Sementara itu, Prof. Dr. Milan Chytrý mengatakan, studi tersebut memungkinkan kondisi lingkungan, seperti nutrisi atau cahaya, dapat divisualisasikan di seluruh Eropa untuk pertama kalinya.
"Hal ini juga gangguan, seperti pengelolaan tanah intensif, untuk divisualisasikan di seluruh Eropa untuk pertama kalinya," ujar Chytrý.
Semua hal itu memainkan peran kunci dalam standardisasi sistem nilai indikator yang digunakan studi ini.
Metode identifikasi berbasis artificial intelligent (AI atau kecerdasan buatan) dalam aplikasi pengamatan tumbuhan berskala besar menjadi terobosan penting untuk memudahkan pencatatan keanekaragaman hayati oleh warga.
Berkaca dari temuan kondisi lingkungan hidup kawasan perkotaan di Eropa dalam studi itu, hutan kota punya peran cukup signifikan. Hutan kota menyediakan layanan ekosistem penting, seperti pendinginan dan retensi air.
Terlepas dari keragaman intra-kota ini, area terbangun sangat mirip di seluruh Eropa, yang menunjukkan homogenisasi perkotaan.
Sebaliknya, hutan kota mempertahankan kondisi lingkungan lokal aslinya sekaligus melestarikan keanekaragaman alam.
"Kota adalah tempat di mana masalah lingkungan menjadi terlihat, tetapi juga tempat di mana solusi dapat muncul," ucap Tautenhahn.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya