“Inilah yang kita maksud ketika menyebut hilirisasi sebagai salah satu mesin transformasi ekonomi di Indonesia,” ucapnya.
Meski pemerintah melihat hilirisasi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru, manfaatnya di tingkat daerah belum tentu dirasakan secara merata oleh masyarakat lokal.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Green Transition Initiative (GTI) Imaduddin Abdullah mengatakan, kondisi tersebut terlihat dari perkembangan industri hilirisasi nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Berdasarkan analisis INDEF GTI menggunakan metode Difference in Difference, keberadaan smelter di Morowali memang meningkatkan pendapatan pekerja sekitar 10 persen dan memperluas akses terhadap perlindungan sosial sekitar 2,4 persen.
Namun, peningkatan tersebut belum diikuti penciptaan lapangan kerja yang signifikan bagi masyarakat lokal.
“Proporsi pekerja tetap maupun pekerja terdidik juga tidak meningkat secara signifikan. Artinya manfaatnya terkonsentrasi pada sebagian pekerja yang sudah masuk ke kawasan industri, bukan menciptakan kesempatan kerja baru bagi masyarakat lokal,” ujar Imaduddin.
Baca juga: Industri Nikel, Hilangnya Peran Lokal, dan Timpangnya Dana Bagi Hasil
Menurut dia, kontribusi industri terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Tengah memang meningkat tajam sejak 2018.
Namun, peningkatan tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan penguatan keterkaitan ekonomi antara kawasan industri dan sektor-sektor ekonomi lokal.
Kondisi ini menunjukkan bahwa besarnya investasi dan kontribusi industri terhadap perekonomian daerah belum otomatis menjamin pemerataan manfaat hilirisasi bagi masyarakat sekitar.
Dengan demikian, tantangan hilirisasi ke depan bukan hanya membangun lebih banyak fasilitas pengolahan mineral di luar Jawa, tetapi juga memastikan terbentuknya keterkaitan ekonomi yang lebih kuat dengan masyarakat dan sektor usaha lokal.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya