KOMPAS.com - Asap kuning pekat yang diketahui sebagai asam nitrat (HNO3) terlihat keluar dari area milik PT VTM di Cilegon, Banten, Sabtu (31/1/2026), dan menyebabkan 56 warga sekitar mengalami sesak napas.
Kepala Pusat Riset Kimia Molekuler Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Roni Maryana mengatakan, asap dari asam nitrat sangat berbahaya jika terhirup manusia yang mengakibatkan iritasi mata dan berdampak pada sistem pernapasan.
Baca juga:
"Jadi toksik ya, dia bisa merusak jaringan paru karena secara kimia bersifat oksidator. Kalau ada zat organik dioksidasi kayak dibakar, efeknya mirip-mirip ke manusia, makanya harus sangat hati-hati kalau di laboratorium," ujar Roni saat dihubungi Kompas.com, Jumat (6/2/026).
Asap asam nitrat di Cilegon berbahaya jika terhirup manusia, dan bisa menyebabkan hujan asam yang korosif. Simak penjelasan BRIN.Paparan gas nitrogen oksida (NOx), nitrogen dioksida (NO2), atau NO3 ke lingkungan dapat menyebabkan hujan asam. Roni menyampaikan, alasannya karena gas-gas tersebut bereaksi dengan uap air di udara.
"(Asam) yang ada di udara kena air ikut kebawa sehingga menurunkan pH, pH-nya menjadi asam dan biasanya kurang bagus bagi perairan. Kalau air minum itu netral biasanya (pH) enam atau tujuh, ini kalau asam nitrat asam kuat, (pH-nya) bisa sampai tiga, empat, atau lima kalau konsentrasinya rendah," jelas Roni.
Uap dari asam nitrat pun dapat mengakibatkan korosif pada besi di sekitarnya. Menurut dia, asap kuning yang keluar dari area PT VTM adalah efek yang terjadi saat asam nitrat dituangkan.
Biasanya, di laboratorium asam nitrat selalu ditempatkan di ruang asam (fume hood) yang dilengkapi sistem penyedot serta penyaring udara untuk mencegah paparan langsung ke manusia.
Roni menyebut bahwa kebocoran gas asam nitrat di Indonesia baru kali ini terjadi.
"Kayaknya belum ada ya kalau yang gas NOx (bocor) sampai warna kuning karena memang penanganannya harus sangat hati-hati kalau asam nitrat, termasuk bahan kimia yang sangat berbahaya dia," papar Roni.
Sebagai upaya pencegahan kejadian serupa, Roni menekankan pentingnya kepatuhan perusahaan terhadap Material Safety Data Sheet (MSDS) serta inspeksi berkala terhadap peralatan industri.
Dia juga mengusulkan evakuasi warga, jika asap kuning masih tampak di area permukiman.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya