Penulis
Untuk mengatasi hal tersebut, Kemenag telah bersurat kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) agar mengalokasikan rencana kerja bagi transisi energi, khususnya pengembangan wakaf energi surya untuk masjid dan pesantren.
Dari sisi kesiapan teknis dan digital, Chairiman selaku Ketua Yayasan Wakaf Energi sekaligus perwakilan inisiatif NUUR+ menekankan pentingnya ekosistem yang terintegrasi.
"Di NUUR+, kami mengedepankan digitalisasi yang terintegrasi melalui platform nuurproject.org.
Di sini masyarakat dapat memantau mulai dari penggalangan wakaf dan sedekah secara online, publik juga bisa memilih masjid yang diinginkan, hingga transparansi eksekusi dan pelaporan digital," terang Chairiman.
Berdasarkan riset pemetaan teknis dari NUUR+, sektor masjid dan mushalla di Indonesia memiliki potensi besar menyumbang target sebesar 1 GW atau setara satu persen dari total target PLTS 100 GW nasional.
Capaian ini dihitung melalui rencana pemasangan sistem energi surya dan baterai di lebih dari 400 ribu masjid dan mushalla, dengan porsi terbesar disumbangkan oleh masjid jami dan fasilitas publik beraktivitas tinggi.
Inisiatif ini diprediksi mampu memproduksi 1.414 GWh listrik bersih per tahun, mencukupi kebutuhan hampir satu juta rumah tangga, mereduksi emisi karbon hingga 1,1 juta ton per tahun, serta menghasilkan penghematan listrik sebesar Rp 47,7 triliun selama 25 tahun masa operasional.
Baca juga: Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Peta jalan kolaboratif ini ditargetkan dimulai pada 300 masjid teladan/ekomasjid pada tahun 2027 sebelum diperluas secara nasional.
Sinergi ini melibatkan lintas sektor mulai dari Kemenag, Kementerian ESDM, BWI, AESI, hingga berbagai lembaga zakat, wakaf, dan organisasi masyarakat sipil.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya