Penulis
Adviser Kitong Bisa Foundation, Rachel Mambrasar, menilai keluarga merupakan fondasi pembangunan ekonomi desa karena setiap rumah tangga memiliki kondisi, potensi, dan kebutuhan yang berbeda.
"Perencanaan ekonomi yang disusun berdasarkan kondisi setiap keluarga akan lebih realistis untuk dijalankan. Ketika keluarga mampu mengelola keuangan dan mengembangkan usaha secara bertahap, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh rumah tangga, tetapi juga dapat memperkuat ekonomi kampung," katanya.
Sejumlah kepala kampung dan tokoh masyarakat di Kabupaten Sarmi menyampaikan, pendampingan membantu masyarakat memahami pengelolaan keuangan keluarga sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas unggulan melalui demplot yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bersama.
Meski angka kemiskinan di Papua menunjukkan tren membaik dalam beberapa tahun terakhir, tantangan pembangunan ekonomi masyarakat perdesaan masih membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Selain pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan dasar, penguatan kapasitas ekonomi keluarga dinilai menjadi salah satu fondasi penting agar masyarakat mampu membangun sumber penghidupan yang lebih produktif.
Keberhasilan pendekatan ini bergantung pada kesinambungan pendampingan, evaluasi hasil di lapangan, serta sinergi pemerintah dan mitra memastikan setiap intervensi menghasilkan perubahan dalam bentuk peningkatan kesejahteraan dan penurunan kemiskinan secara berkelanjutan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya