Editor
KOMPAS.com - Institut Pertanian Bogor (IPB) University memperkuat kolaborasi internasional dalam mendorong ketahanan iklim dan pengelolaan sektor agrifood yang berkelanjutan melalui The 9th Summer Course on Sustainable Agrifood Management in Indonesia (SAMI) 2026.
Program yang diselenggarakan Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University tersebut mempertemukan 125 peserta dari 37 universitas yang berasal dari 20 negara.
Mengangkat tema "Building Climate Resilience and Sustainable Agrifood Management through ESG", SAMI 2026 berlangsung sejak 27 Juli 2026 melalui rangkaian pembelajaran daring dan luring, penugasan proyek, serta pengalaman lapangan di sejumlah lokasi di Jawa Barat.
Baca juga: IPB Latih Warga Olah Ikan Nila dan Pemasaran Berbasis AI
Program tersebut dirancang untuk memberikan perspektif yang lebih luas mengenai tantangan sistem agrifood, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim dan tuntutan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Salah satu bagian penting dalam SAMI 2026 adalah rangkaian site visit yang membawa peserta melihat berbagai praktik di lapangan.
Total terdapat sembilan lokasi yang dikunjungi peserta, mulai dari lingkungan IPB University hingga berbagai lokasi di Bogor dan Garut.
Peserta juga mengunjungi Science and Technology Park (STP) IPB University untuk melihat pengembangan inovasi dan teknologi.
Perspektif yang diperoleh selama program kemudian diterapkan peserta melalui proyek kelompok dan Final Essay Presentation.
Ketua Departemen Manajemen FEM IPB University, Eko Ruddy Cahyadi, menyampaikan bahwa program tersebut menghasilkan 20 presentasi esai kelompok. Setiap kelompok dinilai oleh sedikitnya dua reviewer.
"Pembelajaran dalam SAMI 2026 tidak berhenti pada kegiatan pertukaran pengetahuan, tetapi juga mendorong peserta menghasilkan gagasan yang dapat merespons tantangan sistem agrifood," kata Eko Ruddy Cahyadi dalam keterangan resmi dikutip Senin (17/8/2026).
Direktur Direktorat Pendidikan Internasional IPB University, Raden Dikky Indrawan, mengatakan keberlanjutan dan kolaborasi internasional menjadi bagian penting dalam pelaksanaan SAMI.
Menurut dia, summer course juga menjadi salah satu sarana untuk memperluas keterlibatan mahasiswa internasional dalam lingkungan akademik IPB University.
"Melalui pertemuan peserta dari berbagai negara, program tersebut membuka ruang pertukaran perspektif mengenai pengelolaan agrifood dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi setiap negara," ujar dia.
Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan karena ketahanan sistem pangan dan agrifood tidak hanya menghadapi persoalan produksi, tetapi juga perubahan iklim, tuntutan keberlanjutan, serta kebutuhan untuk membangun tata kelola yang lebih bertanggung jawab.
Dengan mempertemukan perspektif dari berbagai negara dan menghubungkannya dengan praktik di Indonesia, SAMI 2026 diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi lanjutan dalam pengembangan agrifood berkelanjutan.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya