KOMPAS.com - Pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) di Maluku Utara mengembangkan bisnisnya dengan mengambil kesempatan menjadi bagian dari rantai pasok kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).
Seiring berkembangnya aktivitas kawasan IWIP, kebutuhan industri turut menciptakan peluang bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar, meningkatkan kapasitas, sampai membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di daerah.
Salah satu cerita berasal dari Suhendra, pemilik CV Satu Tiga Berjaya. Berawal dari usaha yang dijalankannya seorang diri dengan menjual ayam frozen, Suhendra perlahan mengembangkan usahanya hingga kini menjadi mitra dari kawasan IWIP yang menyediakan berbagai kebutuhan pangan. Mulai dari frozen food, daging, sampai seafood untuk kebutuhan kawasan industri IWIP.
Baca juga: IWIP Gandeng ITB Siapkan SDM untuk Industri Nikel
“Tahun 2021, saat IWIP sedang membutuhkan pemasok bahan pangan untuk operasional kawasan, saya mendapat kesempatan untuk menawarkan produk yang kami miliki. Dari situlah kemudian saya mendirikan CV Satu Tiga Berjaya dan menjadi mitra industri,” ujar Suhendra dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2026).
Ia menganggap, kesempatan yang diberikan kawasan IWIP itu sebagai bagian penting dalam perjalanan bisnisnya. Sebelumnya, pada 2018, setelah mengalami kebangkrutan dari bisnis yang dijalankannya, Suhendra kembali membangun usaha dari skala kecil.
Berangsur-angsur, Suhendra menyesuaikan usahanya dengan kebutuhan pasar sekaligus menjaga kualitas barang dan pelayanan kepada pelanggan.
Kini, CV Satu Tiga Berjaya memasok produk ke IWIP sekitar 5–6 kali dalam seminggu,
dengan setiap pengiriman menggunakan 2–3 mobil berkapasitas 4–5 ton per mobil. CV Satu Tiga Berjaya juga telah mempekerjakan 34 tenaga kerja yang berasal dari sejumlah wilayah di Maluku Utara. Di antaranya Ternate, Sanana, Jailolo, Makean,
Kemajuan dari bisnisnya membuka ruang bagi Suhendra untuk menjajaki kerja sama dengan pelaku usaha dari berbagai desa di Maluku Utara. Ia berharap, semakin terbukanya peluang kemitraan dapat mendorong lebih banyak pelaku usaha untuk berkembang dan saling mendukung.
“Harapan saya, ke depan semakin banyak UMKM dan mitra usaha lainnya yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan saling mendukung,” tutur Suhendra.
Kisah Suhendra menjadi salah satu gambaran keterlibatan UMKM lokal dalam memenuhi kebutuhan di kawasan IWIP.
Pada Kuartal II 2026, realisasi belanja IWIP kepada UMKM mencapai Rp1,1 triliun. Dari jumlah tersebut, 77,6 persen direalisasikan di wilayah Maluku Utara, menunjukkan besarnya ruang keterlibatan pelaku usaha lokal dalam aktivitas ekonomi di Maluku Utara.
General Manager External Relations Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Yudhi Santoso mengatakan, pertumbuhan kawasan industri berjalan beriringan dengan tumbuhnya kosistem UMKM lokal di Maluku Utara.
Baca juga: UMKM Mau Tembus Pasar Ekspor? Ini yang Harus Disiapkan
“Industri tidak berdiri sendiri. Di dalamnya ada banyak kebutuhan dan peluang yang dapat melibatkan pelaku usaha lokal. Kami ingin keterlibatan UMKM lokal terus berkembang sehingga manfaat dari aktivitas industri dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di Maluku Utara,” ucapnya.
Selain itu, IWIP memberikan apresiasi Best Local Community Impact Award kepada CV Satu Tiga Berjaya dalam momentum Diseminasi Kebijakan Kemitraan Usaha Nasional dalam rangka Penanaman Modal pada 1 September 2026.
Penghargaan tersebut diberikan oleh IWIP kepada CV Satu Tiga Berjaya atas keterlibatan dan kontribusi mitra usaha lokal itu dalam mendukung aktivitas kawasan industrinya.
Bagi Suhendra, perjalanan dari usaha perorangan hingga menjadi mitra industri menunjukkan bahwa sebuah kesempatan dapat menjadi awal bagi usaha lokal untuk melangkah lebih jauh.
IWIP berharap semakin banyak pelaku UMKM di Maluku Utara yang memiliki kesempatan untuk memperluas usaha, membangun kemitraan, dan mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya