Bagi para eksekutif perusahaan, inilah isu tata kelola utama dari pengumuman ini. Inggris ingin menjaga target iklimnya tetap utuh, sambil menguji apakah rancangan kebijakan ini memberi cukup fleksibilitas bagi industri untuk melaksanakannya.
Hasil konsultasi ini dapat menentukan biaya kepatuhan aturan di masa depan, tenggat waktu investasi, serta pembagian risiko di antara pemasok bahan bakar, maskapai penerbangan, dan pengembang proyek.
Para produsen bahan bakar menyambut baik pengumuman pengembangan SAF ini, terutama mereka yang sebelumnya sudah menerima bantuan dari pemerintah.
"Kami sangat senang melihat peluncuran dana bahan bakar rendah karbon dan komitmen jelas untuk terus mengembangkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan buatan dalam negeri di Inggris," ungkap Keith Packer, Managing Director British Sugar.
Pabrik ini akan memanfaatkan limbah bahan baku yang sudah kami miliki dengan teknologi ethanol-to-jet untuk menghasilkan 1.500 ton SAF yang akan mendukung pertumbuhan lapangan kerja hijau yang lebih bersih serta menarik investasi.
"Kami menyambut baik tahap pendanaan berikutnya ini untuk mengembangkan SAF, dan berharap dapat mengajukan permohonan agar bisa terus mendukung target pemerintah menuju penerbangan bebas emisi (net zero)," kata Packer lagi.
LanzaTech juga menilai dana ini sangat penting untuk mendorong produksi dalam negeri dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Investasi dari pemerintah Inggris hari ini memperkuat posisi Inggris sebagai pemimpin dunia dalam produksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Langkah ini membantu perusahaan seperti LanzaTech mengolah limbah menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan, menciptakan lapangan kerja terampil, dan mendorong pertumbuhan ekonomi," papar Jennifer Holmgren, Chief Executive LanzaTech.
Baca juga: IATA: Penerbangan Ramah Lingkungan Mahal dan Maskapai Tak Sanggup Tanggung Sendiri
"Evaluasi aturan terkait target SAF di masa depan juga menjadi langkah penting untuk memberikan kepastian jangka panjang yang dibutuhkan industri demi memperbesar produksi dan mempercepat investasi swasta saat ini hingga setelah 2030," tambahnya.
Lebih lanjut, meski kucuran dana ini memberi dorongan modal awal dari pemerintah bagi pasar SAF di Inggris. Namun, ujian terbesarnya adalah apakah dukungan pemerintah ini mampu memancing masuknya investasi swasta dalam jumlah yang jauh lebih besar.
Proyek SAF membutuhkan kepastian pembeli jangka panjang, kebijakan yang stabil, dan pasokan bahan baku yang dapat diandalkan. Maskapai penerbangan membutuhkan pasokan bahan bakar yang cukup untuk memenuhi aturan wajib tanpa memicu pembengkakan biaya. Sementara itu, investor membutuhkan kejelasan terkait permintaan pasar, regulasi, dan risiko teknologi.
Bagi sektor penerbangan global, langkah Inggris ini mencerminkan persaingan kebijakan dunia. Berbagai negara kini berlomba menggunakan aturan wajib, dana hibah, dan strategi industri untuk mengamankan produksi SAF di dalam negeri sebelum rantai pasokan global terbentuk sepenuhnya.
Hasil dari perlombaan ini tidak hanya menentukan jumlah emisi penerbangan, tetapi juga pembukaan lapangan kerja daerah, ketahanan energi, serta daya saing pusat-pusat industri bahan bakar rendah karbon.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya