"Kedua, penyesuaian kondisi tubuh yang terbentuk dari latihan intensitas tinggi pada atlet elite mungkin memberikan semacam perlindungan terhadap efek buruk polusi udara," terangnya lagi.
Dr. Donaldson menambahkan bahwa pelari rekreasi mungkin memiliki porsi latihan yang lebih sedikit, sehingga polusi dapat memberikan beban fisik yang lebih berat selama maraton dan mengganggu performa lari mereka secara lebih nyata.
Ia menegaskan bahwa ini hanyalah salah satu kemungkinan alasan, karena tim peneliti tidak mengukur secara langsung apa yang terjadi di dalam tubuh para pelari.
Kendati demikian pesan utama dari penelitian ini bukanlah bahwa berolahraga di luar ruangan itu berbahaya atau orang-orang harus berhenti berlari.
Baca juga: Industri Olahraga Global Bisa Jadi Penggerak Konservasi Satwa Liar
Mulai sekarang, temuan ini menunjukkan bahwa kualitas udara perlu dipertimbangkan sebagai faktor lingkungan penting saat berolahraga, sama halnya seperti suhu panas dan kelembapan udara.
Faktanya berolahraga tetap sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah kegiatan ini dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan gangguan sirkulasi darah hingga 35 persen.
"Meskipun temuan studi ini menarik, hal tersebut sama sekali tidak boleh membuat orang-orang berhenti berlari," ungkap Profesor Bryan Williams, Kepala Petugas Medis dan Ilmiah di British Heart Foundation.
Profesor Williams menyampaikan bahwa hasil riset ini seharusnya menjadi alasan tambahan bagi kita untuk lebih peduli pada udara bersih, terutama saat berolahraga di luar ruangan dalam durasi yang lama.
Setiap hari masyarakat berlari, berjalan kaki, bersepeda, dan berolahraga di perkotaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas udara di sekitar mereka dapat memengaruhi seberapa berat aktivitas fisik tersebut dirasakan serta seberapa baik performa mereka.
Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Sports Medicine – Open.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya