Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
INKLUSIVITAS

Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi

Kompas.com, 9 Maret 2026, 19:15 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Agung Dwi E,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com — Setiap 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional. Peringatan ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali serta merayakan nilai kesetaraan, keberanian, dan daya juang perempuan di berbagai ruang kehidupan, termasuk dunia kerja.

Di momentum spesial ini, Kompas.com mengangkat kisah tiga perempuan tangguh yang berhasil mengembangkan karier di Starbucks Indonesia. Para perempuan ini, Santi Octaviani, Euis Wanda, dan Larasati Sabila, membuktikan diri bahwa dengan kesempatan yang diberikan secara setara, perempuan bisa tumbuh memimpin, berkreasi, dan memberi dampak.

Dari balik bar kopi ke kepemimpinan wilayah

Siang itu, Jumat (6/3/2026) pukul 14.00 WIB, layar laptop Santi Octaviani menyala di sebuah ruang kerja sederhana. Di belakangnya, papan tulis putih dipenuhi coretan angka dan jadwal kunjungan. Di sisi lain, mading kecil menampilkan foto-foto partner atau barista dengan senyum lebar. Sebagian dari mereka memegang sertifikat pelatihan.

Ruang itu bukan sekadar tempat bekerja, melainkan simpul dari puluhan gerai dan ratusan karyawan yang kini berada dalam koordinasinya.

Sebagai Operation Manager Starbucks Indonesia, Santi memimpin operasional di 15 kota yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Ia terbiasa berpindah dari Bandung ke Semarang, dari Karawang hingga kota-kota lain, untuk memastikan setiap gerai berjalan selaras, mulai dari standar pelayanan hingga pencapaian target bisnis.

Baca juga: Saat Meja Bar Kopi Jadi Ruang Tumbuh Barista Indonesia hingga Bawa ke Panggung Dunia

Namun, perjalanan menuju posisi manajerial itu tidak dimulai dari ruang rapat. Perjalanan ini justru bermula dari balik bar kopi.

Pada 2008, saat masih menjadi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Santi bekerja sebagai barista paruh waktu di Starbucks Ambarukmo Plaza. Niat awalnya sederhana, yakni mencari pengalaman dan penghasilan tambahan.

“Awalnya hanya ingin punya kesibukan dan penghasilan sendiri. Namun, ternyata saya menemukan passion di dunia hospitality,” ujarnya kepada Kompas.com secara daring, Jumat (6/3/2026).

Di balik bar, ia belajar lebih dari sekadar meracik kopi. Ia belajar membaca ekspresi pelanggan, memahami dinamika tim, dan mengelola tekanan saat antrean memanjang. Ia menyadari bahwa secangkir kopi sering kali menjadi bagian dari momen penting seseorang.

Santi Octaviani memulai perjalanan kariernya dari balik bar kopi. Kini ia memimpin operasional Starbucks di sejumlah kota sambil terus menanamkan empati dalam kepemimpinan. Dok. Starbucks Indonesia Santi Octaviani memulai perjalanan kariernya dari balik bar kopi. Kini ia memimpin operasional Starbucks di sejumlah kota sambil terus menanamkan empati dalam kepemimpinan.

Kariernya pun berkembang dari barista penuh waktu, supervisor, store manager, hingga dipercaya menjadi operation manager pada 2024.

Meski kini lebih banyak menghabiskan waktu dalam rapat dan perjalanan dinas, cara memimpinnya tetap berakar pada pengalaman awalnya sebagai barista.

Baca juga: Belajar Mendengar Tanpa Telinga dari Segelas Kopi

“Empati dan kepedulian itu penting. Kita harus benar-benar memahami tim,” katanya menjelaskan cara dia memimpin.

Bagi Santi, kepemimpinan tidak sekadar memastikan angka tercapai, tetapi juga memastikan setiap anggota tim merasa didengar dan didukung.

Di luar pekerjaan, ia juga menjalani peran sebagai istri dan ibu. Sejak dipindahkan ke Bandung, ia menjalani long distance marriage.

Suami dan kedua anaknya tetap tinggal di Yogyakarta. Selama tiga minggu ia bekerja di Bandung, lalu pulang satu minggu untuk bersama keluarga.

Support system sangat penting. Saya bersyukur suami memahami bahwa saya punya tanggung jawab sebagai profesional dan ibu sekaligus,” ujarnya.

Baginya, menjadi perempuan bukan berarti harus memilih antara keluarga dan karier. Menurutnya, perempuan tidak perlu ragu mengejar apa yang mereka cita-citakan selama tetap mampu menjaga diri dan keseimbangan hidup.

Baca juga: Rayakan 2 Dekade Perjalanan, Gerai Pertama Starbucks Indonesia Bersolek

“Kejarlah mimpi, tapi jangan lupa untuk memprioritaskan diri sendiri karena kita harus bisa menjaga diri kita terlebih dahulu sebelum memberi yang terbaik bagi orang lain,” pesan Santi kepada perempuan-perempuan lain Indonesia.

Euis Wanda, barista Starbucks Mulawarman Balikpapan, menekuni latte art sebagai cara mengekspresikan kreativitas sekaligus memberi pengalaman personal bagi pelanggan.Dok. Starbucks Indonesia Euis Wanda, barista Starbucks Mulawarman Balikpapan, menekuni latte art sebagai cara mengekspresikan kreativitas sekaligus memberi pengalaman personal bagi pelanggan.

Membuktikan diri lewat latte art

Di Starbucks Mulawarman, Balikpapan, Euis Wanda menemukan ruang tumbuhnya di balik mesin espresso.

Tangannya cekatan menggenggam pitcher susu, menuangkannya perlahan hingga membentuk pola di permukaan kopi. Bagi pelanggan, latte art mungkin hanya detail kecil. Namun, tidak bagi Wanda. Latte art baginya adalah ruang kreativitas dan pembuktian diri sekaligus.

“Ada rasa penasaran bagaimana cara membuat pola itu. Dari situ saya mulai belajar,” katanya.

Ia berlatih berulang kali, memahami tekstur susu, kecepatan menuang, hingga posisi tangan. Baginya, proses belajar itu justru menjadi bagian paling menyenangkan. Melalui latte art, ia merasa dapat mengekspresikan kreativitasnya serta memberikan pengalaman yang lebih personal bagi pelanggan.

“Ketika pelanggan melihat latte art di kopinya dan tersenyum, rasanya ada kepuasan tersendiri,” katanya.

Baca juga: Starbucks Rekrut Eks Eksekutif Amazon sebagai CTO Baru

Namun, perjalanan menjadi barista perempuan juga tidak selalu bebas dari tantangan. Menurut Wanda, masih ada anggapan bahwa pekerjaan di balik bar kopi lebih cocok dilakukan oleh laki-laki karena ritme kerja yang cepat dan cukup menguras tenaga, terutama saat gerai sedang ramai.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
RI Sandarkan Integritas Perdagangan Karbon pada IFCH
RI Sandarkan Integritas Perdagangan Karbon pada IFCH
LSM/Figur
Wamendiktisaintek: Berpikir Kritis Jadi Kunci agar Manusia Tak Tergantikan AI
Wamendiktisaintek: Berpikir Kritis Jadi Kunci agar Manusia Tak Tergantikan AI
Pemerintah
Bumi Makin Panas, Studi Peringatkan Heat Stress Ancam Miliaran Orang
Bumi Makin Panas, Studi Peringatkan Heat Stress Ancam Miliaran Orang
Pemerintah
Efek Suhu Ekstrem pada Padi Ternyata Lebih Parah dari Perkiraan Ahli
Efek Suhu Ekstrem pada Padi Ternyata Lebih Parah dari Perkiraan Ahli
Pemerintah
BMKG: Risiko El Nino Sangat Kuat Bersamaan dengan Musim Kemarau
BMKG: Risiko El Nino Sangat Kuat Bersamaan dengan Musim Kemarau
Pemerintah
Krisis Iklim Jadi Pertimbangan Baru Saat Memilih Hunian
Krisis Iklim Jadi Pertimbangan Baru Saat Memilih Hunian
Swasta
El Nino dan Musim Kemarau Panjang Picu Eksploitasi Air Tanah
El Nino dan Musim Kemarau Panjang Picu Eksploitasi Air Tanah
Pemerintah
UNCTAD: AI dan Kendaraan Listrik Dorong Pertumbuhan Perdagangan Dunia
UNCTAD: AI dan Kendaraan Listrik Dorong Pertumbuhan Perdagangan Dunia
Pemerintah
Kebijakan Iklim Penting, tapi Kenapa Sulit Dapat Restu Warga?
Kebijakan Iklim Penting, tapi Kenapa Sulit Dapat Restu Warga?
Pemerintah
PBB Peringatkan Dampak Menguatnya El Nino Pengaruhi Pemanasan Global
PBB Peringatkan Dampak Menguatnya El Nino Pengaruhi Pemanasan Global
Pemerintah
Potensi Jutaan Lapangan Kerja Baru Green Job untuk Talenta dari Berbagai Disiplin Ilmu, Apa yang Dibutuhkan Industri?
Potensi Jutaan Lapangan Kerja Baru Green Job untuk Talenta dari Berbagai Disiplin Ilmu, Apa yang Dibutuhkan Industri?
Pemerintah
IPB Kembangkan Kebun Inovasi Bawang Merah di Demak Jateng, Produktivitas Naik 30 Persen
IPB Kembangkan Kebun Inovasi Bawang Merah di Demak Jateng, Produktivitas Naik 30 Persen
Pemerintah
BRIN: Penyebab Kematian Massal Ikan di Danau Batur Tidak Tunggal
BRIN: Penyebab Kematian Massal Ikan di Danau Batur Tidak Tunggal
LSM/Figur
Tak Cukup Bayar Retribusi, Pengguna Air Tanah Bakal Wajib Pulihkan Cadangan Air
Tak Cukup Bayar Retribusi, Pengguna Air Tanah Bakal Wajib Pulihkan Cadangan Air
Pemerintah
Sisi Lain Transisi Energi, Ada Jejak Litium di Air Rumah Tangga Selama 15 Tahun
Sisi Lain Transisi Energi, Ada Jejak Litium di Air Rumah Tangga Selama 15 Tahun
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau