Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Edukasi Masa Depan Rendah Karbon, Indocement dan Sun Energy Resmikan "Chargee" di TMII

Kompas.com, 5 Agustus 2025, 18:00 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

 

KOMPAS.com - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) dan Sun Energy berkolaborasi dalam peringatan 50 tahun Indocement menghadirkan Chargee, stasiun pengisian daya tenaga surya (solar charging station).

Chargee dihadirkan di beberapa titik Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta dan diresmikan pada 2 Agustus 2025 dalam kegiatan yang mengangkat tema "‘Gemilang Pencapaian, Mewujudkan Masa Depan".

Kehadiran Chargee tidak hanya memberikan akses listrik bersih kepada para pengunjung, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi penting tentang gaya hidup rendah emisi yang mudah dilakukan.

“Sun Energy percaya bahwa energi bersih tidak mengenal batas ruang maupun skala. Kehadiran Chargee di perayaan 50 tahun Indocement menunjukkan bahwa momen besar sekalipun dapat dirayakan dengan tetap menempatkan keberlanjutan sebagai prioritas," ungkap CEO Sun Energy, Emmanuel Jefferson Kuesar.

"Kolaborasi ini bukan hanya simbol komitmen kami, tetapi juga langkah nyata bersama Indocement untuk mendorong transisi energi dan mempercepat tercapainya masa depan rendah karbon,” tambahnya.

Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya menyampaikan, "Kehadiran Chargee menunjukkan bahwa teknologi bersih dapat diakses oleh publik luas dan menjadi bagian dari budaya baru dalam penyelenggaraan event yang ramah lingkungan,"

"Hal ini sejalan dengan misi Indocement yang selalu mengedepankan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam operasionalnya,” lanjut Christian Kartawijaya.  

PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Indocement Citeureup, ikon kolaborasi strategis antara Sun Energy dan Indocement.DOK. SUN ENERGY PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Indocement Citeureup, ikon kolaborasi strategis antara Sun Energy dan Indocement.

Selain menghadirkan Chargee, Sun Energy juga turut mendukung program pembangunan rumah bagi para pekerja bangunan melalui partisipasi dalam kegiatan apresiasi seni.

Lukisan karya komunitas yang menggambarkan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Indocement Citeureup, ikon kolaborasi strategis antara Sun Energy dan Indocement menjadi simbol semangat kolaborasi yang tidak hanya berfokus pada transisi energi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Wacanakan Bangun PLTS di 80.000 Desa, Pemerintah Butuh Rp 1.630 Triliun

Kemitraan strategis ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan energi terbarukan di sektor industri. Ke depan, kedua perusahaan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas untuk semakin terlibat dalam aksi mitigasi perubahan iklim.

Kolaborasi dengan Indocement yang telah mencanangkan visi "Building a Net-zero Future" juga diharapkan langkah konkret dalam mendukung target global Paris Agreement dan komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission 2060.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dua Desa di Kaltim Ditetapkan Jadi Area Konservasi Pesut Mahakam
Dua Desa di Kaltim Ditetapkan Jadi Area Konservasi Pesut Mahakam
Pemerintah
Studi Ungkap 50 Persen Perairan Dunia Terkontaminasi Sampah
Studi Ungkap 50 Persen Perairan Dunia Terkontaminasi Sampah
LSM/Figur
Volume Sampah Dunia Diprediksi Melonjak 80 Persen pada 2050
Volume Sampah Dunia Diprediksi Melonjak 80 Persen pada 2050
Pemerintah
Ambisi Korsel: 60 Persen Motor Pengirim Barang Wajib Listrik pada 2035
Ambisi Korsel: 60 Persen Motor Pengirim Barang Wajib Listrik pada 2035
Pemerintah
Inggris Berencana Pangkas Pendanaan Iklim untuk Negara Berkembang
Inggris Berencana Pangkas Pendanaan Iklim untuk Negara Berkembang
Pemerintah
Bali Jadi Pusat Pariwisata, tapi Sampah Lautnya Kian Meningkat
Bali Jadi Pusat Pariwisata, tapi Sampah Lautnya Kian Meningkat
Pemerintah
Disebut Asia Tenggara Kontributor Terbesar, Kenapa Kadar Metana di Awal Tahun 2020-an Pecah Rekor
Disebut Asia Tenggara Kontributor Terbesar, Kenapa Kadar Metana di Awal Tahun 2020-an Pecah Rekor
Pemerintah
Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Pemerintah
Tren Global Predator Darat Berburu di Pesisir, Lebih dari 7.000 Penguin di Argentina Mati Selama 4 Tahun
Tren Global Predator Darat Berburu di Pesisir, Lebih dari 7.000 Penguin di Argentina Mati Selama 4 Tahun
LSM/Figur
SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif
SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif
LSM/Figur
Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Pemerintah
Patahkan Stigma, Inilah Kisah Kolaborasi Petani dengan Industri Tambang yang Bertanggung Jawab
Patahkan Stigma, Inilah Kisah Kolaborasi Petani dengan Industri Tambang yang Bertanggung Jawab
Swasta
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
Swasta
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
LSM/Figur
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau