JAKARTA, KOMPAS.com - Organisasi nirlaba di bidang teknologi iklim, TransitionZero, meluncurkan pembaruan terbaru Scenario Builder, platform pemodelan sistem energi berbasis no-code yang saat ini mencakup kawasan Asia Tenggara.
CEO TransitionZero, Matt Gray, mengatakan ASEAN menjadi kawasan pertama yang mendapatkan fitur pemodelan multi-negara secara langsung.
Fitur tersebut mencakup 10 negara dengan 25 perangkat pemodelan yang terhubung dalam satu jaringan regional.
“Perencanaan jaringan listrik regional di ASEAN telah memasuki fase baru. Diskusinya kini bergeser dari sekadar pertanyaan apakah perlu membangun interkoneksi, menjadi bagaimana skema pasar lintas batas dirancang, bagaimana proyek-proyek ini dapat didanai, serta bagaimana keputusan dapat dibuat di berbagai yurisdiksi yang berbeda,” kata Matt dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Baca juga: Singapura Pilih Energi Nuklir untuk Lepas dari Ketergantungan LNG?
Menurut dia, pertanyaan-pertanyaan tersebut memiliki tingkat kompleksitas dan konsekuensi yang tinggi sehingga membutuhkan alat yang dapat digunakan oleh berbagai pemangku kepentingan dengan asumsi yang transparan.
Dengan hadirnya fitur baru tersebut, pengguna di Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Myanmar, Laos, Brunei Darussalam, dan Kamboja kini dapat mengakses lingkungan pemodelan terbuka (open access) yang dirancang khusus untuk analisis sistem kelistrikan regional.
Pembaruan juga memungkinkan para perencana energi di Asia Tenggara memodelkan sistem kelistrikan lintas batas dalam satu platform yang sama.
Selain itu, mendukung proses perencanaan yang lebih cepat, penggunaan asumsi yang konsisten antarnegara, serta pengambilan keputusan investasi lintas batas yang lebih kuat dan berbasis data.
Baca juga: Warga Eropa Bayar Listrik 25 Persen Lebih Murah Berkat Pembangkit EBT
Matt menambahkan, kemampuan pemodelan multi-negara pada Scenario Builder memberikan alat bagi komunitas energi ASEAN untuk membangun berbagai model dan menguji beragam skenario.
“Sehingga keputusan investasi dapat dibuat dengan lebih percaya diri dan diskusi mengenai desain pasar dapat benar-benar didukung oleh informasi yang memadai,” ujarnya.
Scenario Builder dirancang untuk membantu analis sistem kelistrikan, perencana energi, dan pembuat kebijakan dalam membangun, menjalankan, serta menganalisis model ekspansi kapasitas dan dispatch jangka panjang secara cepat dan transparan.
Melalui penggunaan model terbuka yang sama, para perencana dapat menyelaraskan input dan asumsi yang digunakan, membandingkan berbagai skenario secara berdampingan, serta mengidentifikasi berbagai trade-off secara lebih transparan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung perencanaan lintas batas yang lebih baik, memperkaya diskusi mengenai desain pasar listrik, serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan investasi regional. Selain itu, pendekatan ini juga dapat mengurangi duplikasi pekerjaan pemodelan yang selama ini terjadi di berbagai negara di kawasan.
TransitionZero juga menerapkan pendekatan open access yang menghilangkan berbagai hambatan dalam pemodelan energi, seperti keterbatasan akses data, penggunaan perangkat lunak proprietary, serta ketergantungan pada keahlian teknis khusus yang belum tentu tersedia di setiap institusi.
Melalui Scenario Builder, pengguna dapat mengevaluasi bagaimana interkoneksi regional memperluas peluang pengembangan energi bersih, mengidentifikasi titik-titik kritis pada jaringan transmisi, menilai dampak berbagai skema perdagangan listrik terhadap biaya sistem, hingga memahami interaksi antara rencana energi nasional dan regional.
Misalnya, seorang perencana dapat memodelkan dampak peningkatan kapasitas energi terbarukan di satu negara terhadap jaringan listrik negara-negara tetangga, mengidentifikasi potensi bottleneck transmisi dalam berbagai skenario perdagangan, serta menilai bagaimana interkoneksi regional memengaruhi bauran pembangkitan listrik berbiaya terendah di ASEAN.
Baca juga: Genjot Jaringan Listrik ASEAN, ADB-Bank Dunia Rilis Pendanaan Baru
Sementara itu, Head of Market Development TransitionZero, Ajita Mishra, menyatalam model ASEAN Power Grid (APG) memberikan cara yang praktis bagi para perencana, peneliti, dan institusi untuk memahami keterkaitan sistem kelistrikan di Asia Tenggara.
“Dengan mengintegrasikan pembangkitan, transmisi, dispatch, dan aliran perdagangan dalam satu lingkungan pemodelan yang terbuka, Scenario Builder membantu pengguna membandingkan berbagai pilihan, memahami trade-off yang ada, dan bekerja dengan asumsi yang transparan,” beber Ajita.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya