Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seberapa Efektif AC Mencegah Kematian Akibat Panas Ekstrem?

Kompas.com, 2 September 2026, 11:47 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Seberapa ampuh penggunaan AC dalam mencegah kematian di tengah melonjaknya suhu dan rekor cuaca panas?

Melansir Phys, Senin (31/8/2026) para peneliti dari Yale University mencoba pertanyaan tersebut. Berdasarkan studi yang dilakukan di Amerika Serikat, mereka menemukan bahwa pemakaian AC berhasil memangkas separuh angka kematian akibat panas ekstrem setiap tahunnya di AS, serta menyelamatkan lebih dari 5.000 nyawa per tahun.

Namun, meskipun AC efektif untuk menangkal panas, efek perlindungannya akan berhenti meningkat setelah pemakaiannya mencapai titik tertentu. Pada hari-hari dengan panas yang sangat ekstrem, tingkat risiko kesehatan tetap meningkat meski sudah memakai AC.

Baca juga: AC Bukan Jawaban Hadapi Ancaman Suhu Bumi yang Kian Memanas

Melacak pemakaian AC secara nyata

Studi ini menjadi penelitian nasional pertama yang mengukur seberapa besar pemakaian AC yang sebenarnya bisa mencegah kematian akibat cuaca panas.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Health ini meneliti 3.108 wilayah di seluruh kawasan Amerika Serikat dari tahun 2010 hingga 2020 menggunakan platform data fusionACS milik Yale.

"Data kami memungkinkan kami untuk menghubungkan pemakaian AC dengan angka kematian dan suhu wilayah secara akurat," ujar salah satu penulis studi, Narasimha Rao, profesor sistem energi.

Para ilmuwan menemukan bahwa pemakaian AC berhasil menekan angka kematian akibat panas sebesar 57 persen. Jumlah nyawa terbanyak yang berhasil diselamatkan terkonsentrasi di Florida, wilayah Barat Daya, dan kawasan Pesisir Teluk.

Namun, menyalakan AC sekuat-kuatnya tidak lantas menambah jumlah nyawa yang terselamatkan.

Pemakaian AC dalam tingkat sedang atau secara bijak justru memberikan manfaat paling optimal. Sementara penggunaan AC yang berlebihan pada hari-hari yang suhunya hanya hangat biasa diduga menjadi alasan mengapa manfaatnya tidak lagi bertambah, ungkap para peneliti.

Perlindungan tergantung biaya

Penggunaan AC juga sangat bergantung pada kemampuan finansial. Lebih dari seperempat rumah tangga di AS mengaku kesulitan membayar tagihan listrik mereka.

Baca juga: Ketimpangan Iklim: Orang Kaya Nikmati AC, Orang Miskin Terancam Bencana

"Selama bertahun-tahun kita tahu bahwa AC melindungi orang dari panas ekstrem, tetapi kita hanya bisa menebak seberapa besar dampaknya. Sebab, data yang ada hanya memberi tahu siapa yang memiliki AC, bukan siapa yang benar-benar mampu menyalakannya," ujar Kai Chen, profesor madya epidemiologi di Yale School of Public Health.

Studi ini pun menunjukkan efek perlindungan AC yang sangat kuat terhadap risiko kematian akibat panas menunjukkan pentingnya penanganan panas di perkotaan. Peneliti menekankan bahwa tarif penggunaan AC harus dibuat lebih terjangkau, di samping pentingnya memperbanyak ruang terbuka hijau di perkotaan.

"Ini adalah salah satu dari banyak penelitian yang kami lakukan untuk memahami bagaimana rumah tangga berpenghasilan rendah menghadapi panas ekstrem," kata Rao.

"Saat sebagian orang memilih menyalakan AC, sebagian lainnya terpaksa menahan panas yang tidak nyaman demi menghemat uang untuk membeli makanan," tambahnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menaker: Waspadai Paradoks 'Green Jobs'
Menaker: Waspadai Paradoks "Green Jobs"
Pemerintah
Karhutla Ulah Manusia, Satwa Liar Akan Jadi Korban Sekaligus Disalahkan
Karhutla Ulah Manusia, Satwa Liar Akan Jadi Korban Sekaligus Disalahkan
LSM/Figur
Kebutuhan Terus Meningkat, Pemerintah Siapkan Peta Jalan 'Green Jobs'
Kebutuhan Terus Meningkat, Pemerintah Siapkan Peta Jalan "Green Jobs"
Pemerintah
Indonesia Didesak Masukkan Rencana PLTS 100 GW ke Sistem Kelistrikan Nasional
Indonesia Didesak Masukkan Rencana PLTS 100 GW ke Sistem Kelistrikan Nasional
Pemerintah
Pasokan Pangan untuk Jakarta Berstatus Sangat Rentan Meski Ada 1.399 Titik 'Urban Farming'
Pasokan Pangan untuk Jakarta Berstatus Sangat Rentan Meski Ada 1.399 Titik "Urban Farming"
Pemerintah
UNICEF: 660 Anak Terinfeksi HIV Setiap Hari Selama 2025
UNICEF: 660 Anak Terinfeksi HIV Setiap Hari Selama 2025
Pemerintah
Beberapa Kota Pesisir Tenggelam Lebih Cepat daripada Kenaikan Air Laut
Beberapa Kota Pesisir Tenggelam Lebih Cepat daripada Kenaikan Air Laut
Pemerintah
Potensi Risiko Super El Niño, BRIN Ingatkan Oktober-Desember 2026 Periode Kritis
Potensi Risiko Super El Niño, BRIN Ingatkan Oktober-Desember 2026 Periode Kritis
Pemerintah
Seberapa Efektif AC Mencegah Kematian Akibat Panas Ekstrem?
Seberapa Efektif AC Mencegah Kematian Akibat Panas Ekstrem?
Pemerintah
Ini Ancaman Tersembunyi Usai Api Karhutla Mulai Padam
Ini Ancaman Tersembunyi Usai Api Karhutla Mulai Padam
LSM/Figur
Reaktor Nuklir Skala Kecil Berpotensi Dukung Penyediaan Air Bersih di Daerah Terpencil
Reaktor Nuklir Skala Kecil Berpotensi Dukung Penyediaan Air Bersih di Daerah Terpencil
LSM/Figur
Ancaman Gelombang Panas Laut, Mulai Ganggu Kesehatan Masyarakat
Ancaman Gelombang Panas Laut, Mulai Ganggu Kesehatan Masyarakat
Pemerintah
NEPIO Berpotensi Terlalu Gemuk, ITB Ingatkan Birokrasi Bikin Capaian Target PLTN Bergerak Lambat
NEPIO Berpotensi Terlalu Gemuk, ITB Ingatkan Birokrasi Bikin Capaian Target PLTN Bergerak Lambat
LSM/Figur
Dorong Industri Hijau, Pabrik Farmasi Ini Pasang PLTS Atap Guna Tekan Emisi Karbon
Dorong Industri Hijau, Pabrik Farmasi Ini Pasang PLTS Atap Guna Tekan Emisi Karbon
Swasta
Efek Tak Terduga CO2, Diam-Diam Pengaruhi Sistem Darah Manusia
Efek Tak Terduga CO2, Diam-Diam Pengaruhi Sistem Darah Manusia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau