KOMPAS.com - Seberapa ampuh penggunaan AC dalam mencegah kematian di tengah melonjaknya suhu dan rekor cuaca panas?
Melansir Phys, Senin (31/8/2026) para peneliti dari Yale University mencoba pertanyaan tersebut. Berdasarkan studi yang dilakukan di Amerika Serikat, mereka menemukan bahwa pemakaian AC berhasil memangkas separuh angka kematian akibat panas ekstrem setiap tahunnya di AS, serta menyelamatkan lebih dari 5.000 nyawa per tahun.
Namun, meskipun AC efektif untuk menangkal panas, efek perlindungannya akan berhenti meningkat setelah pemakaiannya mencapai titik tertentu. Pada hari-hari dengan panas yang sangat ekstrem, tingkat risiko kesehatan tetap meningkat meski sudah memakai AC.
Baca juga: AC Bukan Jawaban Hadapi Ancaman Suhu Bumi yang Kian Memanas
Studi ini menjadi penelitian nasional pertama yang mengukur seberapa besar pemakaian AC yang sebenarnya bisa mencegah kematian akibat cuaca panas.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Health ini meneliti 3.108 wilayah di seluruh kawasan Amerika Serikat dari tahun 2010 hingga 2020 menggunakan platform data fusionACS milik Yale.
"Data kami memungkinkan kami untuk menghubungkan pemakaian AC dengan angka kematian dan suhu wilayah secara akurat," ujar salah satu penulis studi, Narasimha Rao, profesor sistem energi.
Para ilmuwan menemukan bahwa pemakaian AC berhasil menekan angka kematian akibat panas sebesar 57 persen. Jumlah nyawa terbanyak yang berhasil diselamatkan terkonsentrasi di Florida, wilayah Barat Daya, dan kawasan Pesisir Teluk.
Namun, menyalakan AC sekuat-kuatnya tidak lantas menambah jumlah nyawa yang terselamatkan.
Pemakaian AC dalam tingkat sedang atau secara bijak justru memberikan manfaat paling optimal. Sementara penggunaan AC yang berlebihan pada hari-hari yang suhunya hanya hangat biasa diduga menjadi alasan mengapa manfaatnya tidak lagi bertambah, ungkap para peneliti.
Penggunaan AC juga sangat bergantung pada kemampuan finansial. Lebih dari seperempat rumah tangga di AS mengaku kesulitan membayar tagihan listrik mereka.
Baca juga: Ketimpangan Iklim: Orang Kaya Nikmati AC, Orang Miskin Terancam Bencana
"Selama bertahun-tahun kita tahu bahwa AC melindungi orang dari panas ekstrem, tetapi kita hanya bisa menebak seberapa besar dampaknya. Sebab, data yang ada hanya memberi tahu siapa yang memiliki AC, bukan siapa yang benar-benar mampu menyalakannya," ujar Kai Chen, profesor madya epidemiologi di Yale School of Public Health.
Studi ini pun menunjukkan efek perlindungan AC yang sangat kuat terhadap risiko kematian akibat panas menunjukkan pentingnya penanganan panas di perkotaan. Peneliti menekankan bahwa tarif penggunaan AC harus dibuat lebih terjangkau, di samping pentingnya memperbanyak ruang terbuka hijau di perkotaan.
"Ini adalah salah satu dari banyak penelitian yang kami lakukan untuk memahami bagaimana rumah tangga berpenghasilan rendah menghadapi panas ekstrem," kata Rao.
"Saat sebagian orang memilih menyalakan AC, sebagian lainnya terpaksa menahan panas yang tidak nyaman demi menghemat uang untuk membeli makanan," tambahnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya