Sementara itu, Urban Designer, Dhania Yasmin mengakui, kebanyakan komunitas di Indonesia lebih mudah diajak bergabung karena sifatnya yang guyub.
"Makanya akhirnya kami memulai inisiatif, kami kasih nama Kompak. Karena kami sebenarnya pengen warganya kompak untuk menangani isu sampah, inisiatornya Dutch Design Foundation bekerjasama dengan Erasmus House sebagai lokasi pamerannya," ucap Yasmin.
Baca juga:
"Bukan Tentang Sampah" mengeksplorasi keseharian masyarakat menggunakan, menghargai, dan akhirnya membuang material plastik. Pameran ini berfokus pada aksi membuang sampah sebagai keputusan yang membentuk seluruh sistem di sekitar kita.
Dengan mengajak pengunjung untuk melihat proses pembuangan sebagai aksi meneruskan material, pameran tersebut menunjukkan bagaimana perubahan pola pikir kolektif dapat mengubah perilaku, mengurangi sampah, dan menjaga keberlangsungan nilai material.
Melalui panggilan terbuka (open call), dua desainer Indonesia yakni Ade Amelia dan Dhania Yasmin, serta dua desainer Belanda Mayra Kapteijn dan Noud Sleumer terpilih untuk mengembangkan proyek daur ulang sampah.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya