Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertemanan Perempuan di Kantor Berkontribusi pada Stabilitas Perusahaan

Kompas.com, 24 Agustus 2026, 11:30 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Perempuan cenderung lebih mudah membentuk kelompok pertemanan yang erat di tempat kerja, menurut studi dari Durham University Business School yang dipublikasikan dalam jurnal Social Networks.

Studi tersebut menemukan bahwa karyawan perempuan lebih suka membangun pertemanan melalui kenalan yang sudah ada, sehingga membentuk jaringan pertemanan yang lebih luas di kantor.

Hubungan "teman dari teman" ini juga biasanya lebih banyak melibatkan sesama perempuan.

Sebaliknya, melansir Phys, Jumat (21/8/2026) laki-laki cenderung memilih pertemanan satu-lawan-satu yang lebih selektif dan jarang berteman lewat perantara kenalan.

Dalam studinya ini, para peneliti mengamati bagaimana pertemanan di tempat kerja berkembang secara berbeda antara pria dan wanita dengan memantau hampir 150 karyawan selama 10 bulan pertama mereka bekerja di sebuah perusahaan.

Baca juga: PBB: 1 Juta Perempuan Kehilangan Akses Bantuan Kemanusiaan

Para peserta disurvei sebanyak empat kali dan diminta menjelaskan hubungan pertemanan yang berhasil mereka bentuk di kantor.

Pendekatan pertemanan yang berbeda

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan cenderung lebih mengutamakan rasa pertemanan itu sendiri saat membangun hubungan di tempat kerja.

Hal ini menghasilkan kelompok pertemanan yang lebih kuat dan jaringan sosial yang saling terhubung di dalam perusahaan.

Sementara itu, laki-laki terlihat lebih pilih-pilih dalam membangun hubungan pertemanan.

Para peneliti menemukan bahwa karyawan pria lebih sering membentuk hubungan pertemanan secara individu dengan sesama pria.

Hubungan pertemanan pada pria ini biasanya terbentuk jika dianggap bisa mendukung tujuan pribadi atau karier profesional mereka.

Menurut tim peneliti, perbedaan pendekatan ini memengaruhi fungsi pertemanan di dalam tempat kerja.

Jaringan pertemanan perempuan terbukti lebih menjaga kestabilan dan keharmonisan perusahaan. Sementara itu, pertemanan pria tampak lebih berfokus pada keuntungan pribadi masing-masing.

Dampak pada kesetaraan kerja

Para peneliti menilai pola pertemanan ini bisa berdampak luas pada kesetaraan di tempat kerja, termasuk ketimpangan gaji antara laki-laki dan perempuan.

Baca juga: Terjebak Urusan Domestik Tanpa Gaji, Hambat Karier Jutaan Perempuan

Mereka menjelaskan bahwa lingkaran pertemanan perempuan cenderung memberikan lebih sedikit kesempatan untuk terhubung dengan orang-orang berpengaruh, sumber daya penting, atau relasi yang bisa menaikkan jabatan.

Sebaliknya, pertemanan pria yang lebih terencana ini cenderung lebih mudah menghasilkan keuntungan karier dan perlakuan istimewa di kantor.

Lebih lanjut, studi ini menekankan betapa pentingnya pertemanan di tempat kerja bagi kesejahteraan karyawan dan kinerja perusahaan.

Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa hubungan kerja yang erat dapat meningkatkan semangat kerja, produktivitas, dan ide-ide kreatif.

Para peneliti menyarankan agar perusahaan memberikan lebih banyak kesempatan bagi para staf untuk saling mengenal di lingkungan kerja.

Membuka ruang berinteraksi yang lebih luas diyakini dapat membantu karyawan menjalin pertemanan yang tidak hanya memberikan dukungan emosional, tetapi juga membawa manfaat bagi perjalanan karier mereka.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Harga Gandum Terancam Naik 3 Kali Lipat Akibat Perubahan Iklim
Harga Gandum Terancam Naik 3 Kali Lipat Akibat Perubahan Iklim
Pemerintah
Perempuan Timur Indonesia dalam Transisi Energi
Perempuan Timur Indonesia dalam Transisi Energi
Pemerintah
Pertemanan Perempuan di Kantor Berkontribusi pada Stabilitas Perusahaan
Pertemanan Perempuan di Kantor Berkontribusi pada Stabilitas Perusahaan
Pemerintah
Minyak Sawit dari Lahan Bekas Karhutla 2026 Berisiko Tak Bisa Masuk Pasar Eropa
Minyak Sawit dari Lahan Bekas Karhutla 2026 Berisiko Tak Bisa Masuk Pasar Eropa
LSM/Figur
Super El Nino Berpotensi Ubah Pola Cuaca Ekstrem di 12 Kota Besar Asia
Super El Nino Berpotensi Ubah Pola Cuaca Ekstrem di 12 Kota Besar Asia
Pemerintah
Sektor Agribisnis Terancam Rugi Rp112,9 Triliun Akibat Biaya Air Tersembunyi
Sektor Agribisnis Terancam Rugi Rp112,9 Triliun Akibat Biaya Air Tersembunyi
Pemerintah
Cetak Rekor, El Niño Saat Ini Resmi Jadi Yang Terkuat dalam Sejarah
Cetak Rekor, El Niño Saat Ini Resmi Jadi Yang Terkuat dalam Sejarah
Pemerintah
Tekan Risiko Kebakaran Gambut, Sinergi Lintas Sektor di Cengal Diperkuat
Tekan Risiko Kebakaran Gambut, Sinergi Lintas Sektor di Cengal Diperkuat
Pemerintah
Pulihkan Pelayanan Pascabencana Sumatera, Kemendagri Konsolidasi Satu Data Desa
Pulihkan Pelayanan Pascabencana Sumatera, Kemendagri Konsolidasi Satu Data Desa
Pemerintah
APBN Harus Punya Alokasi Khusus Pemulihan dan Penanggulangan Bencana Iklim
APBN Harus Punya Alokasi Khusus Pemulihan dan Penanggulangan Bencana Iklim
LSM/Figur
Pemerintah Bersama Mercy Corps dan DBS Foundation Perkuat Literasi Finansial bagi Perempuan Pemilik UMKM
Pemerintah Bersama Mercy Corps dan DBS Foundation Perkuat Literasi Finansial bagi Perempuan Pemilik UMKM
Pemerintah
Dampak Ekspansi Panel Surya China, Keanekaragaman Burung Turun
Dampak Ekspansi Panel Surya China, Keanekaragaman Burung Turun
Pemerintah
Dari Limbah Jadi Material Masa Depan, MYCL dan Parongpong Bangun Ekonomi Sirkular
Dari Limbah Jadi Material Masa Depan, MYCL dan Parongpong Bangun Ekonomi Sirkular
Swasta
Biaya Transportasi dan Masalah Ekonomi Hambat Distribusi Pangan Dunia
Biaya Transportasi dan Masalah Ekonomi Hambat Distribusi Pangan Dunia
Pemerintah
Startup MYCL Ubah Limbah Pertanian Jadi Biomaterial Pengganti Plastik
Startup MYCL Ubah Limbah Pertanian Jadi Biomaterial Pengganti Plastik
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau