Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertama Kalinya, KNMP di Bulukumba Sulsel Ekspor Hampir 1 Ton Ikan ke Timur Tengah

Kompas.com, 12 Januari 2026, 10:41 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Nelayan di Kabupaten Bulukamba, Sulawesi Selatan, mengekspor hampir 1 ton ikan kerapu macan dan tenggiri segar hasil tangkapan ke Arab Saudi. Ekspor pertama kali dilakukan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Benteng.

Ikan dibawa menggunakan mobil pendingin fasilitas KNMP Benteng menuju Makassar untuk diterbangkan ke Jeddah, Arab Saudi, Jumat (9/1/2026).

“Inilah yang kami ingin hadirkan dari program KNMP, yakni bagaimana meningkatkan produktivitas masyarakat termasuk jangkauan pasarnya. Dari yang tadinya lokal kini merambah pasar internasional,” kata Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, Trian Yunanda dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).

Baca juga: Target Swasembada Garam 2027, KKP Tetap Impor jika Produksi Tak Cukup

Dia menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur KNMP Bulukumba memasuki tahap penyelesaian. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga telah mengirimkan fasilitas pendukung berupa mobil pendingin, kapal, mesin kapal hingga alat tangkap untuk dikelola koperasi.

Trian menjelaskan, KNMP Bentenge di Bulukumba dilengkapi infrastruktur perikanan mencakup tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan, bengkel kapal, kios perbekalan, serta balai nelayan.

Selain itu, fasilitas rantai dingin meliputi pabrik es portabel, mobil pendingin, kotak pembeku, dan gudang beku.

“Setelah beroperasi harapan kami produktivitas perikanan di Bulukumba bisa lebih meningkat menjangkau pasar yang lebih luas. Karena potensi perikanan besar sekali dan masyarakatnya juga produktif,” tutur Trian.

Baca juga: KKP: 20 Juta Ton Sampah Masuk ke Laut, Sumber Utamanya dari Pesisir

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bulukumba Muh Thaiyeb Maningkasi menuturkan KNMP bakal mendukung pengembangan sektor perikanan di wilayahnya. Pemerintah daerah pub siap menjadikan KNMP Bantengesebagai pusat perikanan karena kelengkapan fasilitas.

“Bupati fokus sekali mengembangkan sektor perikanan sehingga kehadiran KNMP ini sangat membantu. Jika sudah beroperasi penuh, nanti aktivitas perikanan akan kami pusatkan di sana,” sebut Thaiyeb.

Dia mengaku optimistis ikan tangkapan nelayan Bulukamba akan merambah pasar internasional. Setelah ekspor perdana hampir 1 ton ikan kerapu macan dan tenggiri ke Arab Saudi, eksportir menawarkan tambahan permintaan menjadi 2,5 ton ikan per hari.

Menurutnya tawaran tersebut berpeluang meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.

“Selain ikan kerapu jenis macan, ada kerapu-kerapu lain di sini. Kami juga penghasil ikan kakap merah, layang, dan ikan-ikan karang lainnya yang semuanya punya nilai jual tinggi,” ucap dia.

KKP berencana membangun 35 lokasi KNMP di sejumlah pesisir Indonesia. Pembangunan tahap dua melengkapi 65 kampung yang lebih dulu dibangun, sehingga total pembangunan tahun anggaran 2025 mencapai 100 lokasi.

Pembangunan KNMP tahap dua menggunakan anggaran negara sebesar Rp 859 miliar dengan skema kontrak tahun jamak (Multi Year Contract/MYC). Pembangunannya ditargetkan selesai pada Mei 2026.

Tingkatkan Pendapatan

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, program KNMP mampu meningkatkan pendapatan para nelayan hingga 100 persen. Capaian itu berdasarkan percontohan program Kampung Nelayan di Merauke, Papua Selatan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Pemerintah
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Swasta
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Pemerintah
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pemerintah
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
LSM/Figur
'Cage Free Eggs', Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
"Cage Free Eggs", Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
LSM/Figur
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
LSM/Figur
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
LSM/Figur
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Pemerintah
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Pemerintah
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
Pemerintah
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Pemerintah
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
LSM/Figur
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
LSM/Figur
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau