KOMPAS.com - Petugas Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatera beserta tim gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Kepala Balai Dalkarhut Sumatera, Ferdian Krisnanto menyampaikan petugas Manggala Agni dari Daerah Operasi (Daops) Daops Sumatera V/Dumai, Daops Sumatera VI/Siak, Daops Sumatera VII/Rengat dan Daops Sumatera VIII/Batam telah dikerahkan untuk memadamkan api di Pelalawan, Bengkalis, Siak, Rokan Hilir, serta Batam.
"Saat ini, tim terus bergerak bersama stakeholder terkait untuk mencegah agar titik api tidak semakin meluas,” kata Ferdian dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: BNPB: Banjir, Cuaca Ekstrem, dan Karhutla Jadi Bencana Paling Dominan sejak Awal 2025
Di Kabupaten Pelalawan, karhutla meland Desa Teluk Beringin yang termasuk dalam Pulau Mendol Kecamatan Kuala Kampar. Ferdian menyebutkan bahwa petugas masih terus berjuang memadamkan si jago merah yang melahap 564 hektar lahan dan hampir menghanguskan satu pulau tersebut.
Berdasarkan informasi awal dari masyarakat, kebakaran di Pulau Mendol diduga akibat penyiapan lahan. Angin kencang yang datang memicu kebakaran dan menghancurkan kebun kelapa masyarakat.
“Pulau Mendol merupakan salah satu daerah penghasil kelapa yang penting di wilayah Kabupaten Pelalawan dan merupakan wilayah terluar yang dekat dengan negara tetangga," jelas Ferdinan.
"Sehingga kami terus mengerahkan personel dan peralatan di lapangan untuk memastikan api dapat segera dipadamkan sepenuhnya serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat,” jelas dia.
Baca juga: Kebakaran di Kalimantan Barat, 78,3 Hektar Area Hutan Hangus
Sehari sebelumnya, yakni Minggu (8/2/2026), tim gabungan berhasil memadamkan karhutla seluas 10 hektar di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis. Sementara itu, di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis, tim terus berupaya menyekat dan memutus kepala api agar kebakaran hutan tidak meluas.
Ferdinan menyatakan, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera juga mengerahkan tim Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak untuk mengatasi Karhutla di Kelurahan Mempura Kecamatan Mempura Kabupaten Siak.
"Saat ini kondisi karhutla telah terkendali dan sedang dilakukan mopping up (menuntaskan sisa-sisa api) untuk mencari dan memadamkan sisa bara serta mendinginkan material terbakar sekecil apapun di areal terbakar yang bertujuan untuk mencegah penyalaan kembali api," tutur dia.
Api dilaporkan masih membakar lahan di Desa Rantau Bais Kacamatan Tanah Putih, Rokan Hilir. Tim berfokus mematikan pusat api agar tidak makin meluas.
Kementerian Kehutanan mencatat, karhutla paling hebat terjadi pada 2025 di wilayah Rokan Hilir yang menghanguskan ribuan hektar di dekat lokasi yang saat ini dipadamkan.
Kondisi lokasi gambut dalam dengan sumber air terbatas serta lokasi yang sulit dijangkau, bahkan menggunakan kendaraan khusus sekalipun.
Baca juga: Kebakaran di Kalimantan Barat, 78,3 Hektar Area Hutan Hangus
“Lokasi karhutla ini gambut dalam, sumber air juga terbatas, jadi diupayakan perbantuan alat berat untuk menggali lubang sumber air. Akses ke lokasi juga sulit dijangkau bahkan dengan mobil double gardan, tapi karena lokasinya berbatasan dengan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan, kami sangat terbantu," ucap Kepala Seksi Wilayah II Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Candra Irfansyah.
Karhutla juga melanda Provinsi Kepulauan Riau yakni di Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji Kota Batam. Petugas pun masih berupaya memadamkan api yang berkobar di kawasan Hutan Lindung Tiban.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya