KOMPAS.com - Perempuan cenderung lebih mudah membentuk kelompok pertemanan yang erat di tempat kerja, menurut studi dari Durham University Business School yang dipublikasikan dalam jurnal Social Networks.
Studi tersebut menemukan bahwa karyawan perempuan lebih suka membangun pertemanan melalui kenalan yang sudah ada, sehingga membentuk jaringan pertemanan yang lebih luas di kantor.
Hubungan "teman dari teman" ini juga biasanya lebih banyak melibatkan sesama perempuan.
Sebaliknya, melansir Phys, Jumat (21/8/2026) laki-laki cenderung memilih pertemanan satu-lawan-satu yang lebih selektif dan jarang berteman lewat perantara kenalan.
Dalam studinya ini, para peneliti mengamati bagaimana pertemanan di tempat kerja berkembang secara berbeda antara pria dan wanita dengan memantau hampir 150 karyawan selama 10 bulan pertama mereka bekerja di sebuah perusahaan.
Baca juga: PBB: 1 Juta Perempuan Kehilangan Akses Bantuan Kemanusiaan
Para peserta disurvei sebanyak empat kali dan diminta menjelaskan hubungan pertemanan yang berhasil mereka bentuk di kantor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan cenderung lebih mengutamakan rasa pertemanan itu sendiri saat membangun hubungan di tempat kerja.
Hal ini menghasilkan kelompok pertemanan yang lebih kuat dan jaringan sosial yang saling terhubung di dalam perusahaan.
Sementara itu, laki-laki terlihat lebih pilih-pilih dalam membangun hubungan pertemanan.
Para peneliti menemukan bahwa karyawan pria lebih sering membentuk hubungan pertemanan secara individu dengan sesama pria.
Hubungan pertemanan pada pria ini biasanya terbentuk jika dianggap bisa mendukung tujuan pribadi atau karier profesional mereka.
Menurut tim peneliti, perbedaan pendekatan ini memengaruhi fungsi pertemanan di dalam tempat kerja.
Jaringan pertemanan perempuan terbukti lebih menjaga kestabilan dan keharmonisan perusahaan. Sementara itu, pertemanan pria tampak lebih berfokus pada keuntungan pribadi masing-masing.
Para peneliti menilai pola pertemanan ini bisa berdampak luas pada kesetaraan di tempat kerja, termasuk ketimpangan gaji antara laki-laki dan perempuan.
Baca juga: Terjebak Urusan Domestik Tanpa Gaji, Hambat Karier Jutaan Perempuan
Mereka menjelaskan bahwa lingkaran pertemanan perempuan cenderung memberikan lebih sedikit kesempatan untuk terhubung dengan orang-orang berpengaruh, sumber daya penting, atau relasi yang bisa menaikkan jabatan.
Sebaliknya, pertemanan pria yang lebih terencana ini cenderung lebih mudah menghasilkan keuntungan karier dan perlakuan istimewa di kantor.
Lebih lanjut, studi ini menekankan betapa pentingnya pertemanan di tempat kerja bagi kesejahteraan karyawan dan kinerja perusahaan.
Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa hubungan kerja yang erat dapat meningkatkan semangat kerja, produktivitas, dan ide-ide kreatif.
Para peneliti menyarankan agar perusahaan memberikan lebih banyak kesempatan bagi para staf untuk saling mengenal di lingkungan kerja.
Membuka ruang berinteraksi yang lebih luas diyakini dapat membantu karyawan menjalin pertemanan yang tidak hanya memberikan dukungan emosional, tetapi juga membawa manfaat bagi perjalanan karier mereka.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya