Namun, tanaman-tanaman yang tidak disukai gajah tersebut bukanlah solusi tunggal. Hal ini mengingat, dalam keadaan terpaksa, gajah tetap pasti akan menerobosnya.
"Secara lokal, masyarakat memahami itu sebagai tanaman yang tidak disukai gajah. Selain itu, masyarakat desa sesama pemilik kebun itu harus kompak, tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, upaya penggiringan kembali gajah ke habitatnya itu perlu dilakukan,” tutur Dolly.
Selain itu, perkebunan kelapa sawit berskala besar di Sumatera juga kerap mencegah gajah masuk ke area tanaman-tanaman muda dengan pagar kawat listrik bertegangan rendah.
Tanaman-tanaman kelapa sawit berusia di bawah lima tahun memang rentan menjadi sasaran gajah liar.
"Yang dimakan itu tanaman sawit yang masih muda, sebetulnya kritisnya itu. Masih mudah dibongkar," ucapnya.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya