Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pajak Karbon Indonesia Dinilai Belum Efektif Kurangi Emisi, Mengapa?

Kompas.com, 23 Maret 2026, 10:38 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber Phys.org

Kebijakan iklim paling efisien

Sebelumnya, studi terbaru mengidentifikasi 28 kebijakan iklim negara yang mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) di berbagai konteks secara konsisten.

Temuan itu diperoleh setelah menganalisis 1.737 kebijakan iklim individual 40 negara selama 32 tahun.

Jumlah aksi iklim telah meningkat empat kali lipat sejak tahun 2000, dengan beberapa kumpulan data menunjukkan peningkatan 15 kali lipat.

Selama 20 tahun terakhir, negara-negara di seluruh dunia memang telah secara dramatis meningkatkan kebijakan iklim mereka.

Dilansir dari Phys.org, Senin (23/3/2026), para peneliti mengidentifikasi 28 kebijakan iklim dengan kepastian tinggi dalam pengurangan emisi GRK.

Ada delapan kebijakan iklim terkait penetapan harga dan pajak karbon. Dampak pajak karbon di berbagai sektor, skema perdagangan emisi, biaya kemacetan, dan pajak cukai bahan bakar fosil sangat kuat, bahkan saat dikendalikan oleh kebijakan-kebijakan lainnya.

Hal itu membantah klaim bahwa penetapan harga karbon hanya tampak efektif karena biasanya disertai dengan langkah-langkah pelengkap.

Sementara itu, ada lima kebijakan iklim terkait efisiensi dan standar energi. Kode energi bangunan, standar emisi udara, standar kinerja energi minimum, dan batas kecepatan jalan raya secara konsisten mengurangi emisi GRK.

Kemudian, ada 11 kebijakan iklim terkait energi baru terbarukan (EBT) dan penelitian. Perencanaan untuk perluasan EBT dan skema lelang yang semuanya secara andal mendorong pengurangan emisi GRK.

Kemudian, pengeluaran Research and Development (R&D) untuk penangkapan karbon, nuklir, hidrogen, efisiensi energi, dan EBT.

Ada juga tiga kebijakan iklim terkait pelaporan dan akuntabilitas. Persyaratan pelaporan emisi GRK di berbagai sektor menunjukkan dampak yang signifikan.

Terakhir, ada satu kebijakan iklim terkait pengurangan subsidi bahan bakar fosil di sektor transportasi mengurangi emisi GRK.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau