Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebakaran di Kalimantan Barat, 78,3 Hektar Area Hutan Hangus

Kompas.com, 28 Januari 2026, 16:43 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Api menghanguskan 78,3 hektar (ha) area hutan di delapan desa Kalimantan Barat akibat sejak Sabtu (17/1/2026).

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat luas kebakaran hutan di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu raya seluas 4,5 hektar; Desa Rasau Jaya Tiga, Kabupaten Kubu raya seluas dua hektar; dan Kelurahan Bansir Darat, Pontianak seluas empat hektar.

Baca juga: 

Lalu di Desa Pasir, Kabupaten Mempawas seluas 2,5 hektar; Desa Kuala Satong, Kabupaten Ketapang seluas 9,8 hektar; Desa Kamboja, Kabupaten Kayong Utara seluas 2,5 hektar; Desa Sepinggan, Kabupaten Sambas 23 hektar; serta Desa Sealakau Tua seluas 30 hektar.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko mengatakan, petugas memadamkan api yang melalap hutan di lokasi tersebut hingga Minggu (25/1/2026).

"Memasuki awal tahun 2026, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Seksi Wilayah II Pontianak bersama BPBD (Balai Penanggulangan Bencana Daerah), TNI/Polri dan para pihak terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan di Provinsi Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sambas, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Ketapang yang menjadi daerah rawan karhutla," kata Yudho dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).

Kebakaran di Kalimantan Barat hanguskan 78,3 hektar area

Disebabkan meningkatkan titik panas dan kekeringan

Ilustrasi kebakaran hutan. Kebakaran hutan melanda hutan di delapan desa Kalimantan Barat dengan total luasan mencapai 78,3 hektar.canva.com Ilustrasi kebakaran hutan. Kebakaran hutan melanda hutan di delapan desa Kalimantan Barat dengan total luasan mencapai 78,3 hektar.

Kebakaran hutan terjadi seiring meningkatnya jumlah titik panas atau hotspot serta kekeringan pada musim kemarau.

Berdasarkan pemantauan harian hotspot, ungkap Yudho, terpantau peningkatan jumlah dan sebaran titik panas di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Ketapang, dan Kabupaten Sambas.

"Selain itu, hasil pengamatan Fire Danger Rating System (FDRS) BMKG juga menunjukkan peningkatan tingkat kerawanan kebakaran” ucap dia.

Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pemadaman di sejumlah titik kebakaran hutan baru yaitu di Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak; Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya; Desa Punggur Kecil dan Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya; serta Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah.

Petugas juga masih melakukan upaya pemadaman karhutla di Desa Kebong, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Baca juga:

“Untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan kebakaran hutan dan lahan, saat ini telah dimulai operasi patroli pencegahan di wilayah Kalimantan Barat," papar Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho.

Tujuannya, mendeteksi lebih awal potensi karhutla, memperkuat koordinasi, serta mempercepat arus informasi dari masyarakat sehingga respons terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat dilakukan lebih cepat.

Lainnya, untuk mengecek kondisi bahan bakar, potensi sumber air, serta isu-isu karhutla di masyarakat.

Dwi menyebut, saat ini ada 25 titik panas yang tersebar di Kalimantan Barat berdasarkan data satelit Terra/Aqua NASA.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
LSM/Figur
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Pemerintah
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Pemerintah
Kapasitas PLTS Indonesia Baru 1,5 GW, AESI Soroti Hambatan Capai Target 100 GWp
Kapasitas PLTS Indonesia Baru 1,5 GW, AESI Soroti Hambatan Capai Target 100 GWp
Swasta
Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau
Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau
Pemerintah
BPDLH Siapkan Skema 'Blended Finance' untuk Hadapi Risiko Bencana Iklim
BPDLH Siapkan Skema "Blended Finance" untuk Hadapi Risiko Bencana Iklim
Pemerintah
Pesan yang Gugah Emosi Lebih Ampuh Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Pesan yang Gugah Emosi Lebih Ampuh Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
LSM/Figur
United Tractors Gelar Wisuda 'Release Stunting' 2026
United Tractors Gelar Wisuda "Release Stunting" 2026
Swasta
PBB Sebut Target Batas Suhu Iklim 1,5 Derajat C Kian Sulit Dicapai
PBB Sebut Target Batas Suhu Iklim 1,5 Derajat C Kian Sulit Dicapai
Pemerintah
Indonesia Disebut Belum Resmi Ajukan Dana 'Loss and Damage', BPDLH Klaim Sudah Kirim Dua Proposal
Indonesia Disebut Belum Resmi Ajukan Dana "Loss and Damage", BPDLH Klaim Sudah Kirim Dua Proposal
LSM/Figur
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Anak-Anak Pesisir
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Anak-Anak Pesisir
Pemerintah
Industri Batu Bara di Tengah Transisi Energi, Bappenas Sebut Pekerja Informal Paling Sulit Beralih
Industri Batu Bara di Tengah Transisi Energi, Bappenas Sebut Pekerja Informal Paling Sulit Beralih
Pemerintah
Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Pemerintah
Bahaya Pestisida, Hampir 50 Persen Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Bahaya Pestisida, Hampir 50 Persen Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Pemerintah
Kerusakan Tanah Dunia Mengkhawatirkan, PBB Soroti Solusi yang Belum Maksimal
Kerusakan Tanah Dunia Mengkhawatirkan, PBB Soroti Solusi yang Belum Maksimal
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau