Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sampah di Cimahi Melonjak hingga 300 Ton per Hari Saat Ramadhan 2026

Kompas.com, 20 Maret 2026, 19:27 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Sampah di Kota Cimahi, Jawa Barat, meningkat hingga 40 persen selama bulan Ramadhan 2026. Lonjakan tersebut akibat bertambahnya konsumsi masyarakat saat puasa.

"Sangat tinggi, peningkatannya sangat tinggi. Peningkatan sampah kurang lebih di angka hampir 30-40 persen. Sekarang bisa 300 ton lebih setiap hari di bulan puasa ini," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, dilansir dari Antara, Jumat (20/3/2026).

Adapun sebelumnya produksi sampah harian di Cimahi berada di kisaran 250 ton per hari. 

Baca juga:

Sampah di Cimahi naik hingga 40 persen saat Ramadhan 2026

Berdampak pada pengelolaan sampah

Lonjakan produksi sampah berdampak langsung pada sistem pengelolaan sampah di Cimahi.

Menurut Chanifah, peningkatan sampah mempercepat pemenuhan kuota pembuangan ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kuota pembuangan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak mengalami penambahan. Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6174/PBLS.04/DLH tentang Peringatan dan Pembatasan Pembuangan Sampah ke TPPAS Regional Sarimukti.

Dinas Lingkungan Hidup Cimahi hanya mendapat kuota maksimal 1.668 ton untuk dua minggu. Namun, dengan lonjakan produksi sampah, kuota tersebut lebih cepat habis.

"Kuota yang harusnya 14 hari, hanya cukup menjadi 10 hari," ucap Chanifah.

Baca juga:

Penumpukan sampah

Produksi sampah di Cimahi naik hingga 40 persen selama Ramadhan 2026. DLH mencatat volume sampah tembus 300 ton per hari.Dok. Freepik/jcomp Produksi sampah di Cimahi naik hingga 40 persen selama Ramadhan 2026. DLH mencatat volume sampah tembus 300 ton per hari.

Dampak lain dari kondisi ini adalah penumpukan sampah di sejumlah tempat penampungan sementara (TPS). Sampah yang tidak segera terangkut membuat volume di TPS terus bertambah.

"Otomatis tumpukan sampah terus menumpuk. Karena pembuangan ke Sarimukti hari ini kita tidak bisa menambah ritase seperti tahun lalu, jadi kita harus menghemat jatah ritase yang diberikan untuk dua mingguan," jelas dia.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Lingkungan Hidup Cimahi mengimbau masyarakat agar mulai memilah sampah dari rumah. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi beban pengelolaan.

Pemilahan bisa dilakukan dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik bisa didaur ulang.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Eropa Pimpin Investasi Transisi Energi, Ungguli AS dan China
Eropa Pimpin Investasi Transisi Energi, Ungguli AS dan China
Pemerintah
Sampah di Cimahi Melonjak hingga 300 Ton per Hari Saat Ramadhan 2026
Sampah di Cimahi Melonjak hingga 300 Ton per Hari Saat Ramadhan 2026
Pemerintah
Robot AI Diperkirakan Bisa Lebihi Jumlah Pekerja Manusia
Robot AI Diperkirakan Bisa Lebihi Jumlah Pekerja Manusia
LSM/Figur
Dampak Konflik AS-Israel Vs Iran, Nasib Dugong dan Penyu Makin Suram
Dampak Konflik AS-Israel Vs Iran, Nasib Dugong dan Penyu Makin Suram
LSM/Figur
Budi Daya Maggot, Kualitas Pakan Berdampak pada Emisi CO2 dan Produksi Protein
Budi Daya Maggot, Kualitas Pakan Berdampak pada Emisi CO2 dan Produksi Protein
LSM/Figur
Daya Rusak Spesies Invasif Ternyata Jauh Melampaui Kepunahan Lokal
Daya Rusak Spesies Invasif Ternyata Jauh Melampaui Kepunahan Lokal
LSM/Figur
Garis Putih di Belakang Pesawat Bisa Picu Pemanasan Global, Ini Cara Menguranginya
Garis Putih di Belakang Pesawat Bisa Picu Pemanasan Global, Ini Cara Menguranginya
LSM/Figur
Pekerja Makin Minat Microshifting dan Tinggalkan Jam Kerja 9-to-5
Pekerja Makin Minat Microshifting dan Tinggalkan Jam Kerja 9-to-5
LSM/Figur
Musim Kemarau Bikin Kering Daratan, tapi Jadi Berkah di Lautan
Musim Kemarau Bikin Kering Daratan, tapi Jadi Berkah di Lautan
Pemerintah
Produktivitas Pekerja Turun Saat Cemas Tak Bisa Beli Makan untuk Bertahan Hidup
Produktivitas Pekerja Turun Saat Cemas Tak Bisa Beli Makan untuk Bertahan Hidup
LSM/Figur
Nanoplastik Berisiko Bikin Sayuran Ini Terkontaminasi Logam Beracun
Nanoplastik Berisiko Bikin Sayuran Ini Terkontaminasi Logam Beracun
LSM/Figur
Masa Depan Roti Ramah Lingkungan Tergantung Rasa dan Harga
Masa Depan Roti Ramah Lingkungan Tergantung Rasa dan Harga
LSM/Figur
Dampak Lingkungan AI Kian Besar, Haruskah Berhenti Menggunakannya?
Dampak Lingkungan AI Kian Besar, Haruskah Berhenti Menggunakannya?
Pemerintah
Fenomena 'Sticky Floor', Ketika Perempuan Sulit Naik Jabatan di Dunia Kerja
Fenomena "Sticky Floor", Ketika Perempuan Sulit Naik Jabatan di Dunia Kerja
Swasta
Bersiap untuk Kelangkaan Air, Korsel Kembangkan Industri Desalinasi
Bersiap untuk Kelangkaan Air, Korsel Kembangkan Industri Desalinasi
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau