Kepadatannya dan lapisan arang (char layer) juga dapat memberikan ketahanan api yang andal. Elemen-elemennya juga dapat diisolasi atau dirakit sebelumnya untuk atap, dinding, dan aplikasi lainnya.
Penelitian menunjukkan pula, desain yang menampilkan kayu rekayasa terbuka dapat membantu penghuni merasa terhubung dengan alam, sehingga mengurangi stres, meningkatkan semangat kerja, menambah produktivitas, dan mendorong kesejahteraan bagi staf operasional dan fasilitas.
Pendekatan Meta ini juga mewajibkan audit dari pihak ketiga untuk memastikan kayu yang digunakan bersumber dan diproses secara bertanggung jawab.
Kayu harus bisa dilacak secara transparan hingga ke hutan asalnya. Sementara hutan-hutan juga harus dikelola untuk keberlanjutan ekologis jangka panjang dan dampak sosial, termasuk kondisi kerja yang aman serta upah yang layak bagi masyarakat setempat.
Oleh karena itu, Meta memprioritaskan pemasok yang berfokus pada kehutanan cerdas iklim seperti pengurangan risiko kebakaran hutan, kerja sama dengan suku-suku yang mengelola lahan hutan, dan praktik yang meningkatkan penyimpanan karbon serta kesehatan ekologis melalui restorasi dan konservasi.
Dengan begitu, bangunan percontohan Meta ini pun bisa menunjukkan pendekatan baru dalam mempercepat transisi dan mengundang para pelaku industri lain untuk belajar serta mendukung metode konstruksi rendah karbon untuk pusat data di masa depan.
Baca juga: Energi Pusat Data: PBB Pilih Terbarukan, Trump Gas Fosil, Indonesia?
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya