukungan itu mencakup penyediaan Agen46 Mini Bank, pembukaan rekening siswa, serta Kartu Siswa untuk absensi elektronik.
BNI juga menyiapkan sistem pengelolaan penyaluran dana dari Kementerian Sosial ke sekolah, gaji guru, transaksi mitra sekolah, seperti katering dan binatu, serta dasbor monitoring keuangan sekolah.
Adapun seluruh layanan tersebut akan difasilitasi secara nontunai melalui QRIS dan BNIdirect.
Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho mengatakan, keterlibatan BNI dalam program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya perseroan dalam mendukung pemerataan pendidikan melalui layanan keuangan yang inklusif.
“BNI ingin memastikan pengelolaan administrasi pendidikan di Sekolah Rakyat berjalan modern, transparan, dan efisien,” ujar Eko.
Melalui beasiswa dan keterlibatan dalam program Sekolah Rakyat, perseroan berupaya membantu pemerataan pendidikan agar menjangkau lebih banyak anak di berbagai wilayah Indonesia.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya