Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

463 Beasiswa dari SBI Pabrik Narogong, Wujudkan Pendidikan Inklusif

Kompas.com, 4 Agustus 2023, 21:30 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendidikan adalah pondasi bagi kemajuan dan perkembangan suatu bangsa untuk membangun masyarakat yang berbudaya, berwawasan, dan berdaya saing pada era globalisasi.

Sayangnya, akses terhadap pendidikan berkualitas masih menjadi tantangan bagi banyak individu, terutama bagi mereka yang kurang mampu secara finansial.

Guna meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan dukungan yang berkelanjutan bagi siswa yang berasal dari sepuluh desa serta SLB Mentari Citra Diri yang berada di Kecamatan Klapanunggal, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Narogong, kembali menyalurkan beasiswa.

Sebanyak 463 beasiswa untuk anak usia sekolah setara SD, SLTP, dan SLTA, diserahkan secara bertahap mulai 1-2 Agustus 2023.

Baca juga: Kemenperin Manfaatkan Digital Learning Petrokimia Gresik untuk Pendidikan

“Melalui program SBI Peduli Pendidikan, kami ingin membantu agar setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan serta memberikan kesempatan bagi generasi penerus agar dapat mewujudkan impian mereka”, tutur General Affairs & Community Relations Manager SBI Pabrik Narogong Nur Lailiyah.

SBI Peduli Pendidikan merupakan sebuah program kepedulian dan wujud nyata komitmen perusahaan dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui investasi jangka panjang di dunia pendidikan.

Selain beasiswa berupa dukungan finansial, SBI Peduli Pendidikan juga berfokus pada peningkatan nilai akademis dan non-akademis siswa kelas 12 yang akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi melalui program bimbingan belajar terpadu bernama Genius Local.

Baca juga: HK Peduli, Upaya Hutama Karya Bangun Infrastruktur Pendidikan dan Desa

Selain penyerahan beasiswa, SBI Pabrik Narogong juga mengadakan seminar parenting dengan tajuk “Ketika Tubuhku Tak Lagi Sama” bagi orang tua siswa penerima beasiswa SBI Peduli Pendidikan pada 3 Agustus 2023.

Dihadiri oleh tiga narasumber ilmu kedokteran, dr. Siti Masitoh, MARS, Puskesmas Klapanunggal, dr. Hasanah, SpKJ, MARS, serta dokter perusahaan, dr. Laurence Handoko, acara ini bertujuan untuk membantu peningkatan pemahaman pubertas pada remaja bagi orang tua murid.

Peran orang tua dalam memantau pertumbuhan pubertas anak sangat penting untuk mengatasi tantangan dan perubahan yang terjadi.

Oleh karena itu, Perusahaan berupaya menginformasikan beragam metode pendekatan yang efektif kepada orang tua supaya dapat memberikan dukungan kepada anak dalam mengatasi masa transisi yang penting ini.

Baca juga: Gandeng Dua Pemkab di Jambi, Tanoto Foundation Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dasar

Selama lebih dari 15 tahun, program beasiswa SBI Peduli Pendidikan telah didistribusikan kepada hampir 6000 siswa di sekitar area operasional Pabrik Narogong.

Hal ini terus dilakukan oleh SBI Pabrik Narogong agar dapat menciptakan dampak positif yang signifikan dalam masyarakat serta mengubah masa depan seseorang dan mendorong perubahan sosial yang lebih besar.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menanti 100 Tahun Pulihnya Populasi Hiu Paus, Ikan Terbesar Penghuni Nusantara
Menanti 100 Tahun Pulihnya Populasi Hiu Paus, Ikan Terbesar Penghuni Nusantara
Swasta
Belajar Mendengar Tanpa Telinga dari Segelas Kopi
Belajar Mendengar Tanpa Telinga dari Segelas Kopi
Swasta
Respons Laporan ESDM soal Capaian Bauran EBT, IESR: Hanya Bertambah 1,3 GW
Respons Laporan ESDM soal Capaian Bauran EBT, IESR: Hanya Bertambah 1,3 GW
LSM/Figur
Studi: Mayoritas Percaya Perubahan Iklim Hanya Berdampak pada Orang Lain
Studi: Mayoritas Percaya Perubahan Iklim Hanya Berdampak pada Orang Lain
Pemerintah
Studi Temukan Posisi Knalpot Pengaruhi Jumlah Polusi Udara yang Kita Hirup
Studi Temukan Posisi Knalpot Pengaruhi Jumlah Polusi Udara yang Kita Hirup
Pemerintah
Bauran EBT Sektor Listrik Lampaui Target, Kapasitasnya Bertambah 15.630 MW
Bauran EBT Sektor Listrik Lampaui Target, Kapasitasnya Bertambah 15.630 MW
Pemerintah
Kemenhut Bersihkan 1.272 Meter Gelondongan Kayu Pasca Banjir Sumatera
Kemenhut Bersihkan 1.272 Meter Gelondongan Kayu Pasca Banjir Sumatera
Pemerintah
AS Bidik Minyak Venezuela, Importir Terbesar Justru Fokus Transisi Energi
AS Bidik Minyak Venezuela, Importir Terbesar Justru Fokus Transisi Energi
Pemerintah
Kawasan Keanekaragaman Hayati Dunia Terancam, 85 Persen Vegetasi Asli Hilang
Kawasan Keanekaragaman Hayati Dunia Terancam, 85 Persen Vegetasi Asli Hilang
LSM/Figur
Hiper-Regulasi dan Lemahnya Riset Hambat Pengembangan Energi di Indonesia
Hiper-Regulasi dan Lemahnya Riset Hambat Pengembangan Energi di Indonesia
Pemerintah
B50 Dinilai Punya Risiko Ekonomi, IESR Soroti Beban Subsidi
B50 Dinilai Punya Risiko Ekonomi, IESR Soroti Beban Subsidi
LSM/Figur
Studi Ungkap Dampak Pemanasan Global pada Pohon, Tumbuh Lebih Lambat
Studi Ungkap Dampak Pemanasan Global pada Pohon, Tumbuh Lebih Lambat
LSM/Figur
AS Keluar dari UNFCCC, RI Perlu Cari Alternatif Pembiayaan Transisi Energi
AS Keluar dari UNFCCC, RI Perlu Cari Alternatif Pembiayaan Transisi Energi
LSM/Figur
BMKG Prediksi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Sepekan ke Depan
BMKG Prediksi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Sepekan ke Depan
Pemerintah
AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional, Pakar Sebut Indonesia Cari Alternatif Dana Transisi Energi
AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional, Pakar Sebut Indonesia Cari Alternatif Dana Transisi Energi
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau