JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengajak kementerian/lembaga (k/l), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), TNI, Polri, dan pelajar untuk ikut memungut sampah.
Hal ini disampaikan Prabowo saat menceritakan pengalamannya bertemu dengan pejabat Korea Selatan yang mengkritik kondisi pantai Bali yang dinilai kian kotor.
Baca juga:
"Gubernur, Bupati (pelajar) SMA, SMP, SD di bawah kendali saudara. Apa susahnya sih entah hari Sabtu, hari Jumat semua anak sekolah kumpul di pantai ini, ini pantai kita, ini halaman kita. Ayo kita bersihkan ramai-ramai, korve," kata Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/2/2026).
Presiden Prabowo mengajak TNI, Polri, BUMN, dan pelajar ikut memungut sampah usai pantai Bali dikritik pejabat Korea Selatan karena kotor.Prabowo juga memerintahkan aparat TNI dan Polri terlibat secara aktif dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan. Ia siap menginstruksikan langsung jajaran komando kewilayahan untuk menggerakkan anggotanya.
"Apa salahnya kalau bupati dan gubernur tidak bisa saya perintah? Dandim (Komandan Distrik Militer), Danrem (Komandan Resor Militer) saya perintahkan kau gerakkan anak buahmu korve setiap hari atau setiap berapa hari, kepolisian gerakkan, korve, korve, korve," ucap dia.
Begitu pula dengan kantor-kantor kementerian di mana semua menteri wajib memimpin jajarannya untuk bersih-bersih setidaknya selama 30 menit.
Hal tersebut membuat para menteri dan kepala lembaga yang hadir pada acara tersebut menyanggupi permintaan presiden.
"Benar ya, jangan siap-siap (saja). Minimal setengah jam, pagi-pagi sebelum masuk kantor kalau perlu menteri yang mimpin, kita ini sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah," tutur Prabowo.
Dalam waktu dekat, Prabowo juga berencana meluncurkan Gerakan Indonesia Asri yakni aman, sehat, resik, dan indah. Melalui gerakan tersebut, seluruh instansi pemerintah diminta menjadi contoh dengan memimpin kegiatan kerja bakti secara rutin.
"Anak sekolah tidak apa-apa (ikut bersih-bersih) pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan, ribuan (orang terlibat) itu cepat modalnya nanti apa? Modalnya gerobak-gerobak, truk-truk sampah dan sebagainya," ucap dia.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya