Dari aspek studi keilmuan iklim, kawasan tropis dinilai kurang memperoleh perhatian daripada wilayah lintang tengah dan tinggi, seperti Amerika Utara dan Eropa.
Kawasan tropis juga tidak mengalami pemanasan secepat daerah yang lebih dingin, seperti Greenland atau Antartika.
Padahal kawasan dengan suhu sudah sangat tinggi, peningkatan sekecil apa pun dapat mendorongnya melampaui ambang batas yang dapat ditoleransi oleh manusia dan satwa liar.
Baca juga:
"Ketika kita memodelkan perubahan iklim, kita cenderung fokus pada bagaimana suhu akan berubah secara global. Tetapi orang-orang mengalami perubahan iklim di tingkat regional," ucap Pérez-Angel.
Dengan hanya dua negara berpenghasilan tinggi di seluruh wilayah tropis, banyak komunitas memiliki sumber daya terbatas untuk beradaptasi dengan krisis iklim.
Menurut Pérez-Angel, memahami masa depan manusia, ekosistem, dan lahan yang mereka andalkan, sangat penting untuk membangun ketahanan di tingkat regional.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya