Ada harga yang harus dibayar untuk salju buatan. Dibutuhkan energi dan air dalam jumlah besar untuk membuat salju.
Hal itu dapat memperburuk perubahan iklim jika listrik dipasok dengan membakar bahan bakar fosil, dan dapat memperparah masalah air di daerah-daerah dengan kelangkaan air.
Panitia penyelenggara memperkirakan membutuhkan 946 juta liter air, setara dengan hampir 380 kolam renang Olimpiade, untuk pembuatan salju. Mereka membuat waduk air baru di dataran tinggi, atau danau, untuk menyimpannya.
Selain itu, ajang seperti Olimpiade menarik peserta dan penonton dari seluruh dunia sehingga selalu berkontribusi terhadap perubahan iklim.
Banyak orang terbang ke lokasi acara, tempat-tempat baru dibangun, dan banyak listrik digunakan untuk mengoperasikannya, yang mana menghasilkan polusi karbon dalam jumlah besar.
Ke depannya IOC pun mewajibkan tuan rumah untuk meminimalisasi penggunaan air dan listrik. Termasuk mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah cabang olahraga, atlet, dan penonton yang hadir.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya