Di tengah gelombang panas ekstrem di Eropa, produk-produk China yang praktis dan mudah digunakan ini berhasil mengisi celah pasar yang penting sekaligus memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat di sana.
Cui Hongjian, seorang profesor di Beijing Foreign Studies University, menyampaikan China memiliki rantai industri yang lengkap dan daya saing manufaktur yang kuat.
Hal ini memberikan keuntungan perdagangan yang saling melengkapi bagi Eropa, dan China dipastikan tidak akan kesulitan memenuhi lonjakan permintaan tersebut.
Kendati demikian Eropa sekarang mulai mengambil tindakan membatasi barang impor dalam perdagangannya dengan Cina.
Cui menambahkan bahwa Uni Eropa seharusnya membuang tindakan pembatasan tersebut, menghormati aturan pasar serta pilihan bebas konsumen. Uni Eropa juga perlu menjaga kerja sama perdagangan yang terbuka dan adil agar bisa menciptakan keuntungan bersama, baik bagi konsumen di Eropa maupun produsen di China.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya