Antusiasme generasi muda terhadap ajang tersebut terlihat dari jumlah peserta 17th SATU Indonesia Awards yang mencapai 19.155 orang, meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 17.708 peserta.
Baca juga: UMKM Binaan Astra Catat Potensi Transaksi Rp 104,9 Miliar di TEI 2026
Setelah melalui proses penjaringan dan seleksi oleh dewan juri, terpilih 10 finalis yang melanjutkan ke tahap akhir untuk dipilih menjadi lima penerima apresiasi kategori umum.
Masyarakat juga dilibatkan untuk memilih finalis favorit melalui pemungutan suara daring di situs Astra pada 16–26 Oktober 2026.
Pada kategori umum, Astra menetapkan lima penerima apresiasi dari bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.
Melalui Gerakan Intervensi Gizi Menuju Zero Stunting (GIZI, GO!), Andi menangani masalah stunting dengan pendekatan berbasis kebutuhan setiap anak.
Sebagai dokter, Andi membuat e-profiling bagi setiap anak melalui pendekatan “Satu Anak, Satu Profil”. Penanganan disesuaikan dengan penyebab yang ditemukan, mulai dari masalah gizi dan kebutuhan medis hingga perbaikan sanitasi lingkungan.
Baca juga: Bisnis Komponen Otomotif Tumbuh, Laba Astra Otoparts Naik 14,7 Persen
Bersama bidan desa dan kader posyandu, program tersebut menjangkau 982 balita di 10 desa. Hasilnya, angka stunting turun 45 persen dan jumlah anak berisiko stunting berkurang 60 persen.
Melalui Indonesian Youth Education & Social (IYES) Mengajar, Hari mengajak ratusan anak muda dari perkotaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di desa-desa terpencil di Riau.
Salah satu wilayah dampingan adalah kawasan Suku Talang Mamak, yang dapat ditempuh selama empat jam menggunakan perahu dan belum memiliki akses listrik.
Relawan IYES memperkuat ekosistem pendidikan melalui kegiatan mengajar siswa, melatih guru, dan memperbaiki fasilitas sekolah. Dalam dua tahun, ratusan relawan telah menjalankan kegiatan di sembilan sekolah di lima kabupaten.
Baca juga: Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke Trade Expo Indonesia 2026
Ahmad mengolah limbah sayuran dari Pasar Cepogo, Boyolali, yang sebelumnya dibuang begitu saja, menjadi pupuk bernilai jual untuk membantu memulihkan kesuburan tanah melalui pendekatan bioteknologi.
Melalui Gumregah Nata Bumi, Ahmad mengolah sekitar 2 ton limbah pasar per hari menjadi pupuk yang menjangkau petani di enam kabupaten.
Inisiatif tersebut dilaporkan meningkatkan bobot panen hingga 40 persen dan mengurangi tumpukan sampah lebih dari 50 persen.
Afif memberdayakan perempuan Desa Karangduwur melalui Koperasi Produsen Sinergi Mekarsari Lestari. Mereka mengolah biji tamanu menjadi minyak untuk bahan kosmetik tanpa menebang pohonnya.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya