JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) bakal merampungkan 13 proyek pembangkit energi baru terbarukan (EBT) sepanjang 2026. Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN, Suroso Isnandar menyebutkan, kapasitas listrik bersih yang terpasang diperkirakan mencapai 700 megawatt (MW).
Rinciannya, 11 proyek pembangkit EBT akan dibangun dengan kapasitas 577,45 MW dan dua proyek pembangkit thermal akan berkapasitas 120 MW.
"Secara keseluruhan ada 36 proyek yang akan Commercial Operation Date pada tahun ini, yaitu 13 proyek pembangkit kapasitas hampir 700 megawatt, transmisi sepanjang lebih dari 700 kilometer, dan 12 gardu induk dengan kapasitas lebih dari 1 GVA," ujar Suroso di Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Targetkan Bauran EBT 2026 Capai 21 Persen, Pemerintah Kebut PLTS 100 GW hingga BBN
"Langkah ini kami lakukan untuk memastikan ketersediaan listrik selalu andal sekaligus mempercepat integrasi energi bersih dalam kelistrikan nasional," imbuh dia.
Pemerintah sendiri telah berkomitmen mencapai Net Zero Emission tahun 2060, dengan skenario business as usual guna menurunkan emisi sektor kelistrikan hingga lebih dari 1 miliar ton karbon dioksida (CO2). Hal ini disampaikan dalam forum Conference of The Parties (COP).
Karenanya, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, menargetkan penambahan 78 persen kapasitas listrik dari pembangkit EBT termasuk surya, angin, hidro, panas bumi, bioenergi, battery energy storage system, dan hydro pump storage.
Setidaknya, kata Suroso, Indonesia perlu menambah 69,5 gigawatt kapasitas pembangkit baru yang didukung pembangunan besar-besaran jaringan transmisi hingga smart grid.
Baca juga: Wacana Pemangkasan Produksi Batu Bara Dinilai Harus Tingkatkan Bauran EBT
"Dalam RUPTL 2025-2034 target pembangkit untuk energi terbarukan mencapai 52,82 gigawatt aan hingga awal 2026 ini, PLN telah memulai proses pengembangan sekitar 22,36 gigawatt proyek energi terbarukan yang mulai dari tahap inisiasi, perencanaan, pengadaan, hingga konstruksi," papar dia.
Selama periode tersebut pula, PLN harus melaksanakan 4.118 proyek pembangunan infrastruktur kelistrikan dengan total investasi lebih dari Rp 2.500 triliun. Menurut Suroso, perusahaan plat merah ini tengah berupaya melelang proyek.
"Lelang tahap pertama sudah kami lakukan di Oktober sampai Desember yang lalu dengan 278 project awal yang siap dilelang. Kemudian akan dilanjutkan dengan tahap kedua, ketiga dan seterusnya dan tentu saja pengadaan ini harus dipikirkan dengan menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan maupun kesiapan investasi," sebut Suroso.
PLN menerapkan berbagai inovasi pengadaan, salah satunya melalui pendekatan bundling project. Strategi tersebut dinilai memungkinkan beberapa proyek digabungkan dalam satu paket lelang guna meningkatkan efisiensi serta menarik minat investor.
"Sehingga target pembangunan 52 gigawatt EBT ini setiap tahunnya harus dilakukan lelang 7 gigawatt lebih. Ini tentu mengakomodir sistem pengadaan yang efisien, terintegrasi dan juga menarik bagi investor," tutur dia.
Misalnya, dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), PLN akan melelang proyek dengan konsep solar gigawatt, yakni penggabungan proyek hingga kapasitas 1 gigawatt dalam satu putaran lelang.
Pada tahun ini, PLN berencana mengumumkan lelang 22 lokasi PLTS dengan total kapasitas 1.225 MW.
Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini tengah menjalakan program Listrik Desa (Lisdes).
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Deri, mengatakan bahwa program tersebut membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber energi lokal, termasuk PLTS dan mikrohidro.
“Dari konsep ini ada juga program Lisdes di Kementerian ESDM. Salah satunya untuk daerah-daerah yang masih off-grid, bisa diberikan solusi untuk menerangi masyarakat setempat dengan PLTS, tetapi kalau misalnya di situ ada potensi hidro, maka kami juga bisa menghadirkan pembangkit hidro,” beber Eniya.
Pengembangan energi terbarukan turut menjadi bagian dari rencana pembangunan kapasitas listrik nasional hingga kapasitasnya mencapai 100 gigawatt. Target tersebut tidak hanya meningkatkan pasokan listrik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya