Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Sekadar Teknologi Canggih, Inilah 'Fondasi Tak Kasatmata' Keselamatan PLTN

Kompas.com, 18 Agustus 2026, 15:02 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Pertama, penelitian radiokimia untuk memvalidasi data primer mengenai radiolisis air pada temperatur tinggi dan iradiasi neutron cepat melalui parameter nilai-G dan kinetika reaksi.

Kedua, surveillance lapangan dan aging management, terutama melalui basis data degradasi material yang diperoleh dari pengalaman operasi RSG-GAS di lingkungan tropis.

Baca juga: Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN

Ketiga, adaptasi hasil penelitian menuju teknologi reaktor generasi lanjut, termasuk High Temperature Gas-cooled Reactor (HTGR), Reaktor Daya Eksperimental (RDE), dan Small Modular Reactor (SMR).

Deteksi sebelum menjadi risiko

Geni kemudian memperkenalkan konsep Predictive Coolant Chemistry sebagai pendekatan untuk meningkatkan keselamatan pengelolaan kimia pendingin reaktor.

Pendekatan tersebut mengintegrasikan data radiolisis, basis data degradasi material, sensor real-time, analitik, kecerdasan buatan, dan digital twin.

Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan kimia pendingin tidak lagi hanya dilakukan setelah suatu parameter melewati batas operasi. Sistem diarahkan untuk membaca kecenderungan perubahan sejak munculnya gejala awal.

Dengan demikian, potensi anomali dapat teridentifikasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar terhadap sistem reaktor.

“Artinya, riset kimia pendingin tidak lagi berhenti di laboratorium. Ia menjadi dasar keselamatan, desain, regulasi, dan kebijakan nasional,” ucapnya.

Menurut Geni, pendekatan tersebut menjadi semakin relevan seiring rencana pengembangan teknologi nuklir, termasuk PLTN dan SMR, di Indonesia.

Tantangan Indonesia menuju PLTN

Geni menilai kesiapan Indonesia menuju pengembangan PLTN dan SMR tidak cukup hanya dengan menguasai teknologi reaktor. Indonesia juga harus memiliki kemampuan nasional untuk mengatur, mengawasi, dan memverifikasi aspek keselamatan teknologi tersebut.

Ia menyebut setidaknya ada tiga fondasi yang perlu diperkuat.

Pertama, regulasi yang mandiri dan berbasis data, termasuk data radiolisis, korosi, dan degradasi material.

Kedua, penguatan BRIN sebagai Technical Support Organization (TSO) nasional yang dapat melakukan verifikasi terhadap klaim keselamatan yang disampaikan oleh vendor teknologi reaktor.

Ketiga, pembangunan kepercayaan publik melalui komunikasi mengenai keselamatan nuklir yang transparan, terukur, mudah dipahami, dan berbasis sains.

Baca juga: Buka Data, BRIN Sebut PLTN Lebih Irit dari Batu Bara dan Siap Dukung EV

“Keselamatan nuklir tidak berhenti pada kata-kata saja. Tetapi harus dapat diukur, diverifikasi, dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” ujar Geni.

Menurutnya, tata kelola kimia pendingin merupakan bagian dari fondasi kesiapan Indonesia menuju pemanfaatan teknologi nuklir untuk mendukung kemandirian energi.

Hal-hal yang tidak terlihat secara kasatmata, seperti radikal kimia, perubahan kondisi redox, dan korosi pada material, dapat menjadi indikator awal kondisi sistem reaktor.

Melalui pengukuran, pemodelan, dan pemanfaatan teknologi digital, perubahan tersebut dapat dipantau sehingga potensi masalah dapat diketahui lebih awal.

“Karena itu, keselamatan adalah fondasi, sains adalah kekuatan, dan kemandirian adalah tujuan,” tutur Geni.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Limbah Jagung dan Daun Pepaya Diolah Jadi Penangkal Nyamuk Malaria
Limbah Jagung dan Daun Pepaya Diolah Jadi Penangkal Nyamuk Malaria
LSM/Figur
Bukan Sekadar Teknologi Canggih, Inilah 'Fondasi Tak Kasatmata' Keselamatan PLTN
Bukan Sekadar Teknologi Canggih, Inilah 'Fondasi Tak Kasatmata' Keselamatan PLTN
LSM/Figur
Kepedulian Lingkungan Perusahaan Berdampak Positif pada Performa Finansial
Kepedulian Lingkungan Perusahaan Berdampak Positif pada Performa Finansial
Pemerintah
Perusahaan Global Terancam Tagihan Karbon Sebesar Rp24.908 Triliun
Perusahaan Global Terancam Tagihan Karbon Sebesar Rp24.908 Triliun
Pemerintah
Poliester Daur Ulang Dinilai Gagal Atasi Masalah Sampah Tekstil Global
Poliester Daur Ulang Dinilai Gagal Atasi Masalah Sampah Tekstil Global
Pemerintah
Gelombang Panas Melanda, Pasokan Energi Surya Uni Eropa Naik 17 Persen
Gelombang Panas Melanda, Pasokan Energi Surya Uni Eropa Naik 17 Persen
Pemerintah
Emisi NOx Industri Nikel di Sulawesi-Maluku Lampaui Sumber Polusi Jabodetabek
Emisi NOx Industri Nikel di Sulawesi-Maluku Lampaui Sumber Polusi Jabodetabek
LSM/Figur
Studi Sebut Kekeringan Mengubah Pola Penyebaran Penyakit Menular
Studi Sebut Kekeringan Mengubah Pola Penyebaran Penyakit Menular
Pemerintah
Penyedia Fasilitas Kesehatan Belum Laporkan Pengelolaan 130.199 Ton Limbah B3 ke KLH
Penyedia Fasilitas Kesehatan Belum Laporkan Pengelolaan 130.199 Ton Limbah B3 ke KLH
Pemerintah
Ayam Hutan Indonesia Terancam Kehilangan Kemurnian Genetik akibat Perburuan dan Persilangan
Ayam Hutan Indonesia Terancam Kehilangan Kemurnian Genetik akibat Perburuan dan Persilangan
LSM/Figur
Karhutla Global Musnahkan 4 Juta Hektar Hutan Tropis Lindung
Karhutla Global Musnahkan 4 Juta Hektar Hutan Tropis Lindung
Pemerintah
IPB University Tutup SAMI 2026, Kolaborasi untuk Agrifood Berkelanjutan jadi Fokus
IPB University Tutup SAMI 2026, Kolaborasi untuk Agrifood Berkelanjutan jadi Fokus
Pemerintah
70 persen Perusahaan Global Stop Beli Mobil Dinas Berbahan Bakar Fosil
70 persen Perusahaan Global Stop Beli Mobil Dinas Berbahan Bakar Fosil
Pemerintah
Dampak El Niño: 50 Juta Orang Terancam Kelaparan Akut dalam Waktu Dekat
Dampak El Niño: 50 Juta Orang Terancam Kelaparan Akut dalam Waktu Dekat
Pemerintah
Isu Kesehatan PBB: Ibu Masih Kurang Dukungan untuk  Menyusui
Isu Kesehatan PBB: Ibu Masih Kurang Dukungan untuk Menyusui
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau