Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

CSO Global Tunjukkan Optimisme Terhadap Tren Keberlanjutan Dunia

Kompas.com, 27 Oktober 2026, 11:30 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber esgdive

KOMPAS.com - Sebanyak 63 persen pimpinan bidang keberlanjutan (CSO) perusahaan-perusahaan besar menyatakan dalam survei terbaru Forum Ekonomi Dunia (WEF) bahwa kemajuan keberlanjutan global kemungkinan besar akan bertahan stabil atau berakselerasi dalam satu tahun ke depan.

Menurut survei tersebut, tiga perempat responden juga memperkirakan bahwa investasi perusahaan yang berkaitan dengan transisi hijau akan tetap stabil atau meningkat dalam periode yang sama.

Temuan tersebut disimpulkan setelah WEF menyurvei 189 pimpinan dan menerima 103 tanggapan dalam rentang waktu antara 10 Februari hingga 18 Maret.

Melansir ESG Dive, Kamis (22/10/2026) sebagian besar responden (85 persen), memperkirakan bahwa adaptasi terhadap dampak fisik perubahan iklim dan alam pada operasional, infrastruktur, serta rantai pasok akan menjadi fokus global yang lebih besar.

Selain itu, 77 persen responden menyatakan bahwa investasi dari sektor swasta akan berperan krusial dalam memperluas upaya adaptasi tersebut.

"Kondisi bisnis saat ini ditandai oleh pertumbuhan yang lebih lambat, perpecahan politik, gangguan teknologi, serta risiko iklim dan alam yang semakin nyata," tulis Sebastian Buckup, direktur pelaksana Pusat Alam dan Iklim WEF.

Baca juga: AI Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan Industri Manufaktur

Menurutnya, kondisi ini membuat fokus transisi keberlanjutan telah bergeser menjadi sebuah peluang bisnis yang menguntungkan.

Pandangan ini juga dibagikan oleh para pimpinan keberlanjutan. Sebanyak 64 persen responden menyatakan bahwa pendorong terbesar bagi kemajuan keberlanjutan global dalam tiga tahun ke depan adalah semakin kuatnya alasan bisnis untuk menjalankan langkah-langkah keberlanjutan.

Marisa Drew, Chief Sustainability Officer Standard Chartered mengungkapkan lingkungan geopolitik dan ekonomi yang sulit ini membuat perusahaan semakin fokus pada hal-hal yang membuat keberlanjutan itu bertahan.

Selain alasan bisnis yang lebih kuat, lebih dari separuh responden survei (56 persen) menyebutkan bahwa biaya teknologi keberlanjutan yang lebih murah dan ketersediaannya yang semakin luas akan menjadi pendorong utama kemajuan dalam tiga tahun ke depan.

Sementara itu, 50 persen responden memilih peningkatan kerja sama antar perusahaan di dalam maupun lintas rantai pasok sebagai pendorong penting. Responden dapat memilih hingga tiga faktor pendorong kemajuan keberlanjutan dalam rentang waktu tersebut.

AI pendorong keberlanjutan

Untuk jangka pendek, hampir tiga perempat responden (72 persen) memperkirakan bahwa AI dan teknologi digital lainnya akan menjadi pendorong penting bagi kemajuan keberlanjutan dalam satu tahun ke depan, terutama melalui pemodelan risiko, efisiensi proses dan sumber daya, serta pengukuran dan pelaporan.

Sebanyak 52 persen responden menyatakan bahwa AI akan menghasilkan peningkatan yang terukur pada kinerja keberlanjutan bisnis dalam 12 bulan ke depan, namun 68 persen lainnya memperingatkan bahwa kekurangan keterampilan dan kemampuan tenaga kerja akan menjadi hambatan besar dalam memanfaatkan teknologi ini secara optimal.

Meskipun demikian, masih ada keraguan mengenai apakah manfaat AI akan lebih besar daripada dampak lingkungan yang ditimbulkannya yang cukup tinggi. Sebanyak 37 persen responden meyakini manfaatnya lebih besar, 35 persen bersikap netral, dan 28 persen tidak sependapat.

Sementara itu, kebijakan pemerintah saat ini justru lebih dilihat sebagai hambatan alih-alih bantuan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
CSO Global Tunjukkan Optimisme Terhadap Tren Keberlanjutan Dunia
CSO Global Tunjukkan Optimisme Terhadap Tren Keberlanjutan Dunia
Pemerintah
LinkedIn: Akses Perempuan terhadap Karier Hijau Masih Terbatas
LinkedIn: Akses Perempuan terhadap Karier Hijau Masih Terbatas
Pemerintah
Krisis Asia-Pasifik Meningkat, UNDP Dorong Keamanan Berbasis Pembangunan
Krisis Asia-Pasifik Meningkat, UNDP Dorong Keamanan Berbasis Pembangunan
Pemerintah
Melihat Upaya Singapura Manfaatkan Energi Terbarukan di Tengah Keterbatasan Lahan
Melihat Upaya Singapura Manfaatkan Energi Terbarukan di Tengah Keterbatasan Lahan
Pemerintah
Sulteng Masuk 3 Besar Nasional, Investasi Jadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan
Sulteng Masuk 3 Besar Nasional, Investasi Jadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan
Pemerintah
Eropa Masuki Era Pemasaran Hijau, Seperti Apa?
Eropa Masuki Era Pemasaran Hijau, Seperti Apa?
Pemerintah
Ancaman Perubahan Iklim, 96 Persen Terumbu Karang Terancam Punah pada 2075
Ancaman Perubahan Iklim, 96 Persen Terumbu Karang Terancam Punah pada 2075
Pemerintah
PBB: Dunia Harus Pangkas Emisi 18 Persen dalam Empat Tahun untuk Selamatkan Bumi
PBB: Dunia Harus Pangkas Emisi 18 Persen dalam Empat Tahun untuk Selamatkan Bumi
Pemerintah
Permintaan Green Skills Global Naik Dua Kali Lipat dari Ketersediaan Tenaga Kerja
Permintaan Green Skills Global Naik Dua Kali Lipat dari Ketersediaan Tenaga Kerja
Pemerintah
Perubahan Iklim Perparah Pencemaran Limbah Tambang Beracun di Wilayah Pesisir
Perubahan Iklim Perparah Pencemaran Limbah Tambang Beracun di Wilayah Pesisir
Pemerintah
Dorong Lapangan Kerja dan Teknologi, Bank Dunia Resmikan Strategi Digital Global
Dorong Lapangan Kerja dan Teknologi, Bank Dunia Resmikan Strategi Digital Global
Pemerintah
Singapura Gelontorkan 75 Juta Dollar Singapura untuk Dekarbonisasi Listrik
Singapura Gelontorkan 75 Juta Dollar Singapura untuk Dekarbonisasi Listrik
Pemerintah
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Pemerintah
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Swasta
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau