JAKARTA, KOMPAS.com - Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) rendang ikan teri asal Riau, menjadi juara 1 dalam ajang penghargaan SisBerdaya & DisBerdaya yang digelar DANA dan Ant International.
Adalah Novita Wisudawati, yang mengembangkan bisnis kecilnya itu sejak 2017. Novita menjelaskan, produk bermerek Rendang Ikan Pak Ombak berbahan dasar ikan dengan bumbu rendang yang merupakan makanan khas di Riau.
"Karena belum terlalu dikenal, adanya Pak Ombak karena itu. Rendang ikan sudah kami kemas dengan kemasan saset sekali makan jadi praktis buat dibawa ke mana saja," ungkap Novita ditemui usai acara bertajuk Memajukan Bisnis dengan Teknologi di Jakarta Pusat, Kamis (7/8/2025).
Baca juga: Kualitas Peralatan Outdoor Lokal Tak Kalah dari Produk Luar
Ide awalnya, ia melihat potensi perikanan khususnya teri yang melimpah di Riau. Dengan mempekerjakan tiga ibu-ibu di sekitar rumahnya, Novita menjual produknya di Pekanbaru lalu merambah via e-commerce. Ia memastikan, bahan baku rendang ikan alami dan tak memakai pengawet.
"Kami hadir untuk mengenalkan rendang ikan ini lebih luas lagi. Omzet kami sekitar Rp 10-15 juta, dan masih di lokal, marketplace, Instagram, dan event-event," jelas dia.
Tak hanya program Sisberdaya, Novita juga kerap mengikuti perlombaan UMKM lain untuk memperkenalkan Rendang Ikan Pak Ombak. Kendati begitu, kondisi ekonomi yang tak menentu menyebabkan bisnisnya naik-turun.
"Jadi kami perlu kayak edukasi, pendekatan pasar. Rencananya uang dsri Dana kami mau membangun pasar lebih luas, dan meningkatkan kapasitas produksi," tutur Novita.
Pasalnya, selama ini ia hanya memproduksi 300 bungkus rendang ikan per bulannya. Selain itu, dia akan memperbaiki kemasan agar lebih tahan lama, dari yang sebelumnya masa kedaluwarsa empat bulan menjadi satu tahun.
"Sekarang kami lagi pengurusan BPOM. Jadi kan makin luas rendang kami, karena kemasannya sudah saset," ucap Novita.
Baca juga: Kajari Kota Malang Blusukan ke Pasar Klojen, Dorong UMKM Miliki Legalitas Usaha
Adapun dalam program SisBerdaya & DisBerdaya 2025, DANA mengumumkan 35 pemenang UMKM yang menunjukkan bagaimana pemanfaatan teknologi, khususnya AI, mampu meningkatkan produktivitas, efektivitas, serta keberlanjutan bisnis mereka.
Para peserta mendapatkan pelatihan hybrid mencakup business model canvas, digital payment & marketing, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan. CEO dan Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, menyampaikan SisBerdaya menarik lebih dari 5.000 peserta. Angkanya meningkat 176 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sedangkan, peserta kategori DisBerdaya empat kali lipat lebih banyak dibanding 2024, dengan lebih dari 100 peserta perempuan penyandang disabilitas antusias mengikuti program ini.
“Penganugerahaan SisBerdaya dan DisBerdaya 2025, bukan hanya selebrasi dan kompetisi semata melainkan momentum penting untuk mengakui dan mendukung terus UMKM perempuan sebagai bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia," ucap Vince.
Baca juga: Ekspor Minuman Naik Tajam, UMKM Punya Peluang Tembus Pasar Global
"Kita semua tahu bahwa 64 persen pelaku UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Mereka yang bekerja keras dari dalam dapur atau mungkin warung kecil di depan rumahnya, mencoba membantu stabilitas ekonomi keluarganya," imbuh dia.
Pada ajang ini, pemenang dipilih berdasarkan kualitas proposal bisnis, potensi dampak sosial, strategi pertumbuhan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam operasional usaha. Mereka menerima total hadiah senilai Rp 750 juta.
"Program ini menegaskan bahwa transformasi digital tidak sekadar menjadi motor penggerak ekonomi keluarga, tetapi juga menumbuhkan keyakinan diri, menciptakan peluang baru, dan menginspirasi para perempuan lainnya," kata Senior Director, Government Affairs and Strategic Development Ant International Indonesia, Wilson Siahaan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya