Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Vitamin C Bantu Lindungi Paru-paru dari Dampak Polusi Udara

Kompas.com, 24 Desember 2025, 17:35 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Vitamin C dosis tinggi disebut membantu melindungi paru-paru dari dampak polusi udara yang berbahaya, menurut penelitian terbaru yang dipimpin oleh tim dari University of Technology Sydney, Australia.

Polutan yang disebut sebagai PM2.5 sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti asma dan kanker paru-paru.

Baca juga:

"Suplementasi vitamin C antioksidan terbukti efektif dalam mengurangi dampak negatif paparan PM2.5 tingkat rendah, yang mungkin direkomendasikan untuk individu berisiko tinggi," tulis mahasiswa pascasarjana Univerist of Technology Sydney, Xu Bai dan rekan-rekannya dalam studi tersebut, dilansir dari Science Alert, Rabu (24/12/2025).

Vitamin C bantu lindungi paru-paru dari dampak polusi udara

Tetap konsultasi ke dokter sebelum konsumsi vitamin C

Vitamin C dosis tinggi disebut membantu melindungi paru-paru dari dampak polusi udara yang berbahaya.FREEPIK/RAWPIXEL.COM Vitamin C dosis tinggi disebut membantu melindungi paru-paru dari dampak polusi udara yang berbahaya.

Dalam studi yang terbit di jurnal Environmental International ini, para peneliti melakukan serangkaian eksperimen pada tikus jantan dan jaringan manusia yang ditumbuhkan di laboratorium untuk menguji efek vitamin C pada jaringan yang terpapar partikel halus.

Peneliti menemukan bahwa vitamin C melindungi paru-paru dari beberapa kerusakan inti pada sel yang biasanya disebabkan oleh polusi udara.

Secara khusus, vitamin C mengurangi hilangnya "pembangkit tenaga" mitokondria pada sel, meredakan peradangan yang berbahaya, dan mencegah sel agar tidak rusak akibat efek stres oksidatif.

Stres oksidatif dikenal sebagai serangan yang disebabkan oleh molekul tidak stabil dan reaktif yang kemudian memicu berbagai gangguan fungsi tubuh.

Baca juga:

Penelitian lanjut dibutuhkan

Konsumsi vitamin C sebaiknya dibarengi dengan kualitas udara yang baik

Vitamin C dosis tinggi disebut membantu melindungi paru-paru dari dampak polusi udara yang berbahaya.Napatcha Vitamin C dosis tinggi disebut membantu melindungi paru-paru dari dampak polusi udara yang berbahaya.

Kendati demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah dosis vitamin yang dapat dicapai mampu melindungi manusia secara langsung, bukan hanya pada jaringan yang ditumbuhkan di laboratorium atau model tikus.

Sebagai catatan, tingkat polusi dan dosis vitamin C dalam penelitian ini telah dikalibrasi secara cermat di laboratorium sehingga belum tentu mencerminkan paparan di dunia nyata bagi kebanyakan orang.

Ahli biologi molekuler dari University of Technology Sydney, Brian Oliver menuturkan bahwa masyarakat tetap harus berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi vitamin C dosis tinggi. Apalagi bila mereka memiliki kondisi tertentu.

"Anda perlu berbicara dengan dokter untuk memastikan Anda mengonsumsi jenis suplemen yang tepat pada tingkat yang tepat dan tidak secara tidak sengaja overdosis dengan sesuatu yang lain yang termasuk dalam suplemen yang dijual bebas," ucap Oliver. 

Tidak hanya itu, idealnya, konsumsi suplemen vitamin C sebaiknya harus dibarengi dengan memperbaiki kualitas udara yang dihirup setiap hari.

Sementara itu, vitamin C dipakai sebagai salah satu cara untuk melindungi diri dari efek partikel halus.

Sebagai informasi, polutan PM2.5 umumnya dihasilkan oleh kemacetan lalu lintas, kebakaran hutan, dan badai debu. Dampak partikel-partikel kecil yang merusak kesehatan ini terpantau dalam beberapa tahun terakhir.

"Kita tahu bahwa tidak ada tingkat polusi udara yang aman. Namun, untuk pertama kalinya, kami memberikan harapan untuk pengobatan pencegahan berbiaya rendah terhadap masalah global yang memengaruhi ratusan juta orang," kata Oliver.

Baca juga: 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
Pemerintah
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
Pemerintah
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
Pemerintah
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Pemerintah
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau