KOMPAS.com - Beberapa perusahaan pelayaran terbesar di dunia bergabung dalam sebuah aliansi untuk mengatasi polusi plastik di lautan.
Aliansi yang disebut Maritime Association of Clean Seas (MACS) ini didirikan oleh organisasi Seven Clean Seas. Anggota pendirinya meliputi Berge Bulk, X-Press Feeders, Bernhard Schulte Shipmanagement, dan Britoil Offshore Services.
Aliansi MACS tidak hanya berfokus pada mengurangi limbah, tetapi juga pada perbaikan mendasar dalam cara kerja industri pelayaran untuk mencapai keberlanjutan.
Melansir Edie, Selasa (18/11/2025), meskipun pelayaran hanya menyumbang sebagian kecil dari 14 juta ton plastik yang masuk ke lautan setiap tahun, penanganan sampah yang tidak tepat atau hilangnya kargo secara tidak sengaja dari kapal dan pelabuhan dapat mengakibatkan pelepasan plastik seperti pelet, film, dan kemasan ringan ke lingkungan.
Baca juga: RI-Inggris Teken MoU Kurangi Sampah Plastik dan Polusi Laut
Pelet plastik, juga dikenal sebagai nurdles, adalah potongan plastik mentah kecil yang digunakan untuk membuat produk plastik dan sangat rentan masuk ke laut selama pengangkutan.
"Bersama MACS, kami menyediakan industri maritim dengan perangkat yang dibutuhkan untuk mencapai kemajuan terukur dalam melawan polusi plastik. Tidak sendirian, tetapi bersama-sama," kata Tom Peacock-Nazil, ketua MACS.
MACS berencana untuk berfokus pada tiga area utama pada tahun 2026.
Pertama, pengadaan dan penggunaan material yang berkelanjutan. Ini melibatkan pengadaan dan penggunaan material dengan cara yang mengurangi sampah plastik dan dampak lingkungan.
Kedua, pengukuran dan pengurangan sampah kapal. Ini termasuk pelacakan jenis dan jumlah sampah yang dihasilkan di kapal dan penerapan langkah-langkah untuk meminimalkannya.
Baca juga: Sampah Plastik “Berlayar” ke Samudra Hindia dan Afrika, Ini Penjelasan Peneliti BRIN
Dan terakhir adalah penerimaan sampah di sisi pelabuhan. Ini melibatkan peningkatan fasilitas dan prosedur di pelabuhan untuk mengumpulkan dan mengelola sampah dari kapal.
Lebih lanjut, aliansi ini dibuat berdasarkan Rencana Aksi Sampah Laut Plastik dari Organisasi Maritim Internasional (IMO), sebuah kerangka kerja global untuk mengurangi polusi plastik dari pelayaran dan aktivitas maritim terkait.
Industri maritim sendiri sangat vital bagi ekonomi dunia, dan meskipun bukan penyebab utama, tindakan terpadu dari sektor ini untuk mengendalikan limbah mereka sendiri memiliki peran penting dalam mengurangi kerusakan lingkungan dan meningkatkan kesehatan ekosistem laut.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya