KOMPAS.com - Pemerintah Inggris mengucurkan dana sebesar sekitar 294 juta dolar AS untuk mengembangkan bahan bakar rendah karbon yang fokus utamanya pada bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF).
Pengembangan SAF ini akan memangkas emisi penerbangan, menarik investor swasta, dan membangun industri penerbangan yang lebih bersih.
Melansir ESG News, Selasa (16/6/2026) Dana Bahan Bakar Rendah Karbon (Low Carbon Fuels Fund) yang baru ini akan diluncurkan akhir musim panas mendatang.
Program ini menyediakan dana sekitar 125 juta dolar AS selama dua tahun ke depan bagi perusahaan-perusahaan di Inggris yang berminat mengembangkan dan memperbesar skala produksi bahan bakar rendah karbon.
Pemerintah menyatakan bahwa bantuan dana ini akan difokuskan pada proyek-proyek yang paling maju dan paling menjanjikan secara bisnis. Artinya, dukungan utama akan diberikan kepada perusahaan yang paling siap melakukan produksi nyata.
Dana baru ini menyusul investasi sebesar 266 juta dolar AS yang sebelumnya sudah disalurkan melalui Advanced Fuels Fund sejak tahun 2022. Gabungan berbagai langkah ini merupakan bagian dari upaya Inggris untuk memimpin pasar global yang saat ini masih kekurangan pasokan, infrastruktur, dan model bisnis yang layak didanai.
Baca juga: Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Bahan bakar penerbangan berkelanjutan tetap menjadi salah satu alat utama untuk mengurangi emisi di sektor penerbangan.
Pemerintah Inggris menyatakan bahwa SAF dapat mengurangi emisi gas rumah kaca rata-rata hingga 70 persen sepanjang siklus hidupnya dibandingkan dengan bahan bakar fosil pesawat biasa.
Hal ini sangat penting bagi maskapai penerbangan, pengelola bandara, dan pemasok bahan bakar yang menghadapi tekanan untuk memperbesar kapasitas penerbangan sekaligus memenuhi janji bebas emisi.
Hal ini juga penting bagi investor yang membutuhkan kejelasan aturan sebelum menanamkan modal besar untuk membangun pabrik produksi.
"Investasi seperti inilah yang menjadi kunci untuk memicu pertumbuhan ekonomi, membuka peluang baru bagi anak muda, serta menjadikan liburan kita lebih ramah lingkungan dan bebas polusi," kata Keir Mather, Menteri Penerbangan, Maritim, dan Dekarbonisasi.
Pemerintah menyatakan bahwa produksi bahan bakar rendah karbon dapat menyerap hingga 15.000 lapangan kerja dan menyumbang hingga sekitar 6,7 miliar dolar AS bagi perekonomian pada tahun 2050. Para menteri juga menjadikan sektor SAF ini sebagai jalur menuju karier terampil di bidang teknik, sains, konstruksi, dan manufaktur.
Baca juga: IATA: Avtur Berkelanjutan Hanya Penuhi 0,8 Persen Kebutuhan Pesawat 2026
Pemerintah Inggris juga membuka konsultasi publik (Call for Evidence) terkait aturan wajib SAF. Aturan ini mewajibkan porsi bahan bakar pesawat yang disalurkan di Inggris untuk menggunakan bahan bakar ramah lingkungan secara bertahap.
Targetnya dimulai dari 2 persen pada tahun 2025, naik menjadi 10 persen pada tahun 2030, dan mencapai 22 persen pada tahun 2040. Pemerintah menegaskan tidak ada rencana untuk menurunkan target-target tersebut.
Sebagai gantinya, evaluasi ini akan melihat proyeksi pasokan global untuk berbagai jenis bahan bakar ramah lingkungan. Evaluasi ini juga meneliti bagaimana industri dapat memenuhi target seiring berkembangnya pasar.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya