KOMPAS.com - Pakar iklim James Hansen dari Columbia University di New York menyatakan bahwa fenomena super El Niño yang sedang berkembang saat ini telah melampaui rekor dari kejadian-kejadian sebelumnya, padahal puncaknya baru akan terjadi beberapa bulan lagi.
"El Niño telah berkembang pesat dan berada di tingkat yang sangat ekstrem. Ukuran standar El Niño telah melampaui level rekor sebelumnya dalam sejarah pencatatan data yang akurat, meskipun dampak terparahnya baru akan terasa beberapa bulan mendatang," katanya.
Melansir New Scientist, Jumat (21/8/2026) ada berbagai cara untuk mengukur El Niño. Hansen menilai ukuran terbaik adalah dengan melihat seberapa jauh suhu air laut di kedalaman hingga 300 meter di Pasifik tropis timur menjadi lebih hangat dari biasanya.
Baca juga: Pakar ITB Ingatkan Bahaya Eksploitasi Air akibat El Nino
“Ukuran acuan yang kami pilih, yaitu lonjakan suhu panas pada kedalaman 300 meter di Samudra Pasifik Khatulistiwa, sudah melampaui rekor super El Niño tahun 1997-98,” ungkapnya.
Ukuran yang lebih umum juga digunakan, bernama indeks Niño3.4, dihitung berdasarkan seberapa hangat suhu permukaan laut Samudra Pasifik dari titik rata-rata biasanya di wilayah garis lintang dan bujur tertentu.
“Indeks Niño3.4 yang umum ini juga sudah jauh melebihi angka-angka sebelumnya,” tambah Hansen.
Namun, Adam Scaife dari badan cuaca nasional Inggris Met Office menilai indeks Niño3.4 saat ini belum melewati rekor super El Niño sebelumnya.
“Kenaikan suhu di area Niño3.4 saat ini berada sekitar 2 derajat di atas normal. Angka ini sangat tinggi untuk periode sekarang, tetapi belum setinggi puncak El Niño tahun 1997/1998 yang mencapai sekitar 2,5 derajat,” kata Scaife.
Perbedaan pendapat mengenai indeks Niño3.4 ini sebagian bisa disebabkan karena indeks tersebut biasanya dihitung dari rata-rata per pergerakan tiga atau lima bulan. Sebaliknya, nilai harian Niño3.4 sempat menembus angka 2,75 derajat C pada awal bulan ini sebelum akhirnya turun sedikit.
"Dalam hal ini, saya setuju dengan James Hansen. Nilai Niño3.4 saat ini jelas merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah untuk periode bulan ini, dan diperkirakan akan terus bertahan seperti itu hingga akhir tahun," ungkap Daniel Swain dari California Institute for Water Resources.
Satu hal yang pasti bahwa fenomena super El Niño yang sedang berkembang ini akan segera melewati rekor-rekor sebelumnya dari segala indikator.
Baca juga: Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total Great Barrier Reef Akibat El Nino
"Saya belum pernah melihat tanda-tanda El Niño yang sekuat ini dalam prakiraan kami," ujar Scaife dalam pernyataan resminya.
"Jika prakiraan ini tepat, kondisi tahun 2026 akan jauh melebihi pengalaman El Niño yang pernah kita rasakan, begitu pula dampaknya terhadap iklim global," tambahnya.
Hayley Fowler dari Newcastle University di Inggris menilai fenomena ini bahkan bisa melampaui peristiwa bersejarah terdahulu yang diperkirakan jauh lebih dahsyat.
"Super El Niño yang sedang terbentuk di Pasifik ini kemungkinan besar akan menjadi yang terbesar yang pernah dicatat sejarah, menyamai atau melewati tingkat El Niño tahun 1877-1878. Peristiwa masa lalu itu memicu bencana meluas, termasuk kelaparan massal dan menyebabkan sekitar 50 juta kematian, terutama di wilayah Asia dan Amerika Selatan," jelas Fowler.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya