Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

TransitionZero Luncurkan Platform Pemodelan Sistem Energi untuk Asia Tenggara

Kompas.com, 3 Juni 2026, 16:20 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Organisasi nirlaba di bidang teknologi iklim, TransitionZero, meluncurkan pembaruan terbaru Scenario Builder, platform pemodelan sistem energi berbasis no-code yang saat ini mencakup kawasan Asia Tenggara.

CEO TransitionZero, Matt Gray, mengatakan ASEAN menjadi kawasan pertama yang mendapatkan fitur pemodelan multi-negara secara langsung.

Fitur tersebut mencakup 10 negara dengan 25 perangkat pemodelan yang terhubung dalam satu jaringan regional.

“Perencanaan jaringan listrik regional di ASEAN telah memasuki fase baru. Diskusinya kini bergeser dari sekadar pertanyaan apakah perlu membangun interkoneksi, menjadi bagaimana skema pasar lintas batas dirancang, bagaimana proyek-proyek ini dapat didanai, serta bagaimana keputusan dapat dibuat di berbagai yurisdiksi yang berbeda,” kata Matt dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Singapura Pilih Energi Nuklir untuk Lepas dari Ketergantungan LNG?

Menurut dia, pertanyaan-pertanyaan tersebut memiliki tingkat kompleksitas dan konsekuensi yang tinggi sehingga membutuhkan alat yang dapat digunakan oleh berbagai pemangku kepentingan dengan asumsi yang transparan.

Dengan hadirnya fitur baru tersebut, pengguna di Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Myanmar, Laos, Brunei Darussalam, dan Kamboja kini dapat mengakses lingkungan pemodelan terbuka (open access) yang dirancang khusus untuk analisis sistem kelistrikan regional.

Kelistrikan lintas batas

Pembaruan juga memungkinkan para perencana energi di Asia Tenggara memodelkan sistem kelistrikan lintas batas dalam satu platform yang sama.

Selain itu, mendukung proses perencanaan yang lebih cepat, penggunaan asumsi yang konsisten antarnegara, serta pengambilan keputusan investasi lintas batas yang lebih kuat dan berbasis data.

Baca juga: Warga Eropa Bayar Listrik 25 Persen Lebih Murah Berkat Pembangkit EBT

Matt menambahkan, kemampuan pemodelan multi-negara pada Scenario Builder memberikan alat bagi komunitas energi ASEAN untuk membangun berbagai model dan menguji beragam skenario.

“Sehingga keputusan investasi dapat dibuat dengan lebih percaya diri dan diskusi mengenai desain pasar dapat benar-benar didukung oleh informasi yang memadai,” ujarnya.

Scenario Builder dirancang untuk membantu analis sistem kelistrikan, perencana energi, dan pembuat kebijakan dalam membangun, menjalankan, serta menganalisis model ekspansi kapasitas dan dispatch jangka panjang secara cepat dan transparan.

Melalui penggunaan model terbuka yang sama, para perencana dapat menyelaraskan input dan asumsi yang digunakan, membandingkan berbagai skenario secara berdampingan, serta mengidentifikasi berbagai trade-off secara lebih transparan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung perencanaan lintas batas yang lebih baik, memperkaya diskusi mengenai desain pasar listrik, serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan investasi regional. Selain itu, pendekatan ini juga dapat mengurangi duplikasi pekerjaan pemodelan yang selama ini terjadi di berbagai negara di kawasan.

TransitionZero juga menerapkan pendekatan open access yang menghilangkan berbagai hambatan dalam pemodelan energi, seperti keterbatasan akses data, penggunaan perangkat lunak proprietary, serta ketergantungan pada keahlian teknis khusus yang belum tentu tersedia di setiap institusi.

Dukung Integrasi Sistem Kelistrikan ASEAN

Melalui Scenario Builder, pengguna dapat mengevaluasi bagaimana interkoneksi regional memperluas peluang pengembangan energi bersih, mengidentifikasi titik-titik kritis pada jaringan transmisi, menilai dampak berbagai skema perdagangan listrik terhadap biaya sistem, hingga memahami interaksi antara rencana energi nasional dan regional.

Misalnya, seorang perencana dapat memodelkan dampak peningkatan kapasitas energi terbarukan di satu negara terhadap jaringan listrik negara-negara tetangga, mengidentifikasi potensi bottleneck transmisi dalam berbagai skenario perdagangan, serta menilai bagaimana interkoneksi regional memengaruhi bauran pembangkitan listrik berbiaya terendah di ASEAN.

Baca juga: Genjot Jaringan Listrik ASEAN, ADB-Bank Dunia Rilis Pendanaan Baru

Sementara itu, Head of Market Development TransitionZero, Ajita Mishra, menyatalam model ASEAN Power Grid (APG) memberikan cara yang praktis bagi para perencana, peneliti, dan institusi untuk memahami keterkaitan sistem kelistrikan di Asia Tenggara.

“Dengan mengintegrasikan pembangkitan, transmisi, dispatch, dan aliran perdagangan dalam satu lingkungan pemodelan yang terbuka, Scenario Builder membantu pengguna membandingkan berbagai pilihan, memahami trade-off yang ada, dan bekerja dengan asumsi yang transparan,” beber Ajita.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menjaga Anak Saat Orang Tua Bekerja, Cerita TPA Perkebunan di Solok Selatan
Menjaga Anak Saat Orang Tua Bekerja, Cerita TPA Perkebunan di Solok Selatan
Swasta
PLN Siap Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran, Kajian Lingkungan dan Sosial Jadi Perhatian
PLN Siap Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran, Kajian Lingkungan dan Sosial Jadi Perhatian
BUMN
Gelar Rembug Nasional 2026, KTNA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pertanian dan Perikanan
Gelar Rembug Nasional 2026, KTNA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pertanian dan Perikanan
LSM/Figur
Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen
Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen
Pemerintah
Dampak Panas Ekstrem, Sebabkan Kerugian Finansial Dunia Kerja
Dampak Panas Ekstrem, Sebabkan Kerugian Finansial Dunia Kerja
Pemerintah
Bagaimana Negara Cegah Bencana Jadi Krisis Pangan, Analisis Tunjukan
Bagaimana Negara Cegah Bencana Jadi Krisis Pangan, Analisis Tunjukan
Pemerintah
Asap Kebakaran Hutan Terbukti Lebih Toksik dari Polusi Udara Lainnya
Asap Kebakaran Hutan Terbukti Lebih Toksik dari Polusi Udara Lainnya
Pemerintah
Udara Bersih Berdampak Positif pada Perkembangan Anak Usia Dini
Udara Bersih Berdampak Positif pada Perkembangan Anak Usia Dini
Pemerintah
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Pemerintah
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Pemerintah
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
Pemerintah
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Pemerintah
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
LSM/Figur
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Pemerintah
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk 'Urban Farming' Tanaman Anggur
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk "Urban Farming" Tanaman Anggur
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau