Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dicari, Profesional untuk Beasiswa Rp 336 Juta Program Master Monash University

Kompas.com, 25 September 2023, 06:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Monash University Indonesia, Mekari, dan Digital Hub BSD City gelar beasiswa kolaboratif inisiatif bagi para profesional di Indonesia.

Beasiswa ‘Business Innovation Scholarship’, sebuah program di bawah Master of Business Innovation (MBI), senilai Rp 336 juta diberikan kepada satu penerima terpilih sehingga dapat mengikuti program master MBI yang didanai penuh oleh Monash University Indonesia.

Para calon beasiswa harus menyerahkan aplikasi antara tanggal 25 Juli dan 8 September, dengan penerima beasiswa terakhir berhak untuk mendaftar pada program bisnis Oktober 2023.

Monash University Indonesia mengundang para profesional, wirausahawan, dan pendiri startup untuk mengirimkan lamaran dan mengikuti proses seleksinya sehingga berkesempatan untuk terpilih sebagai penerima Beasiswa Inovasi Bisnis.

Baca juga: Beasiswa Teknologi Digital untuk 60 Pemuda Tangerang dari Sinarmas Land

Associate Professor dan Koordinator Kursus Inovasi Bisnis Monash University Harriman Saragih menuturkan, para peserta akan mengikuti kompetisi bisnis dengan hadiah utama tidak hanya berupa beasiswa penuh dalam kursus MBI, namun juga serangkaian manfaat yang dirancang untuk mengangkat para profesional dan wirausaha ke tingkat yang lebih tinggi.

“Manfaatkan kesempatan untuk belajar dari mentor berpengalaman, terhubung dengan para pemimpin industri, dan dapatkan wawasan yang akan menjadi landasan pencapaian masa depan Anda,” ujar Harriman.

Program MBI Monash University Indonesia dirancang bagi para profesional berpengalaman yang ingin meningkatkan keterampilan manajemen dan inovasi mereka untuk mendorong kinerja bisnis.

Program ini ideal bagi individu yang ingin bertukar perspektif praktis dan teoritis, berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, dan mengintegrasikan pengalaman profesional mereka dengan kerangka teoritis.

CEO Sinar Mas Land Digital Tech Ecosystem & Development Irawan Harahap menjelaskan kolaborasi ini akan memastikan dampak positif Mekari Conference 2023 tidak hanya terbatas pada acara tersebut.

Baca juga: 463 Beasiswa dari SBI Pabrik Narogong, Wujudkan Pendidikan Inklusif

Sinarmas Land melalui Digital Hub BSD City telah menjadi tuan rumah bagi perusahaan teknologi digital mulai dari startup hingga unicorn dan raksasa teknologi.

Ekosistem Digital Hub dilengkapi dengan sejumlah sekolah digital yang menghasilkan kumpulan talenta digital untuk mengoptimalkan infrastruktur teknologi Indonesia yang terus berkembang.

"Kami menyambut baik kesempatan untuk berkolaborasi dalam beasiswa ini untuk memberdayakan talenta teknologi lokal agar dapat berkembang dan memberikan dampak yang lebih besar kepada masyarakat,” kata Irawan.

CEO Mekari Indonesia Suwandi Soh menambahkan, perusahaan berkomitmen mendukung pertumbuhan talenta teknologi dan kewirausahaan di Indonesia, mengingat negara ini sedang mengalami transformasi digital yang pesat.

Baca juga: SCG Bekali Calon Penerima Beasiswa dengan Pelatihan Bahasa Inggris

Kehadiran talenta dan wirausahawan teknologi yang berpengetahuan dan terampil akan memungkinkan Indonesia mengoptimalkan inovasi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk mentransformasi industri dan perekonomian menjadi lebih baik.

"Beasiswa ‘Business Innovation Scholarship’ merupakan wujud komitmen kami untuk mendorong pertumbuhan industri dan profesional di Indonesia melalui adopsi teknologi,” imbuh Suwandi.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
RI Mulai Masuk Musim Kemarau, Kenapa di Jakarta Masih Hujan?
RI Mulai Masuk Musim Kemarau, Kenapa di Jakarta Masih Hujan?
Pemerintah
Kemenhut Prediksi Karhutla 2026 Lebih Mengancam dari Tahun Lalu
Kemenhut Prediksi Karhutla 2026 Lebih Mengancam dari Tahun Lalu
Pemerintah
Pusat Data Picu 'Pulau Panas', Suhu Sekitar Melonjak Hingga 2 Derajat
Pusat Data Picu 'Pulau Panas', Suhu Sekitar Melonjak Hingga 2 Derajat
Pemerintah
BMKG Sebut Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau, Lebih Kering dan Panjang
BMKG Sebut Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau, Lebih Kering dan Panjang
Pemerintah
Perubahan Iklim Bikin Ular Berbisa Pindah ke Kawasan Pesisir Padat Penduduk
Perubahan Iklim Bikin Ular Berbisa Pindah ke Kawasan Pesisir Padat Penduduk
Pemerintah
Emisi Gas Rumah Kaca Inggris Turun 2 Persen pada Tahun 2025
Emisi Gas Rumah Kaca Inggris Turun 2 Persen pada Tahun 2025
Pemerintah
Parlemen Eropa Perketat Standar Perlindungan Air dari Polusi Limbah dan Pestisida
Parlemen Eropa Perketat Standar Perlindungan Air dari Polusi Limbah dan Pestisida
Pemerintah
Tiga Negara Berkembang Beralih ke EBT, Ada Kenya dan India
Tiga Negara Berkembang Beralih ke EBT, Ada Kenya dan India
Pemerintah
Google Bakal Pakai Pembangkit Gas, Diprediksi Hasilkan 4,5 Juta Ton CO2
Google Bakal Pakai Pembangkit Gas, Diprediksi Hasilkan 4,5 Juta Ton CO2
LSM/Figur
Mandatori B50 Rentan Terganggu Konflik Geopolitik
Mandatori B50 Rentan Terganggu Konflik Geopolitik
LSM/Figur
Bukan Sekadar Hijau, Kosmologi Jawa Melampaui Keberlanjutan
Bukan Sekadar Hijau, Kosmologi Jawa Melampaui Keberlanjutan
Pemerintah
Jumat Hari yang Pendek, DPR Sebut Efektif untuk WFH bagi ASN
Jumat Hari yang Pendek, DPR Sebut Efektif untuk WFH bagi ASN
Pemerintah
PSEL Akan Dibangun di Makassar, Ubah 1.000 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik
PSEL Akan Dibangun di Makassar, Ubah 1.000 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik
Pemerintah
Bappenas: ASN 'Kerja Main-Main Tapi Gajinya Serius' Warisan Masa Lalu
Bappenas: ASN 'Kerja Main-Main Tapi Gajinya Serius' Warisan Masa Lalu
Pemerintah
KLH Buka Pendaftaran Kalpataru 2026 untuk Pegiat Lingkungan, Cek Syaratnya
KLH Buka Pendaftaran Kalpataru 2026 untuk Pegiat Lingkungan, Cek Syaratnya
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau