Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Program PHINLA Ubah 283 Ton Sampah Jadi Sumber Pendapatan Warga Jakarta

Kompas.com, 18 Juli 2026, 13:16 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Program PHINLA (Philippines, Indonesia, Sri Lanka) berhasil mengubah lebih dari 283 ton sampah menjadi sumber pendapatan masyarakat sekaligus mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas di Jakarta.

Melalui program tersebut, warga didorong untuk memilah sampah dari rumah, kemudian menyetorkannya ke bank sampah sebagai tabungan yang dapat memberikan nilai ekonomi.

Sejak berjalan pada 2024, Program PHINLA telah mengumpulkan lebih dari 283.152 kilogram sampah dengan melibatkan 2.876 anggota aktif dan mendampingi 24 bank sampah di Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu.

Baca juga: Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh dari Sekolah dan Menjangkau Masyarakat

Dari hasil pengelolaan sampah tersebut, masyarakat memperoleh pendapatan lebih dari Rp 100 juta.

Program ini juga membentuk 44 kelompok simpan pinjam berbasis komunitas, meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah, serta melatih 80 kader advokasi di 11 desa dan kelurahan.

Program Director Wahana Visi Indonesia (WVI), Eben Ezer Sembiring, mengatakan pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama anak-anak.

"Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal. Kami masih melihat banyak anak di Jakarta hidup dalam lingkungan yang kurang sehat akibat tingginya produksi sampah, rendahnya pengelolaan sampah dari sumber, serta padatnya permukiman," ujar Eben dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Eben, pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat membantu mengurangi risiko banjir sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga.

Data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang mencapai rata-rata 7.354 ton per hari atau sekitar 2,68 juta ton setiap tahun.

Besarnya timbulan sampah tersebut, menurut Eben, menunjukkan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sejak dari tingkat rumah tangga.

"Permasalahan sampah di DKI Jakarta telah berkembang menjadi tantangan lingkungan, kesehatan, dan sosial yang semakin mendesak," katanya.

Program PHINLA dijalankan oleh Wahana Visi Indonesia bersama Divers Clean Action dengan dukungan Pemerintah Jerman melalui Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ).

Kebutuhan anak

Selain memperkuat pengelolaan sampah berbasis komunitas, program ini juga terintegrasi dengan Asosiasi Simpan Pinjam untuk Kesejahteraan Anak (ASKA) guna membantu pengelolaan keuangan keluarga sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan anak, termasuk pendidikan.

Sebagai bagian dari implementasi program, perwakilan Kedutaan Besar Jerman di Jakarta juga mengunjungi lokasi dampingan PHINLA di Jakarta Utara dan Jakarta Timur untuk melihat perkembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Baca juga: Jakarta Jadi Barometer Keberhasilan Kebijakan Tanggung Jawab Produsen Atasi Sampah

Counsellor for Development Cooperation Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Angelika Stauder, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Cerita Satwa Liar yang Menemukan Ruang Hidup di Hutan Konservasi Solok Selatan
Cerita Satwa Liar yang Menemukan Ruang Hidup di Hutan Konservasi Solok Selatan
Swasta
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
BrandzView
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Swasta
Satwa Liar Terjepit Erupsi Gunung, Ancaman Kepunahan dan Risiko Berkonflik dengan Manusia
Satwa Liar Terjepit Erupsi Gunung, Ancaman Kepunahan dan Risiko Berkonflik dengan Manusia
LSM/Figur
Air Hujan Pasca Erupsi Gunung Berapi, Pakar IPB Ingatkan Jernih Belum Tentu Aman
Air Hujan Pasca Erupsi Gunung Berapi, Pakar IPB Ingatkan Jernih Belum Tentu Aman
LSM/Figur
Peta Global Ungkap Dari Mana Asal Emisi Petrokimia Terbesar Dunia
Peta Global Ungkap Dari Mana Asal Emisi Petrokimia Terbesar Dunia
Pemerintah
Perdagangan Global Menyumbang 35 Persen Emisi Karbon UE pada 2023
Perdagangan Global Menyumbang 35 Persen Emisi Karbon UE pada 2023
Pemerintah
Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata
Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata
Swasta
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Swasta
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Pemerintah
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
BUMN
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Pemerintah
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Pemerintah
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau