Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Masalah sampah di Indonesia seringkali terasa rumit, namun solusi yang paling efektif sering dimulai dari cara berpikir yang sederhana dan aksi nyata.
Sampah yang kerap dianggap sebagai limbah, sebenarnya menyimpan potensi besar sebagai sumber daya baru—sebuah konsep yang perlu ditanamkan sejak dini.
Di sinilah peran krusial generasi muda sebagai tonggak masa depan, yang tidak hanya membutuhkan kesadaran, tetapi juga panduan untuk mewujudkan ide-ide kreatif mereka.
Baca juga: Menteri LH Sentil Bali-Jakarta: Hutan Gundul, Sampah Menumpuk, Banjir Datang
Namun cara berpikir seperti ini seringkali belum tertanam kuat di benak generasi muda, padahal mereka adalah tonggak penting masa depan.
Sebagai respons terhadap tantangan ini, ASRI—sebuah inisiatif Kompas Gramedia yang didukung oleh Unilever—bergandeng tangan dengan Warriors Clean Up Indonesia (WCI).
Kolaborasi ini berfokus pada menciptakan sebuah gerakan yang memberdayakan generasi muda untuk mengubah cara pandang terhadap sampah dan menjadikannya sebagai bagian dari solusi.
Hal ini diwujudkan melalui program ASRI Goes to School: Jejak Aksi Sobat Pilah yang diawali di SMAN 34 Jakarta, di mana para siswa tidak hanya belajar, tetapi juga bermain dan berideasi.
CEO WCI, Nendy Rahman, menjelaskan bahwa perubahan perilaku membutuhkan proses dan
keteladanan nyata.
"Aksi bersama dalam komunitas membuat dampak terasa lebih besar dan menular. Kami ingin menciptakan ekosistem yang inspiratif, di mana setiap siswa menjadi teladan bagi lingkarnya sendiri," ujar Nendy.
Pendekatan ini disambut baik oleh para siswa. Agar semangat dan ide-ide inovatif ini tidak berhenti di ruang kelas, ASRI juga memperkenalkan platform Lestari Academy yang dapat diakses di lestariacademy.id sebagai kelanjutan dari perjalanan belajar di mana pun dan kapan pun.
Platform ini dirancang sebagai wadah bagi siswa yang dapat mengakses materi interaktif seputar keberlanjutan dengan format singkat dan visual yang relevan bagi Gen Z.
Baca juga: Metana Jadi Berkah, Kisah Suami Istri Balikpapan Hidup dari Sampah
"ASRI ini sangat cocok untuk Gen Z seperti kami. Belajar tentang lingkungan jadi lebih seru dan mudah dipahami," ungkap salah satu siswa kelas 10 SMAN 34 Jakarta, menyoroti bagaimana program ini berhasil mengubah topik yang serius menjadi kegiatan yang menyenangkan.
Ke depan, ASRI dan WCI akan terus memperkuat jangkauan kolaborasi mereka ke sekolah-sekolah lain, dengan target menciptakan sebuah gerakan nasional yang menginspirasi generasi muda untuk menjadi agen perubahan.
Akademi Sekolah Lestari (ASRI) sendiri merupakan program inisiatif Kompas Gramedia dengan dukungan Unilever untuk mempersiapkan generasi mendatang menghadapi tantangan keberlanjutan.
Melalui platform edukasi berbasis online yang berfokus pada isu lingkungan, ASRI hadir untuk mendukung guru dan siswa dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Program ini juga mencakup berbagai aktivitas, mulai dari roadshow, sosialisasi mini, mentoring, kompetisi, hingga awarding, yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran, pengetahuan, dan aksi nyata di bidang keberlanjutan.
Tentang Warriors Cleanup Indonesia (WCI) Warriors CleanUp Indonesia (WCI) adalah komunitas independen yang bergerak di bidang lingkungan hidup dengan fokus pada edukasi, aksi nyata, dan kolaborasi dalam pengelolaan sampah.
Didirikan oleh sekelompok anak muda peduli lingkungan, WCI konsisten mengadakan kegiatan bersih-bersih, kampanye kesadaran publik, serta program pemberdayaan masyarakat untuk membangun kebiasaan memilah dan mengurangi sampah sejak dini.
Dengan semangat gotong royong, WCI percaya bahwa perubahan kecil dari individu dapat berdampak besar bagi kelestarian lingkungan dan masa depan generasi mendatang.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya