Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Inggris Siapkan 294 Juta Dollar AS untuk Kembangkan Avtur Berkelanjutan

Kompas.com, 29 Agustus 2026, 19:18 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG News

Bagi para eksekutif perusahaan, inilah isu tata kelola utama dari pengumuman ini. Inggris ingin menjaga target iklimnya tetap utuh, sambil menguji apakah rancangan kebijakan ini memberi cukup fleksibilitas bagi industri untuk melaksanakannya.

Hasil konsultasi ini dapat menentukan biaya kepatuhan aturan di masa depan, tenggat waktu investasi, serta pembagian risiko di antara pemasok bahan bakar, maskapai penerbangan, dan pengembang proyek.

Peluang investasi yang lebih kuat

Para produsen bahan bakar menyambut baik pengumuman pengembangan SAF ini, terutama mereka yang sebelumnya sudah menerima bantuan dari pemerintah.

"Kami sangat senang melihat peluncuran dana bahan bakar rendah karbon dan komitmen jelas untuk terus mengembangkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan buatan dalam negeri di Inggris," ungkap Keith Packer, Managing Director British Sugar.

Pabrik ini akan memanfaatkan limbah bahan baku yang sudah kami miliki dengan teknologi ethanol-to-jet untuk menghasilkan 1.500 ton SAF yang akan mendukung pertumbuhan lapangan kerja hijau yang lebih bersih serta menarik investasi.

"Kami menyambut baik tahap pendanaan berikutnya ini untuk mengembangkan SAF, dan berharap dapat mengajukan permohonan agar bisa terus mendukung target pemerintah menuju penerbangan bebas emisi (net zero)," kata Packer lagi.

LanzaTech juga menilai dana ini sangat penting untuk mendorong produksi dalam negeri dan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Investasi dari pemerintah Inggris hari ini memperkuat posisi Inggris sebagai pemimpin dunia dalam produksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Langkah ini membantu perusahaan seperti LanzaTech mengolah limbah menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan, menciptakan lapangan kerja terampil, dan mendorong pertumbuhan ekonomi," papar Jennifer Holmgren, Chief Executive LanzaTech.

Baca juga: IATA: Penerbangan Ramah Lingkungan Mahal dan Maskapai Tak Sanggup Tanggung Sendiri

"Evaluasi aturan terkait target SAF di masa depan juga menjadi langkah penting untuk memberikan kepastian jangka panjang yang dibutuhkan industri demi memperbesar produksi dan mempercepat investasi swasta saat ini hingga setelah 2030," tambahnya.

Lebih lanjut, meski kucuran dana ini memberi dorongan modal awal dari pemerintah bagi pasar SAF di Inggris. Namun, ujian terbesarnya adalah apakah dukungan pemerintah ini mampu memancing masuknya investasi swasta dalam jumlah yang jauh lebih besar.

Proyek SAF membutuhkan kepastian pembeli jangka panjang, kebijakan yang stabil, dan pasokan bahan baku yang dapat diandalkan. Maskapai penerbangan membutuhkan pasokan bahan bakar yang cukup untuk memenuhi aturan wajib tanpa memicu pembengkakan biaya. Sementara itu, investor membutuhkan kejelasan terkait permintaan pasar, regulasi, dan risiko teknologi.

Bagi sektor penerbangan global, langkah Inggris ini mencerminkan persaingan kebijakan dunia. Berbagai negara kini berlomba menggunakan aturan wajib, dana hibah, dan strategi industri untuk mengamankan produksi SAF di dalam negeri sebelum rantai pasokan global terbentuk sepenuhnya.

Hasil dari perlombaan ini tidak hanya menentukan jumlah emisi penerbangan, tetapi juga pembukaan lapangan kerja daerah, ketahanan energi, serta daya saing pusat-pusat industri bahan bakar rendah karbon.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Universitas Pattimura Dorong Digitalisasi Musik Ambon untuk Perkuat Hak Cipta
Universitas Pattimura Dorong Digitalisasi Musik Ambon untuk Perkuat Hak Cipta
LSM/Figur
Lapisan Es Antarktika Terus Meleleh Sepanjang Abad meski Emisi Dipangkas
Lapisan Es Antarktika Terus Meleleh Sepanjang Abad meski Emisi Dipangkas
Pemerintah
PBB: Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
PBB: Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
Pemerintah
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
Pemerintah
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Swasta
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Pemerintah
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
LSM/Figur
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Pemerintah
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
LSM/Figur
Dari Perca Tenun NTT Jadi Produk Bernilai Tinggi lewat Teknik Sashiko Jepang
Dari Perca Tenun NTT Jadi Produk Bernilai Tinggi lewat Teknik Sashiko Jepang
Pemerintah
Badan Baru: Di Mana Ruang Kelola Masyarakat Gambut?
Badan Baru: Di Mana Ruang Kelola Masyarakat Gambut?
Pemerintah
Dari Biopori hingga Maggot, Warga Surabaya Bangun Ekosistem Kampung Ramah Lingkungan
Dari Biopori hingga Maggot, Warga Surabaya Bangun Ekosistem Kampung Ramah Lingkungan
LSM/Figur
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
LSM/Figur
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
LSM/Figur
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau