“Peningkatan konektivitas antarruang terbuka hijau melalui koridor hijau, pemilihan tanaman yang sesuai, dan konservasi habitat dapat membantu memperbaiki kualitas lingkungan kampus,” ucapnya.
Manfaat ruang hijau juga relevan dalam upaya menghadapi krisis iklim di kawasan perkotaan.
Profesor pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Northeastern University, Fang Fang, mengatakan, penghijauan kota dapat membantu menurunkan suhu dan memperbaiki kualitas udara.
Keberadaan pepohonan dan taman di tengah kawasan yang didominasi bangunan juga dapat mendorong masyarakat berjalan kaki sehingga berpotensi mengurangi penggunaan kendaraan.
Namun, pengelolaan ruang hijau perkotaan menghadapi tantangan, termasuk perluasan kawasan dan pemeliharaan pohon.
Fang mencontohkan Washington, DC, yang telah memanfaatkan hutan kota dan ruang hijau untuk meningkatkan kelayakan huni. Meski demikian, pemantauan dan perawatan pohon tetap menjadi pekerjaan penting.
“Para ahli kehutanan perkotaan memiliki rencana di seluruh kota dan melakukan survei pohon skala besar sambil juga merawat pohon-pohon individual sesuai kebutuhan, tapi mereka ingin memiliki cara yang lebih efektif untuk memantau seluruh sistem,” kata Fang, dilansir dari Phys.org, Rabu (25/3/2026).
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya