Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lestari Summit 2024: Pentingnya Peran Agen Perubahan Guna Mencapai Target SDGs

Kompas.com, 19 Agustus 2024, 12:29 WIB
Add on Google
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya untuk mencapai target SDGs memerlukan kolaborasi berbagai stakeholders. Tanpa adanya effort tersebut, akan mustahil goals bisa dicapai.

Hal ini sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Koordinator Tim Ahli Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas Yanuar Nugroho. Menurutnya, kerja bersama atau kokreasi harus dilakukan agar Indonesia dapat memenuhi target SDGs-nya.

"Kokreasi artinya bersama-sama, bekerja bersama, menciptakan sesuatu. Itu prinsip penting," ujar Yanuar beberapa waktu lalu.

Baca juga: Strategi Investasi, Bos Astra Sebut Sektor Potensial Jangka Panjang Jadi Perhatian

Karena itu, perlu adanya kerja sama dengan pemangku kepentingan lain, atau non-state actor (NSA) seperti bisnis, filantropi, media, perguruan tinggi atau kelompok akademisi, dan organisasi masyarakat sipil.

Di Indonesia, ada banyak pihak yang berupaya untuk membantu pencapaian SDGs, dan salah satunya adalah PT Astra International Tbk melalui program SATU Indonesia.

SATU Indonesia merupakan langkah nyata dari Grup Astra untuk turut berperan aktif serta memberikan kontribusi demi meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia melalui karsa, cipta, dan karya terpadu untuk memberikan nilai tambah bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Ada lima bidang yang menjadi fokus dari program ini yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.

Sejak tahun 2010 Astra telah menyelenggarakan SATU Indonesia Awards. Di mana, ada banyak anak muda yang telah bergabung dan berhasil mendapatkan penghargaan dari program ini.

Baca juga: Astra Jaring Anak Muda Inspiratif di Bengkulu Lewat SATU Indonesia Awards 2024

Langkah ini menjadi bagian penting dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. Inisiatif yang dijalankan Astra ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Dukungan Astra untuk Agen Perubahan

Inisiatif Astra untuk para changemaker guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat ini menarik untuk dielaborasi lebih lanjut guna memberi inspirasi kepada pelaku bisnis lainnya untuk bisa menjalankan hal serupa guna mencapai target SDGs.

Untuk itu, dalam Lestari Summit 2024 yang diselenggarakan pada Rabu (21/8/2024), akan dipaparkan mengenai strategi Astra untuk mendukung dan memberdayakan agen perubahan di masyarakat.

Baca juga: Ingin Daftar SATU Indonesia Awards Astra? Berikut Kriteria Penilaiannya

Selain itu, pemaparan juga akan menyentuh pada upaya implementasi program yang bisa bermanfaat untuk masyarakat.

Pemaparan akan disampaikan oleh Regina Panontongan selaku Head of Media Relations Astra, yang akan memaparkan tentang berbagai strategi yang dijalankan untuk memberdayakan para changemaker.

Selain itu, penerima SATU Indonesia Awards 2020, Vania Febriyantie juga akan memberikan paparannya mengenai upaya yang telah dia lakukan yakni urban farming social enterprises yang memanfaatkan lahan tidur untuk dijadikan kebun sayur melalui lembaga yang didirikannya, Seni Tani.

Baca juga: Program Ekosistem Keuangan Inklusif Pacu Pemberdayaan Masyarakat Desa

Seni Tani juga aktif bekerjasama dengan salah satu NGO internasional yang concern dengan urban future dan melibatkan lima negara berkembang untuk menciptakan movement selama satu tahun kedepan dengan konsep sistem pangan berkelanjutan.

Keseluruhan acara sesi "Empowering Changemakers for Sustainable Development" ini akan dipandu oleh pemimpin Redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ekonom: Tata Kelola dan Komunikasi Jadi Penentu Keberhasilan PT DSI
Ekonom: Tata Kelola dan Komunikasi Jadi Penentu Keberhasilan PT DSI
Pemerintah
Blackout Massal di Sumatera, IESR Desak Investigasi Akar Masalahnya
Blackout Massal di Sumatera, IESR Desak Investigasi Akar Masalahnya
LSM/Figur
Krisis Iklim Perburuk Risiko Penyebaran Hantavirus
Krisis Iklim Perburuk Risiko Penyebaran Hantavirus
LSM/Figur
Warga Dunia Makin Susah Punya Rumah, Afrika Paling Terdampak
Warga Dunia Makin Susah Punya Rumah, Afrika Paling Terdampak
Pemerintah
Permintaan Kemasan Ramah Lingkungan Meningkat, Amplop Pengiriman Jadi Tren
Permintaan Kemasan Ramah Lingkungan Meningkat, Amplop Pengiriman Jadi Tren
Pemerintah
Ekspansi Produk, OVOC IPB University Gandeng Syamille Agro Farm Malaysia
Ekspansi Produk, OVOC IPB University Gandeng Syamille Agro Farm Malaysia
Pemerintah
Permintaan Tinggi Picu Perburuan Liar Kura-kura Sulcata dari Afrika ke Indonesia
Permintaan Tinggi Picu Perburuan Liar Kura-kura Sulcata dari Afrika ke Indonesia
LSM/Figur
Seragam dan Bangunan Sekolah di Malaysia Diarahkan Adaptif Krisis Iklim
Seragam dan Bangunan Sekolah di Malaysia Diarahkan Adaptif Krisis Iklim
Pemerintah
Studi: Emisi GRK dari Sawah Hampir Dua Kali Lipat sejak 1960-an
Studi: Emisi GRK dari Sawah Hampir Dua Kali Lipat sejak 1960-an
LSM/Figur
Mencairnya Es di Artik Lepas Polusi dan Bisa Hancurkan Warisan Budaya
Mencairnya Es di Artik Lepas Polusi dan Bisa Hancurkan Warisan Budaya
LSM/Figur
Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta dari Selada Hidroponik
Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta dari Selada Hidroponik
LSM/Figur
Badan Ekspor Danantara Dinilai Berpotensi Hambat Transisi Energi
Badan Ekspor Danantara Dinilai Berpotensi Hambat Transisi Energi
LSM/Figur
Kemenhut dan UNDP Akselerasi Perdagangan Karbon di Kawasan IAD Garut
Kemenhut dan UNDP Akselerasi Perdagangan Karbon di Kawasan IAD Garut
Pemerintah
Danantara Umumkan 85 Calon Mitra Pengelola PSEL, Mayoritas dari China
Danantara Umumkan 85 Calon Mitra Pengelola PSEL, Mayoritas dari China
BUMN
Krisis Iklim dan Lonjakan Harga Properti Bikin Kota Tak Lagi Ramah Manusia
Krisis Iklim dan Lonjakan Harga Properti Bikin Kota Tak Lagi Ramah Manusia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau