Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan tentang Sampah, Pameran Seni Daur Ulang yang Libatkan Warga Jakarta

Kompas.com, 6 Februari 2026, 10:21 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bila tertarik dengan seni dari daur ulang sampah, pameran "Bukan tentang Sampah" wajib dikunjungi. Diadakan sampai awal Mei 2026, tepatnya Senin (2/5/2026), pameran gratis ini bertempat di Erasmus Huis, Jakarta Selatan.

Dari pintu depan, tampak botol plastik bekas berwarna hijau, biru, dan bening, disusun dan digantung menyerupai tirai.

Di bawahnya dibangun pijakan kaki berkelir hitam selebar kira-kira tiga meter dengan ketinggian 10 sentimeter agar pengunjung bisa berdiri di atasnya.

Baca juga:

Melihat lebih dalam, tampak desainer menciptakan wadah untuk menaruh barang-barang yang terbuat dari 4.500 tutup botol. Ada pula miniatur Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, lengkap dengan truk dari kardus serta minatur sungai dan ikan.

Pameran seni dari daur ulang sampah

Sampah dikumpulkan oleh anggota komunitas di Jakarta

Desainer dari Kota Tanpa Sampah, Ade Amelia menjelaskan, pameran ini digelar atas kerja sama Co/Lab Designers dengan Dutch Design Foundation, dan Wahu (Waste Hubs).

Pengelolaan sampah menjadi barang bernilai bermula dari ide Dutch Design Foundation agar desainer membuat prototipe yang bisa dieskalasi dan menggelar pameran seni.

Sampah yang digunakan berasal dari Wahu Hub yang dikumpulkan oleh anggota komunitas di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

"Mungkin dari kami semua ada sedikit bersinggungan dengan topik sampah tetapi juga bukan ahli. Jadi sebenarnya kami di sini juga desainer, misalnya kayak aku juga kita belajar jadi kita pas survei datang ke komunitas bagaimana caranya menyelesaikan persoalan sampah," ungkap Ade saat ditemui di lokasi, Kamis (5/2/2026).

Baca juga:

Dalam proyek ini, tim melibatkan 38 rumah tangga yang tergabung dalam komunitas Kompak.

Ade menjelaskan, prosesnya dimulai dengan pendekatan ke RT, RW, hingga kelurahan setempat, lalu memilih komunitas yang memiliki visi sejalan dalam pengelolaan sampah.

"Menariknya adalah komunitas ini sudah ada kelola organiknya meskipun masih terbatas, dan mereka belum ada tata kelola daur ulang yang lain seperti plastik dan kardus. Jadi kami pikir ini cocok dan sebetulnya karena tetangga jadi lebih dekat juga," tutur dia.

Hasil yang berkelanjutan

Desainer membuat miniatur TPST Bantargebang dari sampah, Kamis (5/2/2026). KOMPAS.com/ZINTAN Desainer membuat miniatur TPST Bantargebang dari sampah, Kamis (5/2/2026).

Di samping edukasi soal sampah, proyek tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Sejak akhir November 2025, komunitas berhasil mengumpulkan 307 kilogram sampah plastik dan kardus dengan nilai ekonomi mencapai Rp 455.000.

"Karena kami udah ada semacam tools-tools-nya misalnya tas, off-taker (pembeli) komunal reward dan WhatsApp group istilahnya ini yang nanti akan di-translate ke WAHU, bagaimana kalau misalkan aplikasi nanti based on community account. Jadi ini bisa ada perpanjangan tangannya," ucap Ade.

Dengan begitu, hasil daur ulang sampah akan terus berkelanjutan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
LSM/Figur
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Pemerintah
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Pemerintah
Kapasitas PLTS Indonesia Baru 1,5 GW, AESI Soroti Hambatan Capai Target 100 GWp
Kapasitas PLTS Indonesia Baru 1,5 GW, AESI Soroti Hambatan Capai Target 100 GWp
Swasta
Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau
Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau
Pemerintah
BPDLH Siapkan Skema 'Blended Finance' untuk Hadapi Risiko Bencana Iklim
BPDLH Siapkan Skema "Blended Finance" untuk Hadapi Risiko Bencana Iklim
Pemerintah
Pesan yang Gugah Emosi Lebih Ampuh Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Pesan yang Gugah Emosi Lebih Ampuh Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
LSM/Figur
United Tractors Gelar Wisuda 'Release Stunting' 2026
United Tractors Gelar Wisuda "Release Stunting" 2026
Swasta
PBB Sebut Target Batas Suhu Iklim 1,5 Derajat C Kian Sulit Dicapai
PBB Sebut Target Batas Suhu Iklim 1,5 Derajat C Kian Sulit Dicapai
Pemerintah
Indonesia Disebut Belum Resmi Ajukan Dana 'Loss and Damage', BPDLH Klaim Sudah Kirim Dua Proposal
Indonesia Disebut Belum Resmi Ajukan Dana "Loss and Damage", BPDLH Klaim Sudah Kirim Dua Proposal
LSM/Figur
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Anak-Anak Pesisir
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Anak-Anak Pesisir
Pemerintah
Industri Batu Bara di Tengah Transisi Energi, Bappenas Sebut Pekerja Informal Paling Sulit Beralih
Industri Batu Bara di Tengah Transisi Energi, Bappenas Sebut Pekerja Informal Paling Sulit Beralih
Pemerintah
Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Pemerintah
Bahaya Pestisida, Hampir 50 Persen Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Bahaya Pestisida, Hampir 50 Persen Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Pemerintah
Kerusakan Tanah Dunia Mengkhawatirkan, PBB Soroti Solusi yang Belum Maksimal
Kerusakan Tanah Dunia Mengkhawatirkan, PBB Soroti Solusi yang Belum Maksimal
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau